Kesan Pertama Mengendarai BMW M4 F82 di Jalanan Indonesia

Kesan Pertama Mengendarai BMW M4 F82 di Jalanan Indonesia

8279
0
BERBAGI

Mingggu, 7 Juni 2015 kemarin tim Ototaiment berkesempatan meliput event Eurokars Driving Experience yang diadakan oleh Eurokars Group Indonesia di Bogey’s Teras, Hyatt Regency Jogjakarta. Pada event ini pula kami diberi kesempatan untuk mencoba dua diantara beberapa mobil yang mereka sediakan, yaitu Porsche Boxter dan BMW M4 F82. Berikut ini adalah kesan yang kami tangkap saat menjajal performa BMW M4 F82.

Nama M4 memang baru kali ini digunakan BMW di line up M cars mereka. Sebelumnya model ini bernama BMW M3 Coupe. Tak lagi menggunakan mesin 4000cc V8 seperti pendahulunya, BMW kini membenamkan mesin 3000cc Twin Turbo 6-silinder segaris di bawah kap mesin M4.

Ketika kami menanyakan kepada perwakilan pihak BMW mengenai alasan BMW tidak lagi menggunakan mesin V8 di generasi terbarunya, mereka menjelaskan bahwa tren pabrikan mobil Eropa saat ini adalah membuat mesin dengan kapasitas yang lebih kecil, lebih ramah lingkungan, lebih hemat bahan bakar namun tetap mampu menghasilkan tenaga yang besar.

_MG_1017

Benar saja, walaupun hanya duduk di bangku penumpang dan ditemani driver profesional dari BMW, muntahan tenaga 431 Hp dan torsi 550 Nm langsung terasa ketika mobil ini mulai berakselerasi. Pihak BMW juga menjelaskan bahwa mesin baru ini lebih mengutamakan torsi dari pada horsepower. Data teknis menunjukkan bahwa M4 mampu berakselerasi dari 0 sampai 100 km/jam dalam waktu 4.3 detik dan kecepatan maksimal dibatasi secara elektronik pada 250km/jam.

_MG_1007

_MG_1009

Ada tiga mode berkendara yang bisa kita pilih ketika mengendarai M4, yaitu Comfort, Sport dan Sport Plus. Ada juga mode spesial yaitu M1 dan M2, dimana pada mode ini mesin akan menjadi lebih responsif. Transmisi double clutch 7-percepatannya juga berubah menjadi semakin sigap saat menyalurkan tenaga mesin. Suspensinya pun menjadi lebih kaku guna menjaga kestabilan mobil ketika bermanuver dalam kecepatan tinggi.

BMW M4 F82Mungkin anda akan bertanya, apakah mobil dengan tenaga sebesar itu masih nyaman untuk dikendarai setiap hari? Apalagi mengingat banyaknya user yang berpendapat bahwa BMW M3 Coupe E92 (pendahulu M4) kurang nyaman jika digunakan sebagai mobil harian.

Di sinilah mode Comfort dari M4 berperan. Ketika mode berkendara diubah ke mode Comfort, kami merasakan perubahan perilaku yang cukup signifikan dari mobil ini. Suspensi yang tadinya keras dan kaku berubah menjadi lebih lembut. Mesin dan transmisinya pun menjadi lebih halus dan tidak ‘galak’. Pada mode ini konsumsi bahan bakar juga menjadi lebih irit.

BMW M4 F82 Front

Bagi anda yang menginginkan mobil sport yang masih nyaman digunakan sebagai mobil harian, BMW M4 mungkin akan menjadi salah satu pilihan yang tepat. Namun sayangnya, mobil coupe 2 pintu yang dijual di kisaran harga Rp 2,4 Miliar ini hanya nyaman untuk dinaiki 2 orang saja. Hal ini dikarenakan bangku dan ruang penumpang belakang tidak cukup besar. Dua anak-anak masih akan merasa nyaman duduk di bangku belakang, namun dua orang dewasa akan merasa kurang nyaman, apalagi jika perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Jika hal itu juga menjadi salah satu pertimbangan, maka BMW M3 adalah jawabannya.

_MG_1016

Sedan 4 pintu ini memiliki spesifikasi yang identik dengan M4. Sama-sama bertipe front engine dan berpenggerak roda belakang. Mesin yang digunakan pun sama. Tetapi BMW M3 dengan ruang penumpang belakang yang lebih longgar memiliki kapabilitas membawa 4 penumpang dewasa dengan nyaman. Soal harga, M3 dibandrol 400 juta lebih murah dibandig M4.

Baca Juga: Impresi pertama kami dengan Porsche Boxter

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY