Standar Emisi Euro 4 Akan Diterapkan, Inilah Tanggapan dari 5 Produsen Mobil...

Standar Emisi Euro 4 Akan Diterapkan, Inilah Tanggapan dari 5 Produsen Mobil Besar di Indonesia

3018
0
BERBAGI
(sumber: 78deka)

Teknologi otomotif di luar negeri, terutama untuk negara-negara maju, sudah berkembang pesat dengan performa kendaraan yang jauh lebih baik dan emisi gas buang yang rendah. Emisi yang rendah serta efisiensi bahan bakar yang dikonsumsi tentu saja berdampak luas pada aspek lingkungan. Salah satu hal yang membuat perkembangan teknologi industri otomotif di tanah air ketinggalan adalah masih dipertahankannya standar emisi gas buang Euro 2. Sementara baru akhir-akhir ini muncul wacana hangat mengenai penerapan standar Euro 4 di Indonesia yang rencananya akan diberlakukan pada tahun 2018.

Meski begitu, wacana ini masih menjadi perdebatan karena kualitas bahan bakar di negara ini masih tergolong rendah. Ini membuat produsen otomotif enggan untuk memproduksi mesin dengan spesifikasi Euro 4 untuk pasar lokal Indonesia, dimana standar Euro 4 memerlukan pemakaian bahan bakar berkualitas setara Pertamax Plus. Bila tetap nekat memakai bahan bakar kualitas lebih rendah seperti yang banyak beredar di Indonesia, maka akan merusak mesin dan akhirnya bukan tak mungkin jika konsumen akan meninggalkan produk tersebut.

Tanggapan Pabrikan Otomotif di Indonesia Mengenai Wacana Euro 4

Tentunya pemberlakuan standar Euro 4 akan menimbulkan reaksi yang berbeda-beda dari para produsen mobil di Indonesia. Simak beberapa tanggapan mereka mengenai pemberlakuan standar Euro 4 tersebut:

Asap Mobil
Ilustrasi emisi gas buang (Foto: Okezone)

1. Mercedes-Benz Menyambut Baik Aturan Euro 4

Berkenaan dengan pemberlakuan Euro 4, Mercedes-Benz Indonesia mengaku merasa diuntungkan karena beberapa produk mereka bahkan sudah memakai standarisasi Euro 5 dan Euro 6. Prinsipal Mercedes-Benz di Jerman sendiri sudah menginginkan supaya Mercedes-Benz Indonesia mengikuti standar mobil di Eropa sehingga tidak perlu ada penyesuaian yang mesti mereka lakukan.

Jajaran mobil Mercedes-Benz pada suatu pameran (Foto: Ototaiment)

2. KIA Tinggal Terima Jadi Produknya

KIA Indonesia menyambut baik regulasi Euro 4 karena tidak perlu repot dalam hal teknis. Produk global KIA yang diimpor langsung dari Korea Selatan sudah disesuaikan dengan regulasi di negara masing-masing termasuk mengenai standar emisi gas buang. Bahkan bila nanti Euro 4 sudah diberlakukan, KIA Indonesia tinggal terima jadi saja dari pabrik mereka di Korea Selatan.

KIA Rio Facelift saat diperkenalkan di Indonesia tahun lalu (Foto: Ototaiment)

3. Daihatsu Percaya Diri dengan Pemberlakuan Euro 4

Menanggapi pemberlakuan standar Euro 4, PT Astra Daihatsu Motor mengaku sudah cukup percaya diri. Hal tersebut dikarenakan mereka selama ini sudah mengekspor mobil ke berbagi negara dengan standar Euro 4 sampai Euro 5. Daihatsu sendiri memiliki catalytic converter yang berbeda dibanding merek lain karena bisa meregenerasi selnya sendiri yang membuat komponennya bisa tetap bekerja diatas 100 ribu kilometer.

Daihatsu Copen saat muncul di GIIAS 2016 (Foto: Ototaiment)

4. Honda Siap ke Euro 4 Walaupun Butuh Waktu

Mobil keluaran Honda sudah bisa diterapkan menggunakan standar Euro 4, bahkan yang terbaru sudah mampu memenuhi standar Euro 6. Hanya saja Honda memerlukan waktu untuk mengubah spesifikasi mobil mereka dari Euro yang sudah ada ke Euro 4. Salah satu masalahnya adalah pada bahan bakar, apakah bisa kompatibel dengan mesin Euro 4 atau tidak.

Pabrik Honda di Indonesia
Pabrik Honda di Indonesia (Foto: Kompas)

5. Euro 4 Membuka Potensi Ekspor Bagi Toyota

Toyota mendukung penerapan Euro 4 karena produk mereka sudah berbasiskan perkembangan teknologi yang sesuai dengan Euro 4. Kebijakan Euro 4 bahkan dianggap bisa membuka potensi ekspor bagi Toyota karena mobil ekspor sudah harus menyesuaikn dengan ketentuan negara tujuan ekspor.

Pabrik Toyota di Indonesia
Pabrik Toyota di Indonesia (Foto: Okezone)

Tampaknya hampir tidak ada produsen mobil yang menentang regulasi Euro 4 ini. Tetapi pemberlakuan Euro 4 dipastikan akan menambah biaya dan dalam hal ini konsumen mau tak mau harus ikut menanggung biaya tambahan tersebut dalam bentuk harga mobil yang naik, maupun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak murah. Nah, bagaimana pendapat anda sebagai konsumen otomotif dalam menanggapi pemberlakuan Euro 4 nanti?

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY