All New Honda Jazz RS Review

8431
0
BERBAGI

Honda Jazz boleh dibilang sebagai salah satu mobil yang mengawali tren city car hatchback di Indonesia. Generasi pertamanya diperkenalkan tahun 2001 di Jepang, dan di Indonesia baru masuk pada tahun 2003. Sementara itu, generasi keduanya diperkenalkan di tokyo motor show 2007 dan masuk Indonesia tahun 2008. Untuk generasi ketiga, masuk ke indonesia pada tahun 2014.

Eksterior

Desain eksterior dan interior mobil ini berubah total, tampilan mukanya sudah menganut bahasa desain Honda terkini, Solid Wing Face. Untuk tipe RS ini lampu depannya sudah memakai LED proyektor, tetap mempertahankan pemakaian velg berukuran 16 inci tapi sayangnya rem belakangnya sekarang menggunakan rem tromol, padahal di generasi kedua dia sudah memakai cakram di roda depan dan belakang. Oke, ini mungkin untuk memangkas cost produksi dan menekan harga jualnya agar bisa lebih kompetitif di pasar Indonesia, tapi selain itu, untuk mobil yang tidak ditujukan untuk keperluan performa, rasanya tidak terlalu masalah untuk tidak menggunakan rem cakram di roda belakangnya, walaupun boleh dibilang ini sebuah penurunan untuk honda Jazz.

Body mobil ini sekarang lebih kompak dan garis bodinya lebih kaku sehingga terlihat lebih sporty. Tapi sayangnya masih memakai mesin lama, padahal di luar negeri Honda Jazz sudah memakai mesin dengan teknologi Earth Dreams. Jadi apakah performanya akan se-sporty penampilannya?

Performa

Mesin yang dipakai berkapasitas 1.500 cc dengan tenaga 120 hp dan torsi 145 nm, sementara untuk Jazz RS berteknologi Earth Dreams, tenaga dan torsinya naik sekitar 132 hp dan 155 nm.

Honda Jazz RS menggunakan CVT. Keuntungannya, konsumsi BBM jadi lebih irit, tapi berpengaruh pada impresi fun to drivenya. Jazz juga dilengkapi paddle shift. Bagaimana cara kerjanya? Komputer akan merekayasa transmisi CVT ini menjadi seakan-akan 7 percepatan yang bisa kita kendalikan dari paddle shift ini, jadi bukan 7 percepatan sungguhan. Setirnya sekarang juga lebih ringan dari yang lama, namun tidak otomatis memberat saat melaju di kecepatan tinggi.

Speedometernya berdesain baru dan memiliki lampu indikator eco yang akan menyala dengan warna hijau jika anda mengemudi secara efisien dan akan berubah biru saat anda beralih pada kecepatan yang lebih tinggi.

Struktur sasis mobil ini sekarang lebih kaku dan berimbas pada handling yang lebih baik serta memberikan kenyamanan yang lebih baik. Jadi boleh dibilang jazz terbaru ini lebih empuk daripada pendahulunya.

Set up suspensi belakangnya ikut diubah, masih menggunakan torsion beam tapi dengan shock atau dumper baru yang mendukung kenyamanan hingga untuk row kedua. Body roll mobil ini lebih terasa daripada model lamanya. Jadi secara tidak langsung, meskipun desainnya sporty, namun mobil ini lebih layak dibilang mengutamakan kenyamanan ketimbang performa.

Interior

Dasbornya terasa driver oriented karena di set mengarah ke pengemudi dan dibekali head unit layar sentuh 6,1 inci yang bisa untuk memutar CD, DVD, aux dll. Meskipun memakai head unit layar sentuh, tapi Jazz ini tidak dibekali dengan kamera mundur maupun sensor parkir. Material yang digunakan masih menggunakan bahan keras seperti halnya kompetitor lain di kelasnya.

Walaupun dari luar terlihat lebih compact, tapi kabinnya justru makin luas. Honda layak diapresiasi untuk hal ini, terlebih dengan fitur Ultra Seat yang membuat pengaturan jok kabin Honda Jazz ini bisa diatur dalam 4 konfigurasi:

Utility Mode:

utility

Long Mode

long

Tall Mode

tall

Refresh Mode

refresh

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY