Mengenal Turbocharger dan Supercharger Serta 4 Perbedaannya

Mengenal Turbocharger dan Supercharger Serta 4 Perbedaannya

5464
0
BERBAGI

Meningkatkan tenaga mobil memakai piranti forced induction (induksi paksa udara) memang bisa menghasilkan tenaga yang lebih kuat. Gambaran utama dari proses ini adalah memasukkan udara yang lebih padat dibandingkan pasokan asli dari mesin bawaan mobil lalu menekan udara tersebut ke saluran intake manifold mesin. Pemakaian supercharger dan turbocharger bisa menjawab tantangan tersebut, keduanya bisa menambah pasokan udara dari luar yang akan digunakan dalam proses pembakaran dalam mesin mobil.

Pemakaian supercharger dan turbocharger memang terbukti bisa meningkatkan daya mesin mobil secara drastis. Meskipun prinsip kedua kompresor turbin ini sama, kedua piranti ini memiliki perbedaan yang signifikan terutama pada sumber penggerak putaran turbin-nya. Untuk menggerakkan komponennya, supercharger menggunakan sumber tenaga putaran mesin sementara turbocharger lebih memanfaatkan tekanan gas yang dihasilkan dari sisa pembakaran. Bagaimana kedua piranti ini bekerja dan apa saja perbedaan keduanya? mari simak ulasan berikut.

Prinsip Kerja Supercharger dan Turbocharger

Prinsip supercharger pertama kali ditemukan oleh kakak beradik Philander dan Francis Marion Roots pada tahun 1860 di Connersville, Indiana AS. Sumber putaran supercharger tersedia dalam tiga macam yaitu twin scroll supercharger yang berupa ulir, roots supercharger yang berupa sepasang lobe dengan rongga serta sentrifugal yang mengumpulkan udara ke dalam.

Tiga Jenis Supercharger
Tiga Jenis Supercharger (Foto: Yellow Bullet)

Salah satu kelebihan supercharger adalah putaran bawahnya yang bisa didongkrak sejak stasioner dan putaran rendah sehingga respon mesin terhadap akselerasi bisa meningkat lebih tajam. Piranti yang biasanya digunakan untuk mobil bermesin V8 keatas semacam Mustang ini sayangnya menghasilkan tenaga yang kurang maksimal karena putaran mesin yang menjadi sumber tenaganya hanya berputar kurang dari 7000 rpm. Sementara efisiensinya juga kurang dikarenakan memakai hampir sepertiga daya mesin hanya untuk membuat komponennya berputar.

Supercharger Pada Mesin V8
Supercharger Pada Mesin V8 (Foto: Auto Car)

Sementara turbocharger yang ditemukan oleh Alfred Buchi, seorang insinyur dari Swiss, tidak mengikuti putaran mesin tetapi mengompres sisa gas buang untuk dipadatkan kembali sehingga bisa berputar hingga 70.000 rpm. Dengan dua turbin yang terhubung dalam satu poros, turbin sekunder fungsinya menjadi kincir penggerak yang memutar turbin kompresor utama.

Alfred Buchi dan Skema Turbocharger
Alfred Buchi dan Skema Turbocharger (Foto: Speed Hunters)

Selain menghemat bahan bakar, pemasangan turbocharger juga dapat menambah daya mesin secara tajam. Sayangnya gas buang pada turbocharger yang digunakan untuk memutar turbin harus memiliki cukup tekanan sehingga mesin harus berputar pada rpm tertentu. Pada proses sebelum mencapai rpm yang membuat turbo bekerja secara optimal, terdapat jeda yang membuat mesin terasa seperti tidak bekerja yang kemudian disebut sebagai turbo lag.

Intercooler
Intercooler (Foto: Uniq Performance)

Pada kedua piranti ini, udara udara yang terhisap semakin meningkat seiring besarnya tekanan udara karena perangkat ini terhubung dengan sumber panas yaitu saluran gas buang. Disinilah dibutuhkan intercooler yang biasanya diletakkan di bawah bemper atau di balik kap mobil untuk menurunkan kembali udara yang panas melalui kisi-kisi-nya yang dilapisi water jacket.

Pilih Turbocharger Atau Supercharger?

Untuk anda yang sedang bingung menentukan pilihan pada mobil dengan supercharger atau turbocharger, maka kami telah membuat daftar perbedaan kedua piranti ini yang kemudian bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda:

Diagram Turbocharger dan Supercharger
Diagram Turbocharger dan Supercharger (Foto: Gear Patrol)

1. Jika menginginkan mobil yang responsif maka pilihlah supercharger tapi apabila kecepatan menjadi pilihan anda maka turbocharger adalah jawabannya.

2. Turbocharger yang dianggap memiliki kelemahan karena adanya turbo lag bukan berarti tidak lebih buruk dari supercharger yang hanya efektif di putaran rendah.

3. Lihat juga torsi extra dimana turbocharger mempunyai lebih banyak torsi dibanding jumlah horsepower yang mereka punyai.

4. Yang terakhir adalah harga, turbocharger mungkin terkesan lebih mahal akan tetapi harus dibandingkan juga dengan efisiensi bahan bakarnya.

Turbocharger VS Supercharger
Turbocharger VS Supercharger (Foto: Capuraca)

Nah, kalau anda sendiri lebih memilih yang mana? Silahkan tulis alasan anda di kolom komentar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY