Izin Impor Diblokir, Subaru Indonesia Terpaksa Tidak Jualan Sejak Januari 2015

Izin Impor Diblokir, Subaru Indonesia Terpaksa Tidak Jualan Sejak Januari 2015

1266
0
BERBAGI

Bulan Juli tahun 2014 lalu Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) melakukan audit terhadap Motor Image Indonesia (Subaru Indonesia) terkait permasalahan pembayaran pajak untuk aktivitas impor pada tahun 2013, dan bulan Mei 2015 Pengadilan Pajak telah memenangkan Direktorat Jendral Bea dan Cukai serta mewajibkan Subaru Indonesia untuk membayar hutang pajak sebesar Rp 1,5 triliun.

Permasalahan muncul lantaran Subaru Indonesia diduga telah melakukan pemalsuan dokumen impor, dimana dalam dokumen disebutkan bahwa mobil yang masuk ke Indonesia merupakan mobil jenis berpenggerak 2 roda, namun pada kenyataannya yang masuk adalah mobil jenis berpenggerak 4 roda. Atas dasar hal itu, Subaru Indonesia diwajibkan membayar kekurangan pajak sebesar Rp 1,5 triliun.

Tagihan sebesar Rp 1,5 triliun yang dialamatkan kepada Subaru Indonesia seharusnya dibayar minimal 50% terlebih dahulu, akan tetapi Subaru Indonesia tidak melakukan pembayaran sehingga aset perusahaan tersebut terpaksa disita.

Haryo Limanseto selaku Kepala Subsidektorat Humas DJBC menjelaskan bahwa aset yang disita berupa bangunan, rekening, suku cadang, dan kendaraan sebanyak 261 unit. Bahkan, apabila ditotal aset yang dimiliki Subaru Indonesia tidak mencapai Rp 1,5 triliun, akibatnya izin impor Subaru Indonesia diblokir sampai semua tagihan dibayarkan.

Sementara itu, menurut data dari wholesales Gaikindo, penjualan Subaru Indonesia kosong sejak bulan Januari hingga sekarang, atau dengan kata lain Subaru Indonesia tidak melakukan penjualan sama sekali.

Baca Juga Mengenai : Subaru Impreza Sport Hybrid Segera Meluncur di Jepang Pada Bulan Juli 2015

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY