Review Chevrolet Trax LTZ Indonesia

4905
0
BERBAGI

Tren kendaraan di segmen Compact SUV yang tengah booming tak hanya terjadi di pasar otomotif luar negeri, namun juga di Indonesia. Chevrolet tak mau ketinggalan dengan mengutus salah satu lininya di segmen ini: Chevrolet Trax. Perdana meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, Chevrolet Trax baru dijual ke pasar Indonesia bulan Maret lalu. Boleh dibilang kemunculannya di Indonesia sedikit telat, mengingat Chevrolet Trax pertama kali dirilis pada tahun 2013. Kali ini kami berkesempatan menjajal langsung Chevrolet Trax LTZ (tipe tertinggi) dengan mengambil lokasi test drive di daerah perkotaan Yogyakarta dan daerah dataran tinggi pegunungan Turgo, Sleman, sebelah utara kota Yogyakarta.

Daftar spesifikasi yang sudah banyak beredar membuat kami mempunyai ekspetasi lumayan tinggi dengan Trax. Bagaimana tidak? Pada kelasnya, Chevrolet Trax mempunyai spesifikasi yang lumayan tinggi, terutama pada sektor dapur pacu. Chevrolet menyematkan turbo pada mesin Trax yang membuatnya menjadi satu-satunya pemain di compact SUV di Indonesia yang dibekali dengan turbo (lain cerita kalau ada Ford Ecosport Ecoboost di sini). Apakah ekspetasi kami terpenuhi? Pada artikel ini kami akan mengungkapkan impresi kami terhadap Chevrolet Trax.

Eksterior Khas Amerika

Selalu menjadi hal yang menarik ketika membahas desain eksterior, karena hal yang akan mencuri perhatian pertama kali saat kita melihat mobil baru adalah desain eksterior. Chevrolet Trax mempunyai desain eksterior yang menurut kami sangat simple, tidak rumit dan minim tarikan garis agresif, mungkin bisa dikatakan desainnya lebih terlihat dewasa jika dibandingkan dengan mobil-mobil kompetitor dari pabrikan Jepang yang mengandalkan desain agresif seperti Nissan Juke misalkan. Salah satu kesederhanaan lain yang nampak pada mobil ini adalah lampu yang digunakan masih halogen dengan manual levelling dan DRL biasa alias bukan LED. Oh, juga spionnya masih manual folding bukan elektrik. Sederhana.

desain eksterior simple, terlihat dewasa! (Foto : Ototaiment)
desain eksterior simple, terlihat dewasa! (Foto : Ototaiment)

Sedangkan dari bagian kaki, terlihat ban dengan ukuran gambot. Chevrolet Trax LTZ memakai ban ukuran 18 x 215/55, dengan velg bintang atau palang lima yang simple. Keuntungan yang bisa dirasakan dengan pemakaian ban seukuran ini adalah traksi ban dirasa lebih maksimal dan mobil terasa lebih stabil saat berjalan kencang dan menikung. Ban yang digunakan adalah Continental Premium yang dikenal cukup mahal. Selain itu keempat roda sudah dibekali dengan rem cakram.

Kabin Nyaman dengan Fasilitas Family Oriented

Pertama kali memasuki kabin penumpang, kami langsung merasakan atmosfer angkutan keluarga yang sebenarnya. Rasanya nyaman sekali berada di dalam mobil ini. Dengan kapasitas maksimal penumpang 5 orang, cukup untuk mengangkut sebuah keluarga kecil saat bepergian. Jok yang digunakan menggunakan bahan perpaduan fabric dan kulit sintetis. Jok ini dapat diatur ketinggiannya walaupun masih manual. Selain itu, headrest -nya tak hanya dapat diatur ketinggiannya, namun juga maju-mundurnya.

head rest yang bisa diatur ketinggiannya dan maju-mundurnya (Foto : Ototaiment)
head rest yang bisa diatur ketinggiannya dan maju-mundurnya (Foto : Ototaiment)

Untuk dasbornya, kami merasakan Trax memiliki desain dasbor yang tidak begitu spesial karena mempunyai kenob AC konvensional. Meski begitu, dasbor ini dilengkapi dengan head unit 7 inci dengan fitur MyLink yang dapat mengoperasikan fitur Siri pada iPhone jika dikoneksikan. Meskipun disebut hanya untuk iPhone, namun kami mendapati fitur ini juga bisa dioperasikan melalui S Voice pada gadget lansiran Samsung, walaupun tentu tidak semaksimal jika menggunakan iPhone.

dashboard yang biasa saja (Foto : Ototaiment)
dashboard yang biasa saja (Foto : Ototaiment)

Beberapa fitur unik yang kami suka adalah adanya power outlet konvensional (ya, benar-benar konvensional dengan 2 batang, bukan model USB) di belakang yang bisa mengeluarkan daya maksimal 150 watt. Tak hanya di situ saja letak power outlet karena di bagian depan juga terdapat 1 buah soket model USB, dan 1 buah lagi soket model colokan lighter.

Fasilitas socket power outlet (Foto : Ototaiment)
Fasilitas socket power outlet (Foto : Ototaiment)

Selain itu, banyaknya laci penyimpanan juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan barang-barang kecil seperti botol minuman atau makanan. Total laci dan space penyimpanan yang ada di mobil ini berjumlah 18 laci atau kompartemen kecil dan 6 cup holder yang terbagi di console tengah sebanyak 4 buah dan 2 di kursi belakang. Benar-benar banyak dan menyenangkan bagi Anda yang gemar meninggalkan pernak-pernik di mobil.

cup holder (Foto Ototaiment)
cup holder (Foto Ototaiment)

Untuk penumpang di baris kedua, meskipun materialnya masih nyaman, namun jok memiliki sudut ketinggian yang cukup tegak sehingga posisi duduk Anda jadi sedikit kaku. Namun ini kami rasa masih hal wajar yang masih boleh disyukuri jika dibandingkan dengan duduk di jok baris kedua Nissan Juke. yang menarik lagi, kursi belakang ini bisa dilipat rata dengan lantai (walaupun tidak sepenuhnya rata, karena masih tersisa sudut miring di bagian row kedua dan belum seefisien Honda HR-V dengan fitur Ultra Seat-nya), sehingga jika bepergian sendiri atau berdua bisa membawa lebih banyak barang. Melihat luasnya ruang, mungkin 2 sepeda lipat bisa dengan mudah masuk ke belakang, tentu saja dalam posisi terlipat.

kursi belakang yang bisa dilipat rata lantai (Foto : Ototaiment)
kursi belakang yang bisa dilipat rata lantai (Foto : Ototaiment)

Jangan lupa, dia juga memiliki sunroof yang biasanya menjadi fitur pendukung paling dicari di mobil kelas crossover atau compact SUV. Atas segala yang ditawarkan Chevrolet Trax untuk kabinnya, dapat dikatakan bahwa mobil ini benar-benar simple, useful, dan modern. 

Mesin dan Performa Berkendaranya

Chevrolet Trax dibekali mesin Ecotec 1400 cc dengan tambahan turbo dan didukung transmisi otomatis 6-percepatan generasi terbaru dengan Triptonic, terasa istimewa karena pada compact SUV lain di kelasnya tidak ada yang mempunyai tambahan turbo. Mesin ini diklaim dapat menghasilkan tenaga hingga 140 hp dengan maksimal torsi 200 Nm yang sudah dapat diraih dalam putaran 1850 rpm.

mesin ecotec dengan turbo kecil (Foto : Ototaiment)
mesin ecotec dengan turbo kecil (Foto : Ototaiment)

Saat menjajal mobil ini, kami mendapati efek turbonya cukup terasa, meskipun tidak heboh seperti jika Anda menunggangi VW Golf Mk 7 yang juga didukung mesin 1.4 L Turbo (ya, ya, kami tahu ini perbandingan yang tak sepadan). Ini wajar, mengingat Trax mempunyai bodi yang lebih besar dengan ground clearance yang lebih tinggi. Kami juga puas dengan tenaga yang dihasilkan oleh mesinnya. Angka torsi yang tertera di atas kertas juga dapat kami rasakan saat kami mencoba di jalur naik dengan sudut elevasi yang lumayan tinggi berjarak lebih dari 3 Km, mesin tidak terasa bersusah payah untuk melewatinya. Adanya fitur Hill Start Assist (HSA) juga cukup membantu untuk tidak kehilangan kendali saat menanjak. Tak cuma itu, Trax juga dilengkapi Hill Descent Control (HDC) yang merupakan kebalikan dari HSA dan dapat dikatakan menjadi satu-satunya mobil di kelas ini yang dilengkapi HDC (All New Pajero Sport versi Indonesia saja menghilangkan fitur ini). Saat kami mencoba fitur ini, suara yang ditimbulkan cukup mengganggu dan efek tertahan atau semacam engine brake yang didapat juga membuat kami memilih untuk lebih mengandalkan rem saja untuk menuruni jalan yang tidak terlalu curam.

traksi ban maksimal minim limbung (Foto - Ototaiment)
Traksi ban maksimal minim limbung (Foto – Ototaiment)

Selain menguji di jalan aspal, kami juga mencoba untuk menguji kemampuannya di jalan tanah berpasir. Rasanya memang sedikit aneh saat mobil ini dilarikan kencang dan diajak sedikit bermanuver, terasa agak lepas dan muncul sedikit gejala limbung karena mobil ini memiliki ground clearance yang cukup tinggi. Walaupun begitu, kami tetap merasa percaya diri karena mobil ini juga sudah dilengkapi dengan kontrol traksi, stability control dan pengereman dengan ABS+EBD+BA. Trax juga dilindungi oleh side impact beam dan airbag berjumlah 6 buah. Kami cukup bersyukur tidak perlu membuktikan keampuhan dua fitur keamanan yang kami sebut terakhir saat nekat mencoba bermanuver di tikungan berpasir. Hasilnya, melakukan beberapa lap pengujian dalam kecepatan lumayan tinggi di jalanan berpasir tak membuat Trax kehilangan keseimbangannya. Selain itu, Chevrolet sepertinya memang sudah mempertimbangkan masalah ini, karena untuk mengatasinya, Chevrolet memasangkan mesin sedikit agak rendah di bawah kap sehingga dapat menjaga berat mobil lebih rata.

stabil saat menikung (Foto - Ototaiment)
stabil saat menikung (Foto – Ototaiment)

Kesimpulan

Kami merasa puas dengan apa yang ditawarkan Chevrolet Trax. Performanya oke, handling mantap, fitur keamanannya lengkap, harga juga masih kompetitif (untuk tipe LTZ ini dibandrol seharga Rp 299,5 juta). Ini membuat kami mampu memaklumi beberapa kekurangan seperti tidak adanya ventilasi AC di row kedua (ada, tapi AC untuk kaki, bukan badan), spion yang masih manual pelipatannya, serta pertimbangan utama calon konsumen: layanan purnajual. Meskipun General Motors (GM) menutup pabriknya di Indonesia, namun kabarnya GM akan mengalokasikan dananya untuk memperluas jaringan pelayanan di seluruh Indonesia. Jadi, rasanya Anda tak perlu cemas Chevrolet akan bernasib seperti Ford. Itulah kesimpulan kami, bagaimana dengan Anda? apakah Anda mempunyai pendapat lain? sampaikanlah di kolom komentar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY