Memahami Marka Yellow Box Junction

Memahami Marka Yellow Box Junction

1704
0
BERBAGI
Yellow Box Junction (NTMC Korlantas Polri)

Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan kendaraan yang semakin meningkat dan perkembangan lalu lintas saat ini membutuhkan peraturan-peraturan dan hukum baru yang lebih reliable agar dapat memfasilitasi dan menjaga ketertiban dalam berlalu lintas dengan baik.  Beberapa peraturan baru telah dibuat, baik secara nasional maupun peraturan-peraturan daerah. Salah satu peraturan yang belum lama dibuat dan sedang banyak disosialisasikan adalah Yellow Box Junction.

Yellow Box Junction (YBJ) adalah garis berbentuk kotak berwarna kuning yang terletak di tengah-tengah perempatan jalan, yang berfungsi sebagai area steril kendaraan dengan tujuan mencegah kemacetan lalu lintas di salah satu jalur. Adanya YBJ ini dimaksudkan agar tidak terjadi kepadatan arus lalu lintas di persimpangan sulit untuk diuraikan.

Sejarah Yellow Box Junction dan Aturan Mainnya

Meski terhitung baru diterapkan di Indonesia, namun peraturan YBJ sebenarnya sudah cukup berumur. Maklum, YBJ pertama kali diperkenalkan di Inggris pada tahun 1967. Melihat peraturan ini sukses diterapkan, maka sejumlah negara lain mulai menirunya. Jika Anda belum mengerti penerapan peraturan YBJ, pada dasarnya para pengguna jalan raya hanya perlu meningkatkan kesadaran akan keamanan dan ketertiban dalam berkendara.

Penerapan Yellow Box Junction (Foto: Almeera)

Kotak kuning di perempatan ini berfungsi menjadi kotak yang steril, meskipun lampu rambu-rambu lalu lintas menunjukkan warna hijau, para pengguna jalan yang belum memasuki area YBJ harus berhenti dulu jika di dalam areal kotak kuning tersebut masih ada kendaraan dari arah lain. Pengguna jalan bisa maju jika kendaraan yang berada di dalam YBJ  sudah keluar. Yellow Box Junction diharapkan bisa sangat membantu di kawasan persimpangan jalan yang ramai dan juga di jalan-jalan utama.

Sanksi Jika Melanggar

Namanya aturan, tentu saja ada sanksi untuk pelanggaranya. Saat ini, masih banyak pengguna kendaraan bermotor tetap menerobos traffic light saat antrean kendaraan di depannya belum terurai. Bagi pengendara yang tetap memaksa memasukkan kendaraannya ke dalam YBJ padahal masih ada kendaraan lain di dalamnya, maka akan ditilang.

Jangan sembarangan melintas jika tak ingin kena tilang (Foto: Joglosemar)
Jangan sembarangan melintas jika tak ingin kena tilang (Foto: Joglosemar)

Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b berisi tentang rambu-rambu lalu lintas dan harus berhenti di belakang garis stop. Pelanggarnya dapat dijerat pidana kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah).

Mari kita sama-sama menjaga dan mematuhi peraturan ini, tingkatkanlah kesadaaran akan keselamatan berkendara.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY