Mengenal Lebih Jauh Tentang Limited Slip Differential Pada Mobil

Mengenal Lebih Jauh Tentang Limited Slip Differential Pada Mobil

14004
0
BERBAGI

Apakah ada dari anda yang pernah mendengar istilah limited slip differential? Mungkin sebagian dari anda masih asing dengan istilah tersebut dan tidak mengerti apa fungsinya. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami akan mencoba menjelaskan tentang apa itu limited slip differential.

Pada dasarnya, mobil dengan mesin yang sanggup menghasilkan tenaga kuda yang besar membutuhkan traksi maksimal pada permukaan jalan. Salah satu alat yang bisa menunjang untuk memaksimalkan traksi adalah limited slip differential (LSD).

Sebagai contoh, ketika sebuah mobil melaju pada jalan yang tergenang air dan roda belakang bagian kanan kehilangan traksi/mengalami slip, roda tersebut secara otomatis akan berputar dengan cepat. Maka guna limited slip differential adalah memperlambat perputaran roda yang mengalami slip tersebut dan menyalurkan tenaga putaran roda ke bagian roda yang lainnya, sehingga mobil akan tetap bisa melaju.

Limited Slip Differential

Limited slip differential ini bisa diaplikasikan baik untuk mobil berpenggerak roda depan maupun mobil berpenggerak roda belakang. Untuk mobil berpenggerak roda depan, limited slip differential ditempatkan pada transmisi. Sedangkan untuk mobil berpenggerak roda belakang, alat ini ditempatkan pada bagian gardan/differential.

LSD juga dibagi menjadi beberapa kategori.

Berdasarkan karakteristiknya:

1. Limited slip differential yang sensitif dengan torsi.

2. Limited slip differential yang sensitif dengan kecepatan.

Berdasarkan mekanismenya:

1. Viscous LSD

LSD jenis ini menggunakan sejenis oli/fluida yang akan mengental jika salah satu roda berputar terlalu cepat dan akan memberikan efek mengunci pada roda tersebut, selain itu tenaga juga akan langsung disalurkan ke roda yang lainnya. Kelemahan dari LSD jenis ini adalah kurang bisa menahan slip dengan baik.

2. Clutched LSD

Untuk LSD jenis ini bereaksi terhadap torsi as kopel. Semakin cepat perputarannya, maka penekanan kopling juga akan semakin keras. LSD jenis ini bisa menahan slip dengan cukup baik. Sedangkan kelemahannya terletak pada perawatan, karena kopling akan menjadi cepat aus.

3. Geared LSD

Geared LSD sangat kuat menahan slip dan bebas dari perawatan. LSD jenis ini sangat bergantung pada torsi, dan bukan pada kecepatan tiap as roda. Geared LSD sangat mumpuni jika digunakan pada kondisi jalan yang kering, namun jika digunakan pada kondisi jalan licin kemampuannya menjadi kurang maksimal.

Cara Kerja Sistem LSD

Berdasarkan input torsinya dibagi ke dalam tiga jenis status:

1. Load

Dalam kondisi ini, kinerja kopling menjadi sejajar dengan perputaran as kopel.

2. No Load

Pada kondisi ini, kinerja kopling akan diturunkan menjadi kopling statis.

3. Over Run

Sedangkan dalam kondisi ini, kinerja kopling mempunyai dua kelakukan khusus yang cenderung ke arah 1 way, 1.5 way, atau 2 way. LSD 1 Way direkomendasikan untuk kendaraan berpenggerak roda depan atau FWD karena LSD ini bekerja pada saat berakselerasi saja. LSD 2 Way direkomendasikan untuk para drifter, karena jenis LSD ini mampu bekerja baik saat berakselerasi maupun deselerasi. Sedangkan LSD 1,5 way cenderung berada di antara kedua jenis LSD di atas, karena LSD jenis ini lebih kuat di sektor akselerasi daripada sektor deselerasi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY