Toyota Grand New Avanza Review Indonesia

2687
0
BERBAGI

Setelah sebelumnya memberikan preview singkat mengenai peluncuran Toyota Grand New Avanza di bulan Agustus lalu, kali ini kami berkesempatan menjajal langsung mobil yang menjadi andalan Toyota di Indonesia ini. Unit yang kami coba kali ini adalah Grand New Avanza tipe G 1.3 manual.

Eksterior

Tampilan muka berubah drastis dengan adanya grille baru yang cukup besar dan mengingatkan kita pada grille Innova yang masih beredar saat ini (sedangkan pada Innova yang akan muncul akhir November ini, grille-nya berdesain keen look seperti grille pada Avanza Veloz).

Tak ada perubahan signifikan pada sisi samping mobil ini selain penggunaan side impact beam yang menjadi nilai lebih untuk faktor keselamatan dan berfungsi melindungi penumpang dari benturan yang datang dari arah samping.

Pada bagian belakang ada ubahan desain lampu belakang dan beberapa detail lain yang tidak terlalu berbeda dengan pendahulunya.

Interior

Dari segi interior, Grand New Avanza memakai kelir berwarna abu-abu gelap dan memakai head unit 2DIN baru, berbeda dari tipe tertingginya yang sudah memakai layar sentuh.

Bangku baris kedua mendapatkan tambahan head rest tengah, sementara pada bangku baris ketiga kini kursinya dibuat terpisah dengan konfigurasi 50:50, berbeda dari sebelumnya yang dibuat menyatu.

Safety

Toyota nampaknya mulai memberikan perhatian lebih pada fitur keamanan Grand New Avanza. Ini bisa dilihat dari penambahan fitur keamanan seperti penggunaan Antilock Braking System (ABS) di hampir semua tipe kecuali tipe terendahnya, yaitu E standar yang juga ditawarkan dalam varian non ABS.

Fitur keamanan lain yang melengkapi mobil ini antara lain: jok tengah dengan ISOFIX serta kunci dengan immobilizer, warning seatbelt untuk penumpang dan power window dengan jam protection.

Penambahan fitur keselamatan ini tentunya hal yang baik, terlebih sebelumnya Avanza hanya mendapatkan skor 33% dari maksimal 100% di uji tabrak ASEAN NCAP untuk uji perlindungan terhadap anak kecil di bangku belakang. Angka ini tentu cukup mengecewakan jika dibandngkan dengan Daihatsu Sirion misalnya, yang mendapat skor 71%.

Impresi Berkendara

Unit test drive yang kami jajal menggunakan mesin 1.300 cc dengan dual VVTi yang mendapat peningkatan besaran tenaga, dari sebelumnya 92 hp menjadi 97 hp. Berbeda dengan varian 1.500 cc yang meskipun tenaga dan torsinya sama seperti sebelumnya, yakni 104 hp dan 137 Nm, namun untuk mencapai torsi tersebut cukup dalam putaran 4.200 rpm saja.

Berhubung mobil yang kami gunakan adalah varian 1.300 cc, maka jelas keluaran tenaganya berbeda dengan varian 1.500 cc. Pada beberapa kondisi kami masih merasakan bahwa varian 1.300 cc sedikit ‘ngeden’, bahkan jika dibandingkan dengan Great New Xenia yang pernah kami coba secara terbatas beberapa waktu lalu.

Penggunaan mesin dengan dual VVTi terasa cukup berpengaruh pada tingkat efisiensi bahan bakar dan output tenaga dari mobil ini. Selain itu Avanza kini mendapatkan Eco Indicator di bagian MID nya sehingga membantu anda untuk memantau cara berkendara agar mendapatkan tingkat efisiensi yang lebih baik.

Kekedapan kabin juga lebih baik dari sebelumnya dan mampu meredam road noise maupun suara dari mesin hingga 15%. Suspensi juga mendapat ubahan setting sehingga lebih ramah dibanding sebelumnya, apalagi selama ini Avanza dikenal memiliki suspensi yang keras dan amat terasa jika digunakan untuk melaju pada jalanan berkontur buruk.

Kesimpulan

Kenaikan harga Avanza terbaru yang mencapai Rp 10 hingga Rp 15 jutaan membuat mobil ini dijual dengan harga mulai dari Rp 183 juta hingga Rp 232 juta. Ini tentu membuat konsumen terkejut, terlebih dengan kondisi ekonomi yang sedang lesu. Meski demikian, kenaikan harga tersebut bukan tanpa hasil karena Avanza sudah memberikan beberapa peningkatan pada bagian keselamatannya. Menurut kami, Avanza masih akan mampu bertahan beberapa waktu kedepan sebagai mobil terlaris di Indonesia meskipun harganya meningkat dan desain terbarunya kerap diperdebatkan beberapa kalangan.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY