Mengintip Pembuatan Mesin Nissan GT-R, Racikan Ampuh Para Takumi

Mengintip Pembuatan Mesin Nissan GT-R, Racikan Ampuh Para Takumi

3207
0
BERBAGI
Lima orang Takumi inilah yang menggarap mesin Nissan GT-R (Foto: Carbay)

Nissan baru saja memperkenalkan GT-R terbaru di ajang New York Auto Show 2016 yang berlangsung dari 25 Maret hingga 3 April 2016. Sebagai salah satu lini mobil performa yang menjadi andalan Nissan, GT-R mempunyai sejarah yang cukup panjang. Mobil ini pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 2007 sebagai penerus dari Nissan Skyline GT-R walaupun tidak lagi mencantumkan nama “Skyline”.

Salah satu hal yang spesial dari Nissan GT-R adalah performanya yang dihasilkan dari mesin buatan tangan. Selama hampir sepuluh tahun kiprahnya, Nissan mempercayakan penggarapan mesin GT-R kepada para mekanik terpilih yang jumlahnya amat terbatas, yakni hanya lima orang saja. Kelima mekanik tersebut berjuluk Takumi, yang dapat diartikan sebagai Pengrajin.

One Man One Engine, One Takumi One Godzilla

Bagi para pecinta otomotif, tentu familiar dengan istilah “One Man, One Engine” yang dipopulerkan oleh Mercedes-AMG. Istilah tersebut berlaku juga bagi penggarapan Nissan GT-R, dimana seorang Takumi bertanggungjawab mengerjakan satu mesin Nissan GT-R. Seperti halnya pengerjaan mesin pada mobil-mobil Mercedes-Benz berlabel AMG, maka para Takumi juga mendapat kehormatan untuk menyematkan nama mereka pada plakat di mesin garapannya yang akan menjadi jantung pacu bagi mobil yang juga dikenal dengan julukan “The Godzilla” ini.

Plakat yang dipasangkan pada setiap mesin yang dibuat oleh seorang Takumi (Foto: Nissan Newsroom)
Plakat yang dipasangkan pada setiap mesin yang dibuat oleh seorang Takumi (Foto: Nissan Newsroom)

Keberadaan para Takumi ini memang tak bisa digantikan oleh mesin yang memang lebih ditujukan untuk keperluan produksi massal. Seorang Takumi haruslah orang yang mempunyai indera yang sangat sensitif, mempunyai passion di bidang mesin dan sanggup merasakan apa yang tidak bisa dirasakan oleh mesin. Seorang Takumi juga harus mampu memeriksa kualitas mesin dengan presisi mikroskopis. Itulah sebabnya Takumi kerap kali disejajarkan sebagai seniman. Seniman mesin, tepatnya.

Kecanggihan Robot Tak Bisa Menggantikan Sentuhan Tangan Manusia

Sebagai pendukung promosi Nissan GT-R terbaru, Nissan merilis sebuah video bertajuk “2017 Nissan GT-R: Precission Craftmanship”. Dalam video berdurasi 4:28 menit itu, Nissan menampilkan kelima Takumi yang tengah mengerjakan mesin GT-R di Nissan Plant Yokohama, Jepang. Kelima orang Takumi tersebut adalah Takumi Kurosawa, Shioya Izumi, Tetsuji Matsumoto, Tsunemi Ooyama dan Hiroyuki Ichikawa.

Takumi Kurosawa adalah orang yang memimpin tim perakit mesin GT-R ini. Dirinya menjelaskan alasan utama kenapa penggarapan mesin Nissan GT-R tidak dipercayakan kepada robot. Menurut Sang Takumi, penggunaan robot untuk merakit sebuah mesin masih dapat memungkinkan timbulnya celah dalam proses perakitan. Ini tentu tak bisa ditolerir bagi mesin yang akan menjadi jantung pacu sebuah mobil performa tinggi. Oleh sebab itu, peran Takumilah yang diperlukan karena mereka mengandalkan indera peraba untuk mengeksplorasi komponen atau sambungan yang tak terdeteksi oleh mesin atau robot.

Takumi Takumi Kurosawa tengah bekerja merakit mesin GT-R (Foto: Carbay)
Takumi Takumi Kurosawa tengah bekerja merakit mesin GT-R (Foto: Carbay)

Lebih lanjut, Takumi Kurosawa memberikan contoh saat pemasangan crankshaft. Menurutnya, seorang Takumi harus memperhitungkan hingga ke skala mikron. Setitik debu atau kontaminasi kecil yang terbawa dapat mengakibatkan mesin cacat. Sesuai ketrampilannya, seorang Takumi dapat mencegah terjadinya hal itu. Inilah sense yang tidak dimiliki oleh robot.

Menguji Kualitas Mesin dengan Panca Indera

Menurut Takumi Kurosawa, permintaan untuk tingkat presisi pada model terbaru lebih ketat, terutama pada pembukaan katup dan tidak ada kata kompromi untuk hal itu. Perbedaan 10 mikron sekalipun akan menghasilkan kinerja mesin yang lemah sehingga menghasilkan performa yang sama sekali berbeda.

Seorang Takumi tengah memeriksa mesin buatannya (Foto: Nissan Newsroom)
Seorang Takumi tengah memeriksa mesin buatannya (Foto: Nissan Newsroom)

Setelah mesin kelar dirakit, maka tahapan selanjutnya adalah pengujian mesin tersebut. Mesin akan diuji mulai dari putaran 3.000 rpm. Para Takumi akan menempatkan jari tengahnya ke atas blok mesin untuk merasakan getaran mesin dan berkonsentrasi sepenuhnya menganalisa hasil perakitan melalui panca inderanya.

Ini Karya Seni, Bukan Sekedar Mobil Berperforma Tinggi

Seorang Takumi membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk merakit satu buah mesin. Sebanyak 374 komponen mesin dirakit manual dengan tangan tanpa bantuan mesin atau robot, mulai dari mengukur, memasang dan mengencangkan semua komponen mesin GT-R. Anda tentu bisa membayangkan berapa banyak mobil yang dapat dibuat oleh seorang Takumi dalam satu harinya bukan?

Nissan GT-R 2017 saat muncul perdana di New York Auto Show 2016 (Foto: Arstechnica)
Nissan GT-R 2017 saat muncul perdana di New York Auto Show 2016 (Foto: Arstechnica)

Ini tentu berbeda dengan mobil produksi massal yang dikerjakan oleh robot atau mesin, dimana dalam satu jam saja sudah dapat menghasilkan beberapa unit mobil sekaligus. Itulah sebabnya Nissan GT-R dan mobil-mobil lain yang dibuat secara hand-made layak disebut sebagai sebuah karya seni, lebih dari sekedar mobil berperforma tinggi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY