Susul Volkswagen, Mitsubishi Terkena Skandal Pemalsuan Uji Konsumsi BBM

Susul Volkswagen, Mitsubishi Terkena Skandal Pemalsuan Uji Konsumsi BBM

1675
0
BERBAGI
Mitsubishi serius garap pasar Asia Tenggara (Foto: foxnews)

Rasanya belum ada setahun sejak Volkswagen (VW) terjerat kasus skandal penipuan hasil uji emisi, kali ini kasus penipuan hasil uji juga menimpa pabrikan lain, yakni Mitsubishi. Perusahaan asal Jepang ini tersandung masalah karena memalsukan hasil uji konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada sejumlah model mobilnya.

Mitsubishi disebut telah memanipulasi data konsumsi BBM pada sekitar 625 ribu kendaraan selama 3 tahun terakhir. Sebanyak 4 model mobil yang telah dimanipulasi, termasuk 2 model diantaranya yang diproduksi untuk Nissan dengan jumlah mencapai 468 ribu unit.

Awal Mula Terbongkarnya Skandal Ini

Seperti telah disebutkan di atas, setidaknya ada 2 model mobil yang diproduksi Mitsubishi untuk Nissan. Kedua mobil tersebut adalah Nissan Day dan Nissan Dayz Roox (2 model lain yang tersandung masalah adalah Mitsubishi Ek Wagon dan Mitsubishi Ek Space).

Mobil produksi Mitsubishi yang terkena skandal (Foto: Japantoday)
Mobil produksi Mitsubishi yang terkena skandal (Foto: Japantoday)

Sebagai pabrikan yang juga memiliki standar tersendiri, maka Nissan melakukan pengujian konsumsi BBM tersendiri meskipun Mitsubishi telah melakukannya terlebih dahulu. Hasilnya, ditemukan perbedaan angka antara hasil uji yang diklaim oleh Mitsubishi dengan hasil pengujian mandiri oleh Nissan.

Konferensi pers yang dihadiri oleh para petinggi MMC (Foto: The Guardian)
Konferensi pers yang dihadiri oleh para petinggi MMC (Foto: The Guardian)

Dengan adanya temuan tersebut, pihak Mitsubishi Motor Corporation (MMC) langsung menggelar konferensi pers dan meminta maaf secara terbuka. President and Chief Operating Officer MMC, Tetsuro Aikawa mengakui kesalahan pihaknya dan meminta maaf karena telah menggunakan metode pengujian yang tak sesuai dengan peraturan hukum di Jepang.

Tetsuro Aikawa (Foto: carmagazines)
Tetsuro Aikawa, President and Chief Operating Officer MMC (Foto: carmagazines)

“Pengujian yang kami lakukan ternyata tidak benar, karena tidak memberikan angka yang akurat. Metode yang kami lakukan juga berbeda dari yang diwajibkan oleh hukum Jepang. Oleh sebab itu, kami mengucapkan permintaan maaf yang mendalam untuk semua pelanggan kami dan stakeholder atas masalah ini,” ujar Aikawa.

Saham Mitsubishi Anjlok 15 Persen Gara-Gara Kasus Ini

Seperti halnya yang terjadi pada VW beberapa waktu lalu, nilai saham Mitsubishi langsung turun 15 persen setelah kasus ini mencuat. Bahkan menurut MMC, penurunan saham ini adalah yang terbesar sejak 12 tahun terakhir. Bahkan pada hari ini (Kamis, 21/4/2016), saham Mitsubishi tidak diperdagangkan karena banyaknya permintaan penjualan saham yang sudah mencapai 10 kali lipat.

Saham MMC langsung anjol 15% (Foto: Wall Street Journal)
Saham MMC langsung anjol 15% (Foto: Wall Street Journal)

Terjadinya penurunan saham yang dialami MMC dinilai para investor masih aman, alias tidak terlalu berdampak pada industri otomotif. Ini tentu berbeda dengan skandal VW yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor tentang kemungkinan para pemegang kebijakan regulasi menerapkan standar emisi yang lebih ketat yang bukan tak mungkin akan mengurangi pendapatan mereka.

Skandal penipuan di dunia otomotif membuat para investor cemas akan adanya regulasi yang lebih ketat lagi (Foto: mlive)
Skandal penipuan di dunia otomotif membuat para investor cemas akan adanya regulasi yang lebih ketat lagi (Foto: mlive)

Permintaan maaf secara terbuka yang dilakukan oleh Mitsubishi menjadikannya sebagai pabrikan Jepang pertama yang melaporkan adanya manipulasi tes konsumsi BBM sejak skandal emisi Volkswagen. Akibat manipulasi tersebut, Mitsubishi akan membayar kembali pajak yang seharusnya untuk kendaraan-kendaraan yang terkena dampak kasus ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY