Kenapa Mobil Mini (Kei Car) Tidak Laku di Indonesia? Ini Alasannya

Kenapa Mobil Mini (Kei Car) Tidak Laku di Indonesia? Ini Alasannya

5464
0
BERBAGI
Kei Car tidak laku di Indonesia? Kenapa? (foto: engineeringnewworld)

Melihat kasus manipulasi skandal emisi yang menimpa Mitsubishi belakangan ini, banyak konsumen Mitsubishi di dalam negeri yang bertanya-tanya mengenai nasib kendaraannya. PT Kramayudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku pemegang merek Mitsubishi di Indonesia menyatakan mobil produksi yang berada di Indonesia tidak terkena dampaknya sejauh ini, karena menurut mereka mobil jenis Kei Car lah yang menjadi sorotan.

Kei Car atau Keijidosha dalam bahasa Jepang dapat diartikan sebagai mobil dengan dimensi panjang tidak lebih dari 3,5 meter, tidak lebih luas dari 1,5 meter dan tidak lebih tinggi dari dua meter. Tak hanya dimensinya yang mungil, kapasitas mesinnya pun dibatasi tidak lebih dari 660 cc dengan tenaga maksimum hanya sekitar 63 hp. Mobil jenis ini sangat laris di Jepang, terutama karena kepadatan kota-kota di Jepang membuat mobil jenis ini lebih cocok untuk dipergunakan. Jika Indonesia adalah salah satu negara konsumen mobil Jepang yang cukup diperhitungkan, lalu kenapa Kei Car jarang sekali kita jumpai atau bahkan tidak cukup laris di pasaran Indonesia jika ada?

Ukuran yang Mini dan Mempunyai Bentuk Cenderung Kotak

Secara umum, kebanyakan desain Kei Car berbentuk kotak. Ini dianggap sebagai salah satu hal yang membuatnya kurang peminat di Indonesia. Walaupun ada peminatnya, namun konsumen dalam negeri rata-rata lebih menyukai desain yang dinamis.

Daihatsu Wake memang terlihat lucu. Namun harus diakui, desainnya masih susah diterima masyarakat Indonesia (Foto: Cazbuyer)
Daihatsu Wake memang terlihat lucu. Namun harus diakui, desainnya masih susah diterima masyarakat Indonesia (Foto: Cazbuyer)

Memang harus diakui bahwa desain Kei Car seringkali unik dan lucu justru karena bentuknya yang menampilkan banyak garis tegas dan bentuk kotak. Tetapi masih ada pertanyaan lain: Apakah mobil jenis ini mampu mengakomodasi penumpang dengan baik? Apalagi konsumen di Indonesia kebanyakan lebih menyukai mobil yang dapat menampung lebih banyak penumpang dan kapasitas yang lega.

Mesin Berkapasitas Kecil

Alasan selanjutnya orang Indonesia meragukan kemampuan Kei Car adalah karena kapasitas mesin yang diusungnya terbilang kecil, yakni maksimal 660 cc. Inilah yang membuat calon konsumen mempertanyakan ketangguhan performanya.

Meski mesinnya kecil dan diremehkan performanya, tetapi di Jepang ada balap khusus Kei Car loh! (Foto: Autoevolution)
Meski mesinnya kecil dan diremehkan performanya, tetapi di Jepang ada balap khusus Kei Car loh! (Foto: Autoevolution)

Sederhananya, jika mobil LCGC (Low Cost Green Car) yang mesinnya dibatasi ketentuan kapasitas 980-1200 cc saja performanya masih banyak diremehkan, lalu bagaimana yang mesinnya dibawah itu?

Harga Kei Car Mahal

Berhubung Kei Car tidak diproduksi di dalam negeri alias produk impor, maka sudah dipastikan harga mobil ini akan melonjak cukup tinggi akibat pajak dan sebagainya. Daihatsu yang mencoba memasukkan Copen ke Indonesia dapat dijadikan salah satu contoh.

Daihatsu Copen saat muncul di GIIAS 2016 (foto: Ototaiment)
Daihatsu Copen saat muncul di GIIAS 2016 (foto: Ototaiment)

Salah satu hal yang membuat Kei Car populer di Jepang karena Pemerintah Jepang memberikan pajak yang rendah untuk mobil-mobil kecil. Jadi tak heran jika harga Daihatsu Copen di Jepang hanya sekitar Rp 175 jutaan. Bandingkan dengan harganya saat masuk Indonesia yang mencapai Rp 400 jutaan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY