Tips Memilih Oli Mesin Sesuai dengan Karakteristik Mobil

Tips Memilih Oli Mesin Sesuai dengan Karakteristik Mobil

2970
0
BERBAGI
(foto : mtlblog.com)

Oli mesin adalah salah satu hal yang sangat penting dalam perawatan mesin mobil. Mesin mobil dengan tahun pembuatan dan spesifikasi yang berbeda-beda menuntut penggunaan oli mesin yang berbeda-beda juga. Memperhatikan waktu penggantian oli mesin juga harus sangat teliti, karena terlambat mengganti oli mesin bisa berakibat fatal. Belakangan ini banyak beredar merek dan jenis oli mobil yang beredar di pasaran dengan spesifikasi yang kadang membingungkan. Oli mahal belum tentu baik untuk kendaraan, karena lebih penting memperhatikan spesifikasi oli yang dibutuhkan mesin mobil daripada hanya sekedar melihat harganya sebagai patokan.

Umumnya kita beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin. Padahal, oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, antara lain sebagai pendingin, pelindung dari karat, pembersih dan penutup celah pada dinding mesin, yang kesemua fungsi tersebut sangat erat berkaitan. Sebagai Pelumas, Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal.

Sesuaikan Oli dengan Mesin Mobil

Kebanyakan orang memilih oli hanya berdasarkan parameter SAE (Society of Automotive Engineers) yang disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan kita yang biasanya tertulis 5W-50, 15W-50, 15W-40, dan sebagainya. Huruf ‘W’ yang terdapat di belakang angka awal, adalah singkatan dari Winter. Kita ambil contoh SAE 15W-50. ini berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 15 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun.

kondisi oli dalam suhu ekstrim (foto : youtube.com)
kondisi oli dalam suhu ekstrim (foto : youtube.com)

Sebenarnya ada hal lain yang tidak kalah penting untuk mengetahui kualitas dari pelumas yang kita gunakan, yaitu sertifikasi API (American Petroleum Institute), ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d’ Automobiles), ILSAC (Eropa), JASO (Japan Automotive Standard Organization) dan beberapa sertifikasi lain yang dikeluarkan khusus oleh perusahaan manufaktur / produsen untuk melegitimasi penggunaan pelumas tersebut, atau yang berarti bahwa pelumas tersebut telah diuji dan dinyatakan disetujui atau approved oleh produsen untuk digunakan pada kendaraan produksi mereka.

tingkat keketanlan oli (foto : dapurpacu.com)
tingkat keketanlan oli (foto : dapurpacu.com)

Hal yang paling mudah untuk mengetahui jenis oli yang cocok untuk mesin mobil adalah dengan melihat buku manual bawaan mobil, karena pasti disebutkan teknologi mesin dan jenis oli yang cocok. Mobil-mobil masa kini, terutama yang sudah ada embel-embel VVT, VVTi dan sejenisnya, paling tidak harus menggunakan oli dengan kekentalan 10W-40 atau 5W-30. Mesin-mesin seperti itu tidak cocok jika dipasangkan dengan oli berkekentalan 20W-50 atau yang lebih kental. Merek apapun, pada dasarnya sama asal spesifikasinya bisa diterima oleh mesin mobil. Jangan malas juga untuk mempelajari lebih banyak tentang teknologi mesin dan perkembangan teknologi oli, semakin banyak pengetahuan anda, semakin sedikit peluang anda untuk dirugikan.

Pilih Mineral atau Sintetis?

Berdasarkan bahan dasarnya, oli mesin terbagi menjadi dua jenis: oli mineral dan oli sintetis. Oli mineral adalah oli dengan bahan dasar mineral yang diekstrak dari minyak bumi mentah sehingga memiliki molekul alami yang dimiliki oleh minyak bumi, sedangkan oli sintetis adalah oli yang dibuat dari minyak sintetis dan bahan-bahan kimia yang bersifat aditif. Oli sintetis lebih bisa mengatasi perubahan suhu dengan baik sehingga fungsi pelumasannya lebih sempurna, dan jarak pemakaian olinya juga bisa lebih lama.

perbedaan molekul oli sintetis dan mineral (sumber : autoshopper.com)
perbedaan molekul oli sintetis dan mineral (sumber : autoshopper.com)

Semua oli baik mineral maupun sintetis sama-sama mempunyai standar API. Oli sintetis biasanya disarankan untuk mesin-mesin berteknologi terbaru yang kompak, apalagi yang sudah mengaplikasikan turbo atau supercharger, karena pasti membutuhkan pelumasan lebih baik di mana celah antar logam lebih sempit atau presisi. Hanya oli sintesis yang bisa melapisi dan mengalir sempurna. Tapi ya namanya kualitas tinggi, harganya pun akan ikut tinggi. Biasanya, oli sintetis mempunyai harga dua kali lipat lebih mahal daripada oli mineral.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY