Perhatikan, Sabuk Pengaman Bukan Sekedar Aksesoris Atau Pajangan Saja!

Perhatikan, Sabuk Pengaman Bukan Sekedar Aksesoris Atau Pajangan Saja!

1527
0
BERBAGI
Ketahui dengan benar manfaat sabuk pengaman agar Anda tidak lagi menyepelekannya (Foto: Nooga)

Nama Nils Bohlin, seorang engineer asal Swedia, mungkin masih terdengar asing bagi Anda. Namun jangan salah, Beliau inilah yang berjasa besar memperkenalkan sabuk pengaman tiga titik (three-point seatbelt) modern yang kita kenal dan pergunakan saat ini. Bohlin menemukan fitur sabuk pengaman ini saat masih bekerja sebagai safety engineer di Volvo pada tahun 1959. Sebagai wujud kepedulian Volvo pada perkembangan teknologi keselamatan, Volvo mempersilahkan paten desain sabuk rancangan Bohlin tersebut untuk dipergunakan secara bebas oleh pabrikan mobil lainnya.

Jika Bohlin sudah sedemikian berjasa menemukan perangkat yang membuat keselamatan berkendara Anda lebih terjamin dan Volvo begitu murah hati membebaskan setiap pabrikan mobil menerapkan penggunaan sabuk pengamannya di mobil-mobil produksi mereka, maka sudah menjadi tugas dan kewajiban kita untuk bersama-sama menggunakannya dengan bijak. Akuilah, kesadaran untuk menggunakan sabuk pengaman di negara ini masih tergolong rendah. Bahkan, sabuk pengaman terkadang hanya dianggap sebagai aksesoris semata yang keberadaannya kerap disepelekan. Lalu, mengapa menggunakan sabuk pengaman (seatbelt) itu penting?

Menahan Tubuh Jika Terjadi Benturan

Seperti sudah kita ketahui bersama, fungsi utama seatbelt adalah menahan tubuh jika terjadi benturan/tabrakan pada kendaraan. Kita perjelas fungsinya dengan menggunakan contoh. Sekalian saja contoh yang seram-seram ya, agar Anda tidak lagi menyepelekan peran seatbelt.

Gunakanlah sabuk pengaman demi keselamatan Anda, bukan demi menghindari tilang Pak Polisi (Foto: ktsro)
Gunakanlah sabuk pengaman demi keselamatan Anda, bukan demi menghindari tilang Pak Polisi (Foto: ktsro)

Andaikan Anda mengemudi dengan kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan dan terpaksa mengerem secara mendadak akibat ada kendaraan lain yang muncul secara tiba-tiba. Katakanlah Anda gagal mengerem dan menabrak kendaraan tersebut di kecepatan tinggi. Apa yang terjadi jika saat itu Anda lalai tidak menggunakan seatbelt?

Seperti inilah yang terjadi jika Anda tidak mengenakan sabuk pengaman dan mendapat musibah kecelakaan (Foto: Vimeo)
Seperti inilah yang terjadi jika Anda tidak mengenakan sabuk pengaman dan mendapat musibah kecelakaan (Foto: Vimeo)

Jawabannya mudah saja, Anda akan terlempar atau terdorong ke depan akibat reaksi mobil yang berhenti mendadak dari kecepatan tinggi. Anda bisa saja terlempar keluar setelah menghantam kaca depan, atau mungkin tulang-tulang rusuk Anda ringsek karena menghajar dashboard. Leher Anda juga bisa saja patah karena hentakan super keras yang ditimbulkan. Tiga contoh mengerikan itu rasanya sudah cukup untuk memberikan gambaran betapa vitalnya fungsi seatbelt. Untuk membuat Anda lebih percaya dan mau untuk selalu mengenakan sabuk pengaman saat berkendara, kami kutip data dari Badan Keselamatan Lalu Lintas Amerika Serikat (National Highway Traffic Safety) yang mencatat bahwa penggunaan seatbelt telah menyelamatkan 11.200 jiwa manusia pada tahun 1999.

Penumpang di Bagian Belakang Juga Wajib Mengenakan Seatbelt

Selama ini, penggunaan seatbelt masih dianggap sebagai kewajiban bagi pengemudi dan penumpang di bagian depan. Para penumpang di bagian belakang biasanya memilih tidak menggunakannya dengan berbagai alasan, termasuk alasan seatbelt membatasi keleluasaan tubuh untuk bergerak dan keyakinan bahwa duduk di bangku belakang lebih aman dari kemungkinan terpental akibat tabrakan. Lalu, mengapa penggunaan seatbelt di bagian belakang juga penting?

Mobil masa kini telah dibekali dengan seatbelt di setiap kursinya. Itu bukan sekedar hiasan semata. Gunakan! (Foto: schultzmyers)
Mobil masa kini telah dibekali dengan seatbelt di setiap kursinya. Itu bukan sekedar hiasan semata. Gunakan! (Foto: schultzmyers)

Produsen mobil memang terus mengembangkan teknologi keselamatan yang dapat diterapkan di mobil produksinya, termasuk teknologi baja penahan yang dipasangkan pada samping mobil (side impact beam) dan berfungsi meredam benturan dari samping. Hal inilah yang terkadang dijadikan alasan oleh para penumpang bagian belakang untuk tidak mengenakan sabuk pengaman.

Side impact beam berfungsi meredam benturan atau tabrakan dari samping (Foto: Autohome)
Side impact beam berfungsi meredam benturan atau tabrakan dari samping (Foto: Autohome)

Meski dilengkapi fitur tersebut, namun penggunaan seatbelt membuat penumpang di bagian kedua tidak terlempar ke depan jika terjadi pengereman mendadak di kecepatan tinggi. Penumpang juga terhindar dari membentur kursi di depannya. Selain itu, jika terjadi keadaan dimana mobil yang tertabrak sampai terguling, penumpang di bagian belakang (maupun di bagian depan) akan terjaga tetap di posisi duduknya dan tidak terpelanting kesana-kemari akibat mobil yang terguling.

Penumpang di belakang yang tidak mengenakan seatbelt dapat terpelanting ke depan saat terjadi tabrakan (Foto: Huffingtonpost)
Penumpang di belakang yang tidak mengenakan seatbelt dapat terpelanting ke depan saat terjadi tabrakan (Foto: Huffingtonpost)

Hal ini tentunya mampu meminimalisir efek buruk yang mungkin didapat oleh tubuh Anda. Lagipula, produsen mobil masa kini juga telah memberikan sabuk pengaman tersebut bahkan hingga kursi baris ketiga (jika mobil Anda berkonfigurasi 7-penumpang) yang notabene adalah kursi yang lebih jarang digunakan.

Dasar Hukum Pemakaian Seatbelt dan Sanksinya Jika Melanggar

Jika dengan contoh-contoh tersebut Anda masih tidak tergerak untuk menggunakan seatbelt saat berkendara dengan mobil, setidaknya ada peraturan resmi dari Pemerintah yang mengatur hal ini dan dapat Anda simak pasal terkait di UU Nomor 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan:

1. Barangsiapa tidak menggunakan sabuk keselamatan pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak menggunakan helm pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda dua atau pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf e, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Jangan jadi mayoritas orang Indonesia yang patuh akan standar keselamatan karena ada Polisi sedang razia (Foto: Polri)
Patuhilah peraturan keselamatan lalu-lintas, jangan jadi mayoritas orang Indonesia yang patuh karena ada Polisi sedang razia (Foto: Polri)

2. Barangsiapa tidak memakai sabuk keselamatan pada waktu duduk di samping pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak memakai helm pada waktu menumpang kendaraan bermotor roda dua, atau menumpang kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (3), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Setelah membaca artikel ini, apakah Anda masih ingin menyepelekan peran seatbelt di mobil Anda? Jika masih menganggap enteng, Anda tinggal pilih, mau dikurung satu bulan atau tekor Rp 1.000.000.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY