KIA Sorento Review Indonesia

2342
0
BERBAGI

Segmen SUV di Indonesia selama ini lebih didominasi oleh pabrikan asal Jepang semisal Toyota Fortuner maupun Mitsubishi Pajero Sport ataupun pemain dari negeri Paman Sam, Ford Everest. Meski begitu, pabrikan asal Korea Selatan seperti KIA juga memiliki SUV yang tak kalah jika dibandingkan dengan kompetitornya tadi.

Adalah KIA Sorento, yang memiliki potensi cukup besar bagi anda yang sedang mempertimbangkan untuk mencari SUV. Kenapa demikian? Berikut ini ulasannya.

Eksterior

KIA Sorento berbagi platform dengan Hyundai Santa Fe. Grille model Tiger Nose khas KIA langsung menjadi ciri tersendiri bagi mobil ini jika dilihat dari depan. Lampunya sudah memakai proyektor dan ada positioning lamp yang terletak segaris diatas lampu utama.

Turun kebawah, terdapat dua buah lampu bertumpuk yakni cornering lamp dan foglamp. Cornering lamp berfungsi untuk menerangi sisi jalan saat anda berbelok. Jika misalkan anda menyalakan lampu sen ke arah kiri, maka cornering lamp di sebelah kiri akan menyala untuk memberikan cahaya ke arah belokan yang dituju.

Pada bagian kakinya, Sorento menggunakan velg alloy berukuran 18 inci. Terdapat roof rails dan panoramic sunroof dibagian atas mobil ini.

Melihat garis bagian belakangnya, mobil ini nampak memiliki sentuhan khas Audi. Jika dilihat lebih teliti, akan mengingatkan kita pada Q Series dari Audi, semisal Q7. Wajar saja, karena Peter Schreyer sang desainer merupakan jebolan desainer Audi. Setidaknya, meskipun boleh dibilang bercitarasa Audi, ini membuat model mobil KIA terkini lebih dinamis ketimbang model-model lawasnya.

Kapasitas bagasi bisa dibilang tidak memadai jika seluruh bangku didirikan, hanya menyisakan ruang kecil untuk menyimpan perlengkapan di bawah lantainya. Namun jika bangku baris ketiga dilipat, maka terciptalah sebuah ruang yang lapang untuk bagasi anda. Pelipatannya pun baik, karena rata lantai sehingga memudahkan anda untuk memasukkan barang ke dalam mobil.

Interior

Kabin Sorento terasa mewah dengan balutan aksen gelap di sekujur kabin. Fiturnya tergolong lengkap, mulai dari penggunaan head unit dengan layar sentuh yang sudah terintegrasi juga dengan kamera mundur, Head rest monitor untuk penumpang baris kedua, maupun Multi Information Display yang informatif.

Joknya pun terasa nyaman sekali dengan balutan kulit. Sayangnya pengaturan jok mobil ini masih manual, walaupun bisa diatur ketinggian dan posisi maju-mundurnya.

Salah satu yang kami suka dari mobil ini adalah panoramic sunroofnya yang makin menonjolkan aura mewah mobil ini. Pengaturannya pun mudah dan bisa anda atur sesuai keinginan.

Untuk penumpang di baris kedua, terasa dimanjakan dengan adanya head rest monitor. Selain itu, ruang kaki dan kepalanya juga terasa lega. Maklum, mobil ini termasuk salah satu SUV yang paling lebar di kelasnya. Sedangkan untuk penumpang baris ketiga, akomodasinya masih seperti kebanyakan mobil 7-seater, terasa sempit jika penumpang didepannya tidak mengatur joknya lebih maju.

Safety

Beberapa kali menjajal mobil dari KIA, kami merasa kecewa karena KIA banyak menyunat fitur-fitur penting terkait keselamatan. Pada unit test drive yang kami jajal, Sorento memberikan dual SRS airbag dan rem dengan ABS+EBD. Ini tentu berbeda dari versi luar negeri yang sudah lengkap dengan kontrol traksi dan stability control.

Menurut salah satu sumber kami di KIA, pemangkasan tersebut selain bertujuan menekan harga jual juga berdasarkan survey yang menunjukkan bahwa pembeli mobil di Indonesia mayoritas tidak terlalu mementingkan fitur keselamatan. Bahkan disinyalir tak banyak pengguna mobil yang tahu apa saja fungsi-fungsi fitur yang tersedia pada mobilnya.

Sangat disayangkan bukan?

Impresi Berkendara

Unit yang kami jajal adalah varian mesin bensin berkapasitas 2.4 L dengan transmisi otomatis 6-percepatan. Tenaganya boleh dibilang masih kalah dengan varian diesel 2.2 L -nya. Meski begitu, tingkat kenyamanan dari suspensi yang empuk dan kekedapan kabinnya layak diapresiasi. Benar-benar memanjakan pengendara dan penumpangnya.

Buntut dari suspensi yang empuk adalah body roll yang cukup terasa jika bermanuver. Namun kami rasa wajar, mengingat ini adalah mobil dengan ukuran bodi yang cukup besar.

Setirnya sudah dilengkapi dengan Motor Driven Power Steering yang membuatnya amat ringan. Beberapa waktu lalu kai menjajal Nissan X-Trail yang disebut-sebut memiliki setir terlalu ringan. Setelah menjajal Sorento, kami rasa setir mobil ini justru jauh lebih ringan.

Meskipun telah dibekali dengan kamera mundur yang terintegrasi dengan head unitnya, mobil ini tak dilengkapi dengan parking sensor yang membua pengemudi tetap harus lebih berhati-hati saat mundur karena mobil tidak memberikan peringatan jika ada objek yang sudah berada di dekatnya.

Kesimpulan

Dengan harga jual mencapai Rp 487 juta untuk varian bensin dan Rp 525 juta pada varian diesel, kami rasa sudah cukup jelas bahwa konsumen mobil ini akan tersegmen pada kelas menengah atas. Jika demikian, rasanya KIA Indonesia tak perlu terlalu banyak memangkas fitur. Boleh jadi KIA beralasan akan susah bersaing dengan kompetitor jika menjual mobil ini dengan harga lebih mahal, namun fitur yang lengkap dan performa yang baik nantinya akan menjadi nilai lebih bagi mobil ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY