Beli Saham Mitsubishi, Nissan Bakal Jadi Kekuatan Baru di Dunia Otomotif

Beli Saham Mitsubishi, Nissan Bakal Jadi Kekuatan Baru di Dunia Otomotif

1279
0
BERBAGI
(foto : autoblog.com)

Terkuaknya sejumlah skandal manipulasi menjadi pelajaran berharga bagi para produsen otomotif. Setelah Volkswagen dengan skandal dieselgate pada akhir 2015 lalu, Mitsubishi kemudian menyusul dengan skandal manipulasi konsumsi BBM. Selain berkurangnya kepercayaan konsumen, skandal apapun itu dapat dipastikan membuat kas keuangan mereka bakal babak-belur. Mitsubishi sendiri terancam denda sampai USD 1 miliar yang harus dibayarkan kepada konsumen dan juga kepada Nissan. Ini tentu dapat membuat Mitsubishi kelimpungan untuk menghadapi persaingan dalam industri otomotif dunia yang kental dengan unsur inovasi dan investasi.

Atas skandal yang menimpa perusahaannya, Osamu Masuko selaku Chairman Mitsubishi Motors Corp, meminta maaf di depan umum dan berjanji akan melakukan investigasi lebih lanjut. Mitsubishi telah mengakui kalau mereka sudah memanipulasi data konsumsi BBM 4 mobil mini (Kei Car) yang dijual di Jepang. Dua mobil diantaranya adalah Dayz dan Dayz Roox yang dibuat oleh Mitsubishi untuk Nissan.

Jadi Milik Nissan?

Menyikapi masalah itu, Nissan pun akhirnya memutuskan untuk sekalian saja membeli saham Mitsubishi. Apa yang dilakukan Nissan tentu saja menjadi penyelamat bagi Mitsubishi karena hal ini dapat memperkuat kembali posisi Mitsubishi, tetapi juga dapat menambah nilai penjualan Nissan. Nissan sebelumnya diketahui sudah bergabung dengan Renault, dan Jika digabung dengan Mitsubishi, maka total penjualan mobil ketiga merek itu akan mencapai sekitar 9,3 juta unit. Angka ini tentu saja sudah mendekati penjualan beberapa merk dari raksasa di industri otomotif seperti Toyota dan Volkswagen. Hal ini dinilai akan sangat menguntungkan baik bagi Nissan maupun Mitsubishi.

Nissan bergabung, Mitsubishi aman (sumber : modifikasi.com)
Nissan bergabung, Mitsubishi aman (sumber : modifikasi.com)

Saham dari Mitsubishi yang akan dibeli oleh Nissan adalah sebesar 34%. Untuk informasi, di Jepang jika suatu pihak memiliki saham sebanyak 15% maka pihak itu akan menjadi pengendali perusahaan. Pembelian itu secara langsung akan menjadikan Nissan sebagai pemegang saham terbesar, melampaui kepemilikan dari induk Mitsubishi Motors Corporation, Mitsubishi Heavy Industries, yang saat ini tercatat memiliki 20 persen saham di Mitsubishi Motors Corporation. Nilai yang disiapkan oleh Nissan untuk membeli saham ini adalah sebanyak kurang lebih Rp 24 – 29 Triliyun. Menurut CEO Nissan, Carlos Ghosn, pembelian saham ini merupakan win-win solution bagi kedua perusahaan. Dengan adanya Mitsubishi, Nissan akan diuntungkan dalam hal berbagi platform dan teknologi. Pembelian saham ini sudah disetujui oleh kedua belah pihak lewat pertemuan antar direksi yang berlangsung pada hari Kamis, 12 Mei 2016.

Peta Penjualan Baru

Setelah menyelesaikan masalah internal kedua perusahaan dan setelah resmi bergabungnya kedua perusahaan, maka Nissan sudah merencanakan peta pemasaran yang baru. Karena keuntungan kerjasama kedua perusahaan ini tidak hanya dalam bidang persaingan teknologi dan inovasi, tetapi juga saling mengisi pasar yang kosong dan memaksimalkan penetrasi pada daerah-daerah yang dianggap belum terjamah.

Mitsubishi Motors Amerika Utara (foto : will.illinois.edu)
Mitsubishi Motors Amerika Utara (foto : will.illinois.edu)

Selama ini, Nissan merasa lemah dalam hal pemasaran di Asia Tenggara, sedangkan Mitsubishi lebih unggul di pasar Asia, terutama China. Begitu juga dengan Mitsubishi, selama ini Mitsubishi belum maksimal dalam penjualan di daerah Amerika Utara. Setelah bergabung, mereka berharap agar Mitsubishi bisa menjadi pijakan Nissan dalam memasuki pasar Asia, dan Nissan bisa menjadi pintu masuknya Mitsubishi untuk pasar Amerika Utara.

Bagaimana tanggapan Anda atas rencana pembelian saham Mitsubishi oleh Nissan? Akankah Nissan menjadi raksasa baru menyusul Toyota dan VW Group? Sampaikan di kolom komentar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY