3 Alasan Kenapa Mobil Listrik Belum Cocok Dikembangkan di Indonesia

3 Alasan Kenapa Mobil Listrik Belum Cocok Dikembangkan di Indonesia

1939
0
BERBAGI

Mobil listrik kini menjadi salah satu kandidat kuat alternatif untuk menggantikan kendaraan berbasis bahan bakar minyak di Indonesia. Harapannya semakin cerah, apalagi dengan menangnya 7 tim mahasiswa Indonesia di SEM Asia 2016. Akan tetapi teknologi yang dicapai mobil listrik saat ini tampaknya belum mampu menyamai kepraktisan yang disediakan oleh mobil berbahan bakar minyak. Untuk menggiring animo masyarakat berpindah ke mobil listrik sebagai kendaraan pribadi niscaya akan menjadi usaha yang tidak mudah.

Indonesia saat ini sudah memiliki beberapa mobil listrik yang di elu-elukan sebagai calon kuat mobil listrik nasional, dua diantaranya adalah Selo dan Tucuxi. Mobil Selo yang kini dilirik oleh negeri tetangga tersebut tidak luput dari kekurangan yang menyelimuti mobil berbasis listrik. Sementara Tucuxi pun mulai meredup setelah kecelakaan yang menimpanya ketika di tes.
Indonesia memang sedang bergelut dengan mobil listrik nasional, akan tetapi tampaknya hal tersebut harus menunggu beberapa waktu lagi sebelum menjadi kenyataan. Berikut kami berikan tiga kelemahan mobil listrik:

1. Terlalu Bergantung pada Kapasitas Baterai

Sebagai kendaraan yang menggunakan motor listrik, penggunaan baterai sebagai sumber tenaga adalah suatu hal mutlak. Meski begitu, kapasitas baterai masih terbatas karena hanya memiliki kemampuan bertahan beberapa jam atau penggunaan hingga sekitar jarak tempuh 120 km saja.

mobil-listrik-baterai
Baterai mobil listrik masih memakan tempat dan menambah bobot kendaraan (Foto: Energitoday)

Penggunaan komponen baterai juga masih besar untuk mendapatkan energi yang besar. Bentuk baterai yang besar dan berat juga dinilai akan mempengaruhi daya gerak kendaraan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY