Selenggarakan Bangkok International Motor Show ke-37, Akankah Thailand Jadi Kiblat Otomotif ASEAN?

Selenggarakan Bangkok International Motor Show ke-37, Akankah Thailand Jadi Kiblat Otomotif ASEAN?

1162
0
BERBAGI
Pembukaan Bangkok International Motor Show 2016 (Foto: BIMS)

Tiga puluh tujuh tahun silam, tepatnya pada tahun 1979, Prachin Eamlumnow yang saat ini menjabat sebagai President Grand Prix International menggelar Bangkok International Motor Show (BIMS) untuk pertama kalinya di Bangkok, Thailand. Pameran otomotif besutannya itu kini telah menjelma menjadi salah satu pameran otomotif bertaraf internasional yang diikuti oleh berbagai produsen besar di dunia otomotif. Tak hanya itu, BIMS bahkan telah mencatatkan diri sebagai pameran otomotif terbesar kelima di dunia pada tahun 2015 lalu dan membuat Prachin dijuluki “The King of Motorshow” oleh warga Thailand.

Tahun ini, gelaran BIMS ke-37 akan berlangsung pada tanggal 23 Maret – 3 April 2016 di Challenger Hall 1-3 IMPACT Muang Thong Thani, Thailand, dan menempati area pameran seluas 140.000 m2. Seperti BIMS di tahun-tahun sebelumnya, puluhan nama besar di dunia otomotif memadati area yang disiapkan dengan membawa produk-produk andalannya, baik yang berupa konsep maupun kendaraan produksi terbaru. Ajang ini memang kerap dinantikan oleh para produsen untuk lebih memperkenalkan produknya di kawasan Thailand khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya.

Highlights

Gelaran BIMS 2016 mengusung tema No Boundary Mobility, yang menurut Prachin dapat diartikan sebagai lambang pencerminan dari industri otomotif internasional yang telah berkembang dengan inovasi dan teknologi canggih untuk mencapai dan melampaui sejumlah batasan.

Suasana Bangkok International Motor Show 2016 (Foto: BIMS)
Suasana Bangkok International Motor Show 2016 (Foto: BIMS)

Menurut rilisnya, BIMS 2016 diramaikan oleh lebih dari 30 pabrikan roda empat dan 10 pabrikan roda dua yang didukung pula oleh eksibitor dari sektor aftermarket. Menurut Prachin, pada BIMS 2016 para pengunjung akan berkesempatan menyaksikan inovasi otomotif yang lebih canggih seperti mobil bertenaga listrik dan mobil plug-in hybrid yang tenaganya bisa diisi ulang dengan soket listrik rumah.

Deretan Mobil Baru di BIMS 2016

Kemunculan mobil produksi terbaru merupakan sesuatu yang dinanti-nanti. Salah satu kontingen jebolan Geneva Motor Show 2016, Aston Martin DB11 ikut hadir di BIMS 2016. Mobil penerus DB10 ini sempat disebut-sebut sebagai DB-Series paling efisien dari para pendahulunya.

Aston Martin memboyong DB11 ke BIMS 2016 (Foto: BIMS)
Aston Martin memboyong DB11 ke BIMS 2016 (Foto: BIMS)

Isuzu juga memanfaatkan momentum BIMS 2016 untuk melepas Isuzu MU-X terbaru. SUV ini ditawarkan menggunakan mesin baru berkode RZ4E-TC 1.9 L Ddi Blue Power dengan tenaga 148 hp dan torsi 350 Nm yang dipadukan dengan opsi transmisi manual 6-percepatan dan Rev tronic 6-percepatan.

Isuzu MU-X punya mesin baru untuk menandingi Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport (Foto: BIMS)
Isuzu MU-X punya mesin baru untuk menandingi Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport (Foto: BIMS)

Generasi terbaru Honda Civic yang telah diperkenalkan di Thailand seminggu sebelumnya juga turut meramaikan BIMS 2016. Toyota juga tak mau ketinggalan memperkenalkan Yaris TRD Sportivo terbaru yang kini sedikit memiliki aura crossover. Masih banyak lagi mobil baru yang muncul pada ajang BIMS ini. Menariknya, kemiripan pasar dengan Indonesia membuat kita boleh berharap untuk segera menjumpai mobil-mobil tersebut di Indonesia.

Generasi kesepuluh Honda CIvic muncul di BIMS 2016 (Foto: BIMS)
Generasi kesepuluh Honda CIvic muncul di BIMS 2016 (Foto: BIMS)

Mobil Konsep Tak Luput dari Perhatian

Sebagai pameran otomotif besar, BIMS 2016 juga menjadi tempat munculnya mobil konsep. Bagi Anda yang belum memahami apa yang dimaksud dengan mobil konsep, kami akan menjelaskan secara sederhana sebagai: mobil pamer. Kenapa kami menyebutnya demikian? Karena pada mobil konseplah imajinasi terliar suatu produsen dapat diwujudkan, mulai dari desain yang out of the box, teknologi terkini, bahkan sederet kehebatan lain yang jarang Anda temui pada mobil yang beredar umum dapat dibenamkan pada sebuah mobil konsep. Ingin contoh nyata? Silahkan buka tautan mengenai mobil BMW Vision Next 100 Concept yang pernah kami ulas. Meski demikian, mobil konsep juga menjadi cetak biru bagi suatu mobil sebelum masuk tahap produksi.

Toyota CHR muncul di BIMS setelah memukau publik Geneva Motor Show awal Maret lalu (Foto: BIMS)
Toyota CHR muncul di BIMS setelah memukau publik Geneva Motor Show awal Maret lalu (Foto: BIMS)

Beberapa mobil konsep muncul di BIMS 2016, seperti Subaru Viziv Future dan Toyota C-HR yang baru saja meramaikan Geneva Motor Show awal Maret ini. Subaru Viziv kabarnya turut dilengkapi dengan sistem otonom serta sejumlah teknologi keamanan baru. Sementara pada Toyota C-HR, crossover anyar Toyota ini disebut akan menawarkan tiga pilihan mesin, yakni mesin 1.2 L turbo, 1.8 L hybrid dan 2.0 L naturally aspirated. Kedua mobil ini disebut siap untuk masuk tahap produksi dan akan dipasarkan tahun depan.

Subaru Viziv Future Concept menjadi salah satu mobil konsep yang dinanti di BIMS 2016 (Foto: BIMS)
Subaru Viziv Future Concept menjadi salah satu mobil konsep yang dinanti di BIMS 2016 (Foto: BIMS)

Barometer Industri Otomotif ASEAN

Dalam gelaran BIMS tahun lalu, Prachin Eamlumnow sempat berujar bahwa dirinya akan membantu negara Asia Tenggara lainnya untuk menggelar motorshow-nya sendiri. Prachin menyatakan bahwa Grand Prix International berencana menggelar pameran otomotif bertaraf internasional di Kamboja dan Myanmar dalam beberapa tahun ke depan.

Prachin Eamlumnow saat membuka BIMS 2016 (Foto: BIMS)

Untuk Indonesia, sejak tahun lalu negara kita memiliki dua pameran otomotif berskala internasional, yakni Indonesia International Motor Show (IIMS) dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Penyelenggara GIIAS bahkan sempat berseloroh bahwa GIIAS boleh dibilang lebih besar dari gelaran BIMS jika dilihat dari skala tempat penyelenggaraannya. GIIAS juga telah menjadi tempat peluncuran perdana (World Premiere) Honda BR-V pada tahun lalu. Ini menjadi indikasi baik bahwa Indonesia dengan pasar otomotifnya yang cukup penting mulai dilirik oleh para produsen sebagai salah satu basis otomotif untuk kawasan Asia Tenggara.

Peluncuran perdana Honda BR-V di GIIAS 2015 (Foto: Ototaiment)
Peluncuran perdana Honda BR-V di GIIAS 2015 (Foto: Ototaiment)

Meski demikian, tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan industri otomotif di Thailand membuat kita masih harus bersabar untuk mendapatkan status sebagai barometer industri otomotif di ASEAN. Saat ini, seperti kita ketahui bersama, Thailand masih menjadi basis utama bagi beberapa produsen otomotif dunia yang ingin mengembangkan pasarnya di ASEAN. Para produsen otomotif juga percaya diri untuk memboyong produk-produk unggulannya pada gelaran BIMS setiap tahunnya. Selain itu, banyak mobil terbaru yang muncul di negara-negara ASEAN juga didatangkan secara utuh dari Thailand jika belum ada fasilitas produksi di negara masing-masing. Inilah yang sekaligus menjadikan Thailand kerap didaulat sebagai negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang meluncurkan suatu model mobil terbaru sebelum akhirnya diperkenalkan juga ke negara-negara lain di sekitarnya.

Gelaran BIMS 2016 berlangsung dari 23 Maret 2016 – 2 April 2016 (Foto: BIMS)

Atas dasar itulah kami merasa bahwa konsistensi BIMS hingga gelarannya yang ke-37 membuat Thailand saat ini dapat dikatakan sebagai tolok ukur kemajuan industri otomotif di ASEAN. Bagaimana menurut Anda? Bisakah Indonesia segera menggeser posisi Thailand di peta otomotif dunia? Sampaikan pendapat Anda pada kolom komentar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY