Alasan Dibalik Tutupnya Ford di Indonesia

Alasan Dibalik Tutupnya Ford di Indonesia

1022
0
BERBAGI
New Ford Everest di IIMS 2015 (Foto: Ototaiment)

Meskipun baru beberapa waktu lalu PT Ford Motor Indonesia (FMI) meluncurkan tiga model barunya, yakni New Everest, New Ranger dan New Focus dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di bulan Agustus 2015 silam, ternyata tidak cukup menolong pabrikan asal Amerika Serikat ini untuk tetap mempertahankan eksistensinya di peta otomotif Indonesia.

Secara mengejutkan PT FMI dalam laman resminya mengumumkan akan menutup jaringan bisnisnya pada paruh kedua tahun 2016 ini. Berita ini sontak menimbulkan kehebohan di dunia otomotif dalam negeri, terlebih tidak pernah muncul desas-desus terkait rencana Ford menghentikan operasinya di Indonesia.

Ford Motor Company (FMC) sebagai induk dari PT FMI menyatakan bahwa hengkangnya Ford di Indonesia disebabkan tidak adanya peningkatan signifikan dari sisi penjualan dan dirasa cukup sulit untuk menaikkan pangsa pasar dalam negeri. Ketimbang pertumbuhan terhambat, FMC terpaksa memilih untuk memaksimalkan sumber daya di kawasan lain.

Tak hanya Indonesia yang ditinggalkan Ford, karena Jepang juga menjadi negara yang ditinggalkan Ford sejak pertama beroperasi di Negeri Sakura tersebut pada tahun 1974. Alasan hengkangnya Ford dari Jepang juga masih senada dengan Ford Indonesia, yakni susahnya meningkatkan penjualan dan pangsa pasar.

Tidak adanya fasilitas produksi lokal serta absennya Ford menghadirkan kendaraan di segmen utama membuat Ford sulit bersaing secara bisnis di Indonesia. Bahkan menurut data Gaikindo, tahun lalu Ford hanya mendapatkan 0,6% pangsa pasar mobil di Indonesia atau menjual sekitar 6.013 unit sepanjang 2015.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY