6 Fakta Seputar Race Pertama Rio Haryanto di Melbourne

1253
0
BERBAGI

Pembalap muda Indonesia, Rio Haryanto, baru saja menjalani debutnya di ajang Formula One beberapa waktu lalu. Meski begitu, Rio gagal finish karena mobil Manor Racing yang dikendarainya, yaitu MRT05, mengalami kerusakan pada lap ke-17.

Berikut ini telah kami rangkum 6 fakta seputar race pertama Rio Haryanto di GP Australia

1. Pembalap Indonesia Pertama di Ajang Formula One

Rio Haryanto adalah pembalap Indonesia pertama yang bertanding di ajang F1 dan menjadi pembalap ketiga yang berasal dari Asia Tenggara setelah Birabongse Bhanudej asal Thailand dan Alex Yoong asal Malaysia. Pembalap asal Solo ini menjadi satu-satunya pembalap dari Asia yang berlaga di F1 tahun ini, dan berada dalam asuhan Tim Manor Racing. Rio Haryanto juga termasuk dalam salah satu dari 3 orang yang baru memulai debut di F1, pembalap lainnya adalah Joylon Palmer dari Renault dan Pascal Wehrlein yang merupakan rekan satu tim Rio di Manor Racing. Sementara itu, 19 Pembalap lain yang ikut berlaga di GP Australia merupakan pembalap yang sudah memiliki pengalaman diatas 2 tahun di F1.

2. Hubungan Manor racing dan Rio Haryanto

Ini bukan pertamakali Manor racing bekerjasama dengan Rio Haryanto. Kerjasama kedua belah pihak telah dimulai pada tahun 2010 saat Rio masih membalap untuk GP3 dan berhasil memperoleh peringkat ke-5 pada musim tersebut. Kerjasama ini berlanjut pada tahun 2011 dimana Rio ikut menjadi bagian dari Marussia Manor Racing dan mendapatkan peringkat ke 7 dalam musim tersebut. Rio akhirnya kembali bergabung ke Manor Racing pada tanggal 18 Februari 2016 setelah hengkang dari Campos Racing yang menjadi pengusungnya pada GP2 2015 yang lalu.

3. Spesifikasi Mobil MRT05

Mesin mobil yang digunakan rio adalah Mercedes PU106C Hybrid yang memiliki 8 percepatan dengan gearbox Williams Advanced Engineering yang dibalut dengan sasis MRT05. MRT05 sendiri merupakan gabungan dari lapisan alumunium honeycomb yang dibalut dengan karbon fiber nomax untuk mendapatkan body mobil yang lebih ringan. Berat keseluruhan mobil Rio mencapai 702 kg. Ban yang digunakan adalah Pirelli dengan rem karbon fiber dan menggunakan bahan bakar Petronas Primax.

4. Insiden Saat Latihan Balap Ketiga

Rio Haryanto harus memulai balapan dengan start pada nomor 22 dikarenakan adanya insiden ketika latihan balapan ketiga. Insiden tersebut adalah terjadinya tabrakan antara mobil Romain Grosjean dari HAAS-Ferari dengan mobil Rio saat keluar dari pit. Insiden tersebut membuat Rio mendapatkan denda 2 poin dan harus mundur 3 langkah dari posisi awal start. Menurut steeward (pengawas), “Pembalap dengan nomor mobil 88 (Rio Haryanto) meninggalkan garasi dan tidak memperhatikan mobil yang datang dan berada di jalur cepat, sehingga terjadi terjadi tabrakan”. Ditambah dengan pitlane di sirkuit australia tersebut sangat sempit, bahkan lebih sempit dari sirkuit jalan raya Monte Carlo sehingga rawan untuk terjadi tabrakan.

5. Kontroversi Driver of the Day

Terjadi kontroversi dalam penentuan Driver of the Day yang ditentukan berdasarkan hasil voting. Pembalap Indonesia, Rio Haryanto ‘seharusnya’ jadi Driver of The Day pada GP Australia jika merujuk pada hasil polling yang dilakukan situs resmi F1. Namun kenyataannya, bukan Rio yang jadi pemenang. Usai balapan, F1 mengumumkan pembalap Perancis, Romain Grosjean yang membela tim Haas dinobatkan sebagai Driver of the Day. Grosjean meraih poin dalam balapan debutnya itu. Berdasarkan voting yang masuk ke formula1.com, Rio Haryanto mendapat voting 22 ribu suara, sementara Grosjean ‘hanya’ sekitar 14 ribu suara. Pihak F1 dalam pengumuman resminya beralasan, voting yang berasal dari satu sumber atau akun tidak dihitung.

6. Rio Gagal Finish

Walaupun mengawali karirnya dengan memulai balapan di nomor paling buncit, Rio tetap berusaha semaksimal mungkin dalam melintas di trek Albert Park. Kejadian tabrakan antara Fernando Alonso dengan Esteban Gutierrez memaksa panitia harus mengibarkan dua bendera kuning pada lintasan dan mengharuskan para pembalap untuk memasuki pit dan meng-kroscek kembali mobilnya sebelum akhirnya memulai kembali balapan. Kejadian tabrakan tersebut membuat rio berada di posisi ke-18. Walaupun demikian, Rio tidak melanjutkan balapan yang dikarenakan adanya masalah pada driveline mobil MRT05-nya sehingga di urutan finish, RIo hanya tercatat sebagai DNF (Did Not Finish) sama seperti Fernando Alonso dari McLaren, Kimi Raikonen dari Ferrari, Marcus Ericson dari Sauber, dan Esteban Gutierrez dari Haas.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY