Toyota All New Yaris TRD Sportivo Review Indonesia

7333
0
BERBAGI

Generasi kedua Toyota Yaris yang telah mengaspal sejak bulan Maret 2014 lalu menawarkan wajah baru. Berbeda dengan versi yang beredar di Eropa dan Amerika, Yaris terbaru di Indonesia mendapatkan ubahan yang benar-benar baru dari segi penampilan. Jika di Eropa dan Amerika Yaris masih mempertahankan desain membulat khas seri terdahulu, Yaris versi Indonesia justru meninggalkan ciri tersebut dan beralih ke bentuk yang sporty dengan bodi lebih rendah, lebih panjang dan lebih lebar.

toyota_yaris_1

Meskipun berpenampilan baru dan menambahkan beberapa fitur baru, Yaris teranyar ini masih memakai mesin yang sama seperti pendahulunya. Mesin berkode 1NZ-FE yang belum mendapatkan penggantian sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2002 silam.

Lalu, apakah Yaris terbaru ini mampu bersaing di segmen city car hatchback kelas 1.500 cc? Menggunakan Yaris tipe TRD Sportivo sebagai objek test drive, inilah ulasan dari kami.

Eksterior

Yaris berbagi platform dengan Toyota Vios dan sudah mengadopsi bahasa desain Keen Look yang juga diterapkan pada model-model terbaru dari Toyota. Anda akan menemui adanya projector headlamp dengan lampu kota yang belum memakai HID. Turun ke bawah, sepasang foglamp dipasangkan pada bagian bawah-samping dan di bagian air dam di bawah bumper terletak sepasang LED DRL yang hanya ada pada tipe TRD Sportivo.

toyota_yaris_12

Pindah ke samping, door handle berlapis krom menjadi pemanis bersama dengan tambahan side skirt yang menambah kesan sporty mobil ini. Spion yang dipakai oleh tipe TRD Sportivo ini sudah dilengkapi fitur retractable mirror with turning signal.

toyota_yaris_11

Untuk kaki-kakinya, velg alloy berukuran 16 inci 8-spoke dipasangkan dengan empat buah rem cakram pada setiap roda. Meskipun sudah memakai fitur keamanan rem ABS (Anti-lock Braking System), EBD (Elektronic Brake-force Distribution) dan BA (Brake Assist) yang membuat pengereman menjadi lebih pakem dan mantap, Yaris terbaru belum dilengkapi dengan traction control dan electronic stability control.

toyota_yaris_6

Bagian buritan mobil ini juga mendapatkan ubahan desain, seperti adanya rear roof spoiler dan desain lampu baru berbentuk bumerang. Desain lampu belakang ini mengingatkan kami pada lampu belakang milik Ford Focus, walaupun milik Focus tak sebesar lampu Yaris ini. Anda akan menjumpai dua buah rear parking sensors yang sayangnya belum dilengkapi dengan kamera mundur. Agak kebawah, desain diffuser menambah kesan sporty mobil ini. Andai saja sudah memakai muffler cutter, maka Yaris terbaru ini akan semakin terlihat aura sporty­-nya.

toyota_yaris_4

Interior

Bagian dalam kabin sedikit mengingatkan kami pada kabin Vios. Bedanya, pada Yaris interiornya dominan hitam gelap. Pada dasbor akan terlihat model jahitan, juga pada door trim-nya. Sayangnya ini bukanlah jahitan asli, melainkan cetakan plastik yang menyerupai jahitan. Memang sekilas tidak ketahuan kalau ini adalah plastik, bukan jahitan pada kulit. Tetapi cukup untuk membuat interior kabin terlihat berkelas.

Meter cluster yang semula berada di tengah kini dipindahan ke belakang kemudi seperti layaknya mobil konvensional. Hal ini berimbas pada berkurangnya ruang penyimpanan di dalam kabin sehingga menyisakan sebuah cup holder di sisi pengemudi, glove box dengan kapasitas yang tak sebanyak dulu serta beberapa ruang pada konsol tengah.

toyota_yaris_9

Sistem infotainment pada TRD Sportivo memakai layar sentuh dengan sistem operasi Android yang mampu memutar CD, DVD, Radio, Aux serta koneksi USB dan Bluetooh. Ada juga sistem navigasi dan mode operasi menggunakan air gesture. Meskipun memakai head unit yang canggih, sayangnya masih terdapat beberapa kendala yang mengganggu seperti layar yang kurang sensitif pada sentuhan, namun terlalu sensitif bagi fitur air gesture yang terkadang berubah-ubah sendiri saat intensitas cahaya berubah.

toyota_yaris_10

Lingkar kemudi terasa berotot dengan balutan kulit. Pada palang kemudi sebelah kiri juga sudah memakai fitur pengontrol audio sehingga memudahkan pengemudi untuk mengoperasikan infotainment kabin melalui setir. Tingkat ketinggian setir bisa diatur secara tilt steering, namun belum memakai telescopic steering seperti pada rivalnya.

Sebagai pendukung aura sport mobil ini, jok yang digunakan bertipe semi-bucket seat yang kokoh dan mampu menopang tubuh dengan mantap. Head rest yang dipasangkan pada joknya juga diklaim mampu mengurangi potensi cedera pada leher saat terjadi benturan spontan.

Akomodasi

Pindah ke jok penumpang belakang, Yaris mampu mengakomodasi tiga orang penumpang di bagian belakang dengan sempurna. Adanya 3-point seatbelt dan sistem ISOFIX meningkatkan faktor keamanan bagi penumpang dewasa maupun balita di bagian belakang. Ruang kaki dan ruang kepalanya juga cukup lega. Sebuah kredit khusus layak diberikan untuk ruang kepalanya yang cukup lega, mengingat Yaris terbaru tampil dengan bodi yang lebih rendah, namun kepala orang setinggi 175 cm pun masih bisa leluasa bergerak di dalam tanpa takut membentur atap.

Penambahan panjang bodi tentu saja membuat kompartemen bagasi Yaris kini kian lapang dari pendahulunya. Sayangnya, bagasinya tidak rata dengan lantai. Saat kami mencoba memperluas kapasitas bagasi dengan menurunkan jok penumpang belakang dengan konfigurasi 60:40, bagasinya justru makin tidak rata karena kursi penumpang yang dilipat masih menyisakan jarak dengan lantai.

toyota_yaris_7

Pada bagian bawah lantai bagasi, anda akan menemukan sebuah ban cadangan full size, bukan sekedar ban pengganti tipe space saver dengan velg model kaleng saja.

Impresi Berkendara

Seperti yang sudah kami bahas di awal, Yaris masih memakai mesin yang sama dengan pendahulunya. Bahkan juga mesin yang sama seperti pada Toyota Limo. Mesin ini memang diakui berbagai kalangan sebagai mesin yang cukup bandel dan teruji ketahanannya.

Sayangnya, kami merasa mesin ini sudah tidak cocok untuk dipasangkan pada Yaris terbaru. Adanya ubahan desain yang menambahkan panjang, lebar dan bobot pada Yaris ini membuat power to weight ratio mobil jadi berkurang. Memang, mesin cukup responsif saat dipaju pada jalanan rata perkotaan, namun akan menjadi kewalahan dan kekurangan tenaga saat dipakai melintasi daerah tanjakan. Pada saat kami melakukan pengujian di daerah pegunungan dengan kontur jalanan berliku, kami terpaksa harus rajin-rajin mengoper ke gigi 1 agar mesin masih bisa dipacu menanjak.

toyota_yaris_13

Suspensi mobil ini sebenarnya cukup empuk dan mampu meredam goncangan di dalam kabin dengan baik, akan tetapi hal ini membuat mobil sedikit goyah jika dipacu dengan kecepatan tinggi. Body roll-nya juga cukup terasa meskipun tidak terlalu signifikan. Kemudi yang memakai electronic power steering-nya terasa cukup berat dibandingkan dengan rival-rivalnya. Namun kami rasa hal ini tak mengganggu, apalagi dengan pengaturan setir yang berat cukup membuat kendali mobil ini lebih stabil.

toyota_yaris_14

Untuk peredaman kabin, suara benturan ban dengan jalan (road noise) masih cukup terdengar keras. Apalagi saat digunakan untuk melintasi jalanan yang bergelombang atau tidak rata, maka suara yang dihasilkan cukup mengganggu telinga.

Yaris masih memakai transmisi yang lama, yaitu manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan. Untuk mobil yang kami tes, transmisi manual yang dipakai agak kedodoran kinerjanya. Baik mengoper tuas ke gigi mundur ataupun berpindah ke gigi yang lebih kecil saat menanjak.

Kesimpulan

Menurut kami, Yaris generasi kedua ini masih mampu bersaing di segmen city car hatchback kelas 1.500 cc, terbukti dari angka penjualannya yang cukup memuaskan. Faktor mesin dan transmisi lama yang dipakai tertutupi oleh desain baru yang sporty dan menyasar pangsa anak muda. Meski demikian, mobil seharga Rp 265 juta ini masih harus berbenah jika ingin menjegal pesaing di kelasnya macam Honda Jazz, Mazda 2 ataupun Ford Fiesta.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY