Mengejutkan, Mobil Hybrid dan Listrik Ternyata Sama Beracunnya dengan Emisi Mobil Konvensional!

Mengejutkan, Mobil Hybrid dan Listrik Ternyata Sama Beracunnya dengan Emisi Mobil Konvensional!

1281
0
BERBAGI
Mobil listrik dan hybrid sudah tak ramah lingkungan? (Foto: alternative-energy-news)

Beberapa tahun ke belakang, perkembangan mobil ramah lingkungan dengan teknologi hybrid dan listrik terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sejumlah negara bahkan telah memberlakukan kebijakan positif dengan menghapuskan pajak kendaraan listrik seperti yang dilakukan oleh Jerman.

Selain mendorong gairah produksi mobil ramah lingkungan, kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat mengubah pola konsumen masyarakat dari mobil konvensional yang memiliki emisi CO2 tinggi ke mobil hybrid dan mobil listrik yang dinilai lebih bersahabat dengan alam. Namun, benarkah demikian? Betulkah bahwa mobil hybrid dan mobil listrik jauh lebih aman daripada mobil konvensional? Ternyata tidak.

Menghasilkan Racun Setingkat Emisi Mobil Konvensional, Bahkan Lebih Berbahaya

Temuan mengejutkan ini datang dari para peneliti di University of Edinburgh, Skotlandia. Sejumlah penelitian yang mereka lakukan menuju pada suatu kesimpulan baru: mobil listrik dan hybrid ternyata menghasilkan kadar racun yang hampir sama dengan emisi pada mobil bermesin diesel. Loh? Bagaimana bisa?

Zero Emission? Benarkah? (Foto: Carkeys)
Zero Emission? Benarkah? (Foto: Carkeys)

Memang benar bahwa mobil hybrid dan mobil listrik lebih ramah lingkungan ketimbang mobil konvensional dengan bahan bakar fosil. Bahkan hal ini diperkuat dengan pernyataan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Inggris yang menyatakan bahwa penggunaan mobil hybrid dan mobil listrik di Inggris mampu menekan emisi gas buang karbondioksida (CO2) secara signifikan. Lalu, kenapa mobil hybrid dan mobil listrik disebut sama beracunnya dengan mobil konvensional?

Mobil elektrik dan hybrid menghasilkan partikel berbahaya? (Foto: carkeys)
Mobil elektrik dan hybrid menghasilkan partikel berbahaya? (Foto: carkeys)

Racun yang dimaksud dan muncul dari kedua jenis mobil ini ternyata akibat dari hasil kerja ban dan rem kendaraan. Bobot mobil hybrid dan listrik yang lebih berat 24 persen ketimbang mobil konvensional karena adanya baterai menjadi salah satu sebab utama. Mengapa? Karena saat mobil hybrid dan listrik berakselerasi atau deselerasi, ban dan rem akan bekerja lebih ekstra. Akibatnya, rem melepaskan partikel debu yang sangat halus ke udara. Tidak tanggung-tanggung, jumlah partikel debunya bahkan lebih banyak ketimbang mobil bermesin konvensional.

Jika ini disebabkan oleh emisi diesel konvensional, maka akibat yang ditimbulkan mobil listrik dan hybrid sama berbahayanya (Foto: energyresourcefulness)
Jika ini disebabkan oleh emisi diesel konvensional, maka akibat yang ditimbulkan mobil listrik dan hybrid sama berbahayanya (Foto: energyresourcefulness)

Partikel debu inilah yang berbahaya dan beracun bagi manusia karena efeknya seperti emisi pada mobil bermesin diesel konvensional. Bahkan, partikel debu ini dapat dikatakan lebih berbahaya. Dampaknya pada tubuh manusia antara lain dapat menyebabkan serangan jantung, stroke dan asma jika kadarnya tinggi.

Serangkaian Penelitian Juga Dilakukan Oleh Ilmuwan Lain dan Hasilnya Serupa

Para peneliti dari University of Edinburgh tersebut melakukan penelitian langsung untuk membuktikan keabsahan temuan mereka. Sejumlah data dari industri otomotif dengan didukung oleh penelitian yang dilakukan otoritas terkait di Pemerintah Inggris menjadi rujukan para ilmuwan tersebut.

Kendaraan "hijau" ternyata tak se"hijau" yang diperkirakan (Foto: nltimes)
Kendaraan “hijau” ternyata tak se”hijau” yang diperkirakan (Foto: nltimes)

Tak hanya para peneliti dari University of Edinburgh saja yang mengkaji hal ini, karena Profesor Ranjeet Sokhi dari University of Hertfordshire, Inggris, juga melakukan hal yang sama. Profesor Sokhi terjun langsung ke lapangan dengan memasang monitor pendeteksi polusi di terowongan Hatfield yang dilewati 49 ribu kendaraan per harinya.

Emisi CO2 mungkin kian turun. Tapi bagaimana dengan polusi lain? (Foto: smmt)
Emisi CO2 mungkin kian turun. Tapi bagaimana dengan polusi lain? (Foto: smmt)

Dari hasil penelitiannya, Profesor Sokhi mendapati bahwa setiap kendaraan melepaskan 34-39 mikrogram partikel per kilometer. Secara mengejutkan, diketahui bahwa hanya sepertiga dari partikel itu yang dihasilkan dari mobil konvensional, dan selebihnya merupakan partikel yang dihasilkan oleh gesekan ban dengan jalan serta kanvas rem dengan cakram. Atas temuan ini, Profesor Sokhi menyatakan bahwa partikel debu yang dihasilkan dari mesin mobil hybrid dan mobil listrik harus menjadi perhatian dari semua pihak.

Wah, semoga lekas ditemukan solusinya ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY