Honda Brio Satya Tipe E Review Indonesia

4160
0
BERBAGI

Honda memperkenalkan Brio pada tahun 2011 silam dengan basis produksi di India dan Thailand sebelum akhirnya masuk Indonesia setahun kemudian sebagai mobil subkompak 5 pintu yang berada pada kisaran harga Rp 149-170 juta.

Regulasi kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2013 membuat Honda bergerak cepat untuk menyediakan model LCGC dengan Brio sebagai modelnya dan kita kenal sekarang dengan nama Honda Brio Satya.

Eksterior

Desain Brio Satya tidak berbeda dengan Brio non LCGC. Pada tipe Satya E yang sekaligus menjadi tipe tertinggi sudah dilengkapi dengan foglamp.

Velg yang dipakainya berukuran 14 inci. Pada tipe Satya E sudah memakai model alloy, sedangkan untuk tipe dibawahnya masih berjenis steel.

Sebagai produk LCGC, Brio Satya mendapatkan beberapa emblem pembeda dari varian Brio non LCGC yang bisa anda lihat pada adanya logo bunga melati dan emblem Honda Prospect Motor di bagian belakang.

Interior

Interiornya juga tak berbeda jauh dengan varian non LCGC. Hanya saja, pada Brio Satya menggunakan head unit single DIN, berbeda dari Brio non LCGC yang sudah 2DIN.

Multi Information Display dari Brio Satya cukup menarik dan lengkap yang menampilkan beragam informasi, termasuk ECO Indicator dan alarm seatbelt.

Akomodasi penumpang baris kedua sedikit mengecewakan karena tak bisa dibilang luas. Headrest yang disediakan pun tidak tepat dibilang headrest karena hanya sebatas leher. Bagasi Brio terbilang paling sempit dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Pelipatan jok baris kedua untuk menambah kapasitas bagasi pun tak begitu membantu karena hasil pelipatannya tidak rata dengan lantai.

Mesin

Mesin yang dipakai berkapasitas 1.200 cc 4-silinder dengan tenaga mencapai 88 hp. Transmisi untuk Brio Satya hanya tersedia dalam pilihan manual 5-percepatan.

Mesinnya bisa dibilang paling bertenaga untuk segmen LCGC. Rival yang bermesin 1.200 sejauh ini adalah Datsun Go Panca, bedanya Datsun Go Panca menggunakan 3-silinder dan besaran tenaganya jauh di bawah Brio Satya, yakni 68 PS.

Harga

Brio Satya dibandrol dengan rentang harga mulai dari Rp 114.900 juta hingga Rp 125.900 juta.

Impresi Berkendara

Brio Satya memang memiliki handling yang stabil, namun pada beberapa kondisi manuver, terkadang terasa juga sedikit oleng meskipun tak terlalu kentara.

Suspensi mobil ini walaupun tergolong keras, nyatanya mampu memberikan kenyamanan saat melaju di perkotaan. Maka saat melakukan test drive, kami cenderung menyebut suspensinya empuk. Bagaimanapun juga, sebagai city car penggunaan Brio Satya lebih diprioritaskan untuk keperluan sehari-hari dalam kota, sehingga tingkat keempukan suspensinya masih bisa kami toleransi.

Kesimpulan

Untuk kelas LCGC, Brio Satya masih menjadi primadona karena memiliki desain yang menarik dan memiliki performa mumpuni. Sayangnya kapasitas mobil ini kurang layak untuk dipergunakan untuk 5 orang, karena tidak begitu lapang.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY