Hyundai Grand i10 Review Indonesia

1399
0
BERBAGI

Pasar city car di Indonesia tak hanya diramaikan oleh pemain-pemain asal Negeri Sakura saja, karena pabrikan lain dari Korea juga memunculkan lini terdepannya untuk segmen tersebut.

Sedikit mundur ke belakang, pada tahun 2000-an awal anda akan mendapati Hyundai Atoz sebagai salah satu mobil yang cukup laris diminati. Beberapa waktu kemudian, tepatnya tahun 2007, Hyundai merilis Hyundai i10 sebagai pengganti dari Atoz. Kini, i10 muncul lebih segar dengan penamaan baru, yakni Grand i10.

Seperti apa impresinya?

Eksterior

Tampilan eksterior dari Grand i10 ini cukup menarik, terlebih dengan desain fluid sculpture ala Hyundai yang membuatnya tampil dinamis.

Grille yang dipakainya berbentuk hexagonal yang cukup lebar diapit dengan lampu utama yang masih menggunakan halogen. Sementara salah satu keunikan dari mobil ini adalah sudah menggunakan LED DRL yang diletakkan di sebelah foglamp.

Velg yang digunakannya berukuran 14 inci dengan desain palang yang cukup menarik.

Beralih ke belakang, unit Grand i10 tipe GLS yang kami ulas ini memberikan kemudahan dalam mengakses kompartemen bagasi karena pada kunci berjenis folding key-nya sudah memberikan tombol untuk membuka pintu bagasi.

Kapasitas bagasinya tidak bisa dibilang luas, meskipun masih lebih lega dibandingkan dengan Honda Brio misalkan. Untuk menambah kapasitas bagasi, anda bisa melipat kursi penumpang baris kedua, hanya saja anda harus melepas dulu tray cover di bagian bagasi. Kekurangan lainnya, lantai bagasi yang tidak rata dan hasil pelipatan kursi baris kedua yang juga tidak rata membuat anda tidak bisa maksimal dalam memuat barang berukuran besar.

Hyundai menempatkan ban cadangan pada lantai bagasi berikut dengan perangkat lainnya seperti dongkrak. Ruang penyimpanan ini tergolong cukup rapi dan pas untuk menyimpan ban berukuran 14 inci bervelg kalengnya.

Interior

Interiornya beraksen dua warna (two-tone). Grand i10 memiliki head unit model touch screen yang sayang sekali tidak diberikan akses pengaturan pada lingkar kemudi karena pada setir hanya terdapat tombol untuk mereset MID saja tanpa audio switch control. Ini agak sedikit merepotkan jika anda bermaksud mengganti saluran radio atau track lagu karena harus mengoperasikan langsung melalui layar sentuhnya. Fokus menyetir anda akan sedikit terganggu karena terpaksa mengalihkan pandangan dari jalan ke head unit.

Jok yang digunakan pada Grand i10 nampak lebih unggul dibanding beberapa kompetitornya, terlebih sudah memiliki headrest terpisah yang bisa diatur ketinggiannya. Jelas lebih menyenangkan jika dibandingkan dengan kompetitor lain yang memberikan jok menyatu dengan headrest-nya.

Akomodasi penumpang di baris kedua juga diperhitungkan dengan baik karena memberikan leg room dan head room yang lega. Grand i10 juga memberikan headrest pada tiga bangku di baris keduanya, sehingga benar-benar mampu menopang kepala, tidak sekedar menopang leher atau bahu seperti lawan-lawannya.

Impresi Berkendara

Hyundai Grand i10 menggunakan mesin berkapasitas 1.250 cc bertransmisi manual 5-percepatan dengan tenaga mencapai 87 hp yang cukup responsif. Karena memakai electric power steering, maka tentu saja pengendalian setirnya menjadi ringan. Meski begitu, saat anda melaju dalam kecepatan tinggi, setir akan otomatis menjadi lebih berat untuk memberikan kestabilan pada kemudi.

Kekedapan kabin dari kendaraan di sekitar maupun road noise cukup teredam dengan baik, bisa dibilang mengingatkan kami pada jenis kekedapan pada KIA Rio.

Suspensinya cukup empuk untuk kondisi jalanan perkotaan, namun agak keras untuk dipakai melaju pada jalanan bergelombang. Meski begitu, suspensi Hyundai Grand i10 masih bisa dibilang nyaman untuk kelas city car model hatchback.

Hyundai masih perlu memperhatikan faktor keamanan mobil ini, karena meskipun sudah dibekali ABS, Hyundai Grand i10 hanya memiliki satu buah air bag dan tidak memiliki jok dengan ISOFIX.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY