Kasus “Recall” Mobil di Sepanjang Tahun 2015

Kasus “Recall” Mobil di Sepanjang Tahun 2015

1153
0
BERBAGI

Sejumlah kendaraan tahun 2014 yang terus terjadi hingga sepanjang tahun 2015, menjadi tahun penarikan kembali (recall) bagi sejumlah kendaraan di tengah isu keselamatan otomotif. Pasca merebaknya isu tragedi saklar pengapian pada mobil produksi General Motor hingga meledaknya airbag inflator buatan Takata yaitu pemasok kantong udara asal Jepang. Ada beberapa kasus recall mobil dengan alasan yang kurang masuk akal terjadi.

Berikut ini kasus recall mobil dengan alasan yang ‘aneh’ di tengah kekhawatiran terhadap keselamatan berkendaraan.

  1. Sistem otomatis sunroof yang terlalu mudah digunakan menyebabkan penarikan kembali Cadilac ATS yang cukup janggal di dunia nyata, oleh regulasi keselamatan Pemerintah AS yang dibuat untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.  Dewan Federal Reserve AS mengkalim bahwa seseorang dapat secara tidak sengaja terluka akibat sistem penutup otomatis yang terpasang pada fitur sunroof tersebut. Kasus penarikan kedua terjadi kembali, sehingga penjualan pun dihentikan meskipun pihak perusahaan memasang panel lis baru. Perusahaan kembali mengevaluasi guna memperbaiki model terbaru 2016
  1. Dianggap sebagai model yang memiliki performa tinggi, mobil Porsche Cayenne asal German yang mencatat penjualan terbaik di AS itu harus memperbaiki 2 model SUV nya. Adanya kesalahan dalam proses produksi, Porsche Cayenne Diesel dan Cayenne S ini membutuhkan perbaikan terkait keselarasan suspensi dan sejumlah pengencangan di beberapa bagian. Pihak Porsche menunjukkan bahwa tidak ada masalah yang besar terhadap kendaraan tersebut sehingga tidak perlu dilakukan penarikan kembali.
  1. Sebanyak 3.646 model Audi Q3 harus diperbarui perangkat lunaknya akibat kasus recall yang terjadi. Isu ini menjadi contoh, bagaimana peraturan pemerintah mengakibatkan perbaikan yang ‘aneh’ dikarenakan saat itu mereka mematikan mobil compact crossover dan saat menutup sistem sunrood, atas tersebut akan terus menutup. The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengklaim bahwa sistem yang berguna ini tidak sesuai dengan aturan federal yang menyatakan bahwa panel geser tersebut berpotensi meluaki seseorang jika ada bagian tubuh yang terjulur keluar sunroof tersebut.
  1. Rolls Royce menarik Satu model Ghost 2015. Pihak perusahaan menemukan bahwa kantung udara di kursi depan berpotensi tidak memenuhi persyaratan pemerintah dan menarik kembali satu model mobil tersebut di AS untuk mengganti sejumlah komponen penting. Ini disebut layanan konsumen.
  1. Tesla menemukan satu contoh model di Eropa bermasalah dengan sabuk pengaman yang tidak benar melekat pada penguncinya. Mobil listrik buatan Tesla telah dilengkapi dengan sejumlah teknologi muktahir, namun masalah sederhana telah memaksa pihak perusahaan untuk menarik kembali setiap Model S di seluruh dunia pada November.Produsen otomotif tersebut tidak dapat menganggap bahwa isu tersebut juga terjadi pada kendaraan lainnya, namun pihak Tesla melakukan pendekatan proaktif untuk memeriksa seluruh model tersebut. Pengecekan sederhana hanya memerlukan tarikan keras pada sabuk untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

Masih banyak lagi penarikan kendaraan selain hal tersebut diatas, dan merupakan hal yang lumrah di industri otomotif. Yang terpenting adalah, seberapa tanggap dan perhatian, pabrikan mobil atau sepeda motor tersebut merespon kerusakan atau gagal fungsi pada kendaraannya.

Tujuan utamanya adalah untuk melakukan perbaikan dan menjaga keselamatan pelanggan. Selama dari awal produksi mobil atau sepeda motor, serta pendukung industri otomotif, tidak ada niatan untuk membohongi pelanggan.

Belakangan, recall kendaraan ditetapkan sebagai langkah tanggung jawab pabrikan pada kepuasan konsumen.

Baca Juga : Ini Dia Tanggapan Toyota Indonesia Terhadap Kasus Recall 6,5 Juta Unit Mobil

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY