Nissan Juke Revolt Review Indonesia

1537
0
BERBAGI

Sejak pertama diperkenalkan di tahun 2010, Nissan Juke langsung menyita perhatian. Terutama dengan desainnya yang dianggap tidak biasa dan menjadi pro-kontra. Nissan kemudian menghadirkan facelift dari mobil ini tahun lalu dengan varian Revolt sebagai yang terbaru dan termahal.

Eksterior

Berhubung Juke Revolt ini bleh dibilang masih merupakan varian facelift, maka ubahannya masih tergolong minor change. Desain eksteriornya meskipun masih kontroversial namun kini nampak lebih sporty pada varian Revolt ini. Kalau anda perhatikan, lampu model bumerangnya ini mirip dengan lampu pada Nissan 370Z. Bahkan kalau mau dibandingkan secara sekilas, garis atapnya pun tak jauh berbeda.

Juke Revolt menggunakan headlamp proyektor xenon dengan auto levelling dan auto on/off. Ada juga lampu senja dengan efek yang mirip LED DRL. Pada bodinya ada body stripping yang dapat anda lihat pada bagian depan, belakang dan sisi sampingnya. Velg yang dipakai berukuran 17 inci, dan terdapat kamera mundur di bagian belakang serta sensor parkir.

Interior

Pindah ke dalam, Revolt mempunyai head unit berukuran 7 inci touchscreen dengan OS Android. Salah satu yang menarik dari head unit ini adalah adanya instalasi game. Lumayan berguna untuk membunuh waktu saat menunggu. Teknologi I-CON drive mode-nya berfungsi untuk pengaturan suhu ruangan dan pilihan mode berkendara yang bisa dipilih mulai dari Eco Mode, Normal Mode dan Sport Mode.

Konsol tengahnya mempunyai bentuk seperti tangki bensin sepeda motor. Setirnya berlapis kulit dengan audio switch control dan setir ini dapat diatur secara tilt saja, tidak telescopic. Sementara itu, kursi pengemudi dapat diatur ketinggiannya, namun masih manual, belum elektrik. Untuk sistem keamanan, terdapat 2 SRS airbag dan sistem pengereman dengan ABS+EBD+BA. Pada varian Revolt, hanya tersedia transmisi Xtronic CVT saja, alias tidak ada manual.

Impresi Berkendara

Saat mengemudikan mobil ini, terus terang kami agak sedikit canggung karena visibilitas mobil ini kami rasa cukup terbatas. Pada bagian depan, desain kap yang sedikit menggelembung membuat kami agak kesulitan untuk menerka jarak di depan saat ingin berputar, misalkan. Selain itu, kaca bagian belakangnya juga terbilang sempit, sehingga jika bangku baris kedua terisi penuh oleh penumpang, apalagi yang memiliki tinggi badan di atas 170 cm, maka otomatis pandangan spion tengah untuk memantau melalui kaca belakang akan terhalang.

Untuk tenaganya, berhubung masih menggunakan mesin lama berkode HR15DE dengan kapasitas 1.500 cc, maka tak ada peningkatan signifikan. Mesin masih menghasilkan tenaga sebesar 114 PS yang tak akan jauh berbeda meski dalam mode Sport.

Kenapa demikian?

Tak seperti mobil yang memang ditujukan untuk keperluan performa, mode Sport pada mobil semacam ini tidak mempengaruhi setting suspensi maupun penunjang performa lainnya.

Mode Sport pada Juke Revolt hanya berpengaruh untuk menahan rpm agar bisa ‘dipaksa’ hingga rpm tinggi sebelum pindah ke gigi yang lebih tinggi. Ini berkebalikan dengan mode Eco yang justru akan memindahkan gigi sebelum rpm naik tinggi, biasanya ada di kisaran 2.500 rpm hingga 3.000 rpm.

Dengan pengaturan semacam ini, kami cenderung lebih menyukai mode Normalnya saja karena saat menggunakan mode Sport, mesin seakan dicekik dan dipaksa bekerja ekstra. Raungan mesin yang menahan agar perpindahan gigi dapat berada pada rpm yang lebih tinggi cukup mengganggu hingga ke dalam kabin.

Body roll mobil ini cukup terasa saat digunakan bermanuver. Tapi ini masih dalam batas wajar dan bisa ditolerir, apalagi bodi mobil memang tergolong besar layaknya sebuah crossover. Meski begitu, suspensinya nyaman untuk melibas kontur jalanan yang rusak. Sayangnya kekedapan kabin tak terlalu istimewa, sehingga road noise-nya masih terdengar cukup keras.

Sebagai mobil yang berada pada segmen Crossover dan berbagi kelas dengan Honda HR-V, kelapangan kabin Nissan Juke tergolong memprihatinkan. Bangku baris kedua cukup sempit, baik dari sisi leg room maupun head room-nya. Ini tentu membuat penumpang dengan tinggi di atas 170 cm dan berbadan bongsor akan merasa tersiksa selama perjalanan.

Dari hasil pengujian ini, kami menyimpulkan bahwa Nissan Juke Revolt memang cukup nyaman untuk dikendarai baik di jalan raya maupun di jalanan dengan kontur jelek. Kenyamanan tersebut sayangnya tidak bisa diterapkan pada penumpang di bangku keduanya akibat kurangnya kelapangan kabin. Namun keberanian Nissan untuk membuat mobil dengan desain yang ‘nyeleneh’ ini patut diapresiasi, meskipun nantinya kami rasa Nissan harus terus menyempurnakan mobil ini jika ingin tetap bersaing kompetitif dengan lawan-lawannya. Untuk harga, Nissan Juke Revolt dihargai mulai dari Rp 285 juta – Rp 295 juta.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY