Terbongkar! Ini Dia Alasan Nissan Beli Mitsubishi

Terbongkar! Ini Dia Alasan Nissan Beli Mitsubishi

5213
0
BERBAGI
Terungkap sudah alasan Nissan beli saham Mitsubishi yang anjlok (Foto: driving.ca)

Aliansi Nissan-Mitsubishi paska skandal manipulasi hasil uji konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan oleh Mitsubishi kini mencapai tahap perkembangan baru. Nissan yang telah resmi membeli 34 persen saham Mitsubishi akhirnya membeberkan alasan pihaknya langsung bergerak cepat untuk meminang Mitsubishi dalam jangkauan kongsinya, sekaligus menambah daftar persekutuan yang telah dijaring Nissan selain aliansi Nissan-Renault yang terbentuk tahun 1999.

Seperti sudah kita ketahui bersama, Mitsubishi harus membayar sejumlah denda dan ganti rugi akibat adanya skandal manipulasi tersebut. Langkah Nissan yang membeli saham Mitsubishi memang langsung berimbas angin segar (dan juga dana segar tentunya) bagi Mitsubishi. Namun sejumlah kalangan di dunia otomotif justru mempertanyakan niat Nissan dibalik pembelian saham Mitsubishi. Karena bagaimanapun juga, Nissan adalah salah satu pihak yang dirugikan karena dua model mobilnya yang diproduksi Mitsubishi terkena imbas skandal manipulasi tersebut. Pembelian saham Mitsubishi juga dinilai kurang menguntungkan karena Mitsubishi dianggap mulai kehilangan kepercayaan publik yang berakibat sahamnya anjlok di pasaran hingga 44 persen.

Nissan Inginkan Teknologi PHEV Mitsubishi

Semua teka-teki itu akhirnya terjawab. Nissan rupanya kepincut dengan teknologi plug-in hybrid yang dimiliki Mitsubishi. Nissan boleh saja mendaku diri sebagai salah satu produsen kendaraan listrik terbesar di dunia, namun Nissan menyadari bahawa teknologi yang mereka miliki di bidang plug-in hybrid masih ketinggalan dari teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) milik Mitsubishi yang dipasangkan pada model Outlander. Dari statistik juga diketahui bahwa Mitsubishi Outlander PHEV merupakan kendaraan hybrid terlaris di dunia. Benar-benar faktor penting yang membuat Nissan tergiur untuk segera mengakusisi sebagian saham Mitsubishi.

Outlander PHEV memiliki teknologi yang diinginkan Nissan (Foto: thenewswheel)
Outlander PHEV memiliki teknologi yang diinginkan Nissan (Foto: thenewswheel)

Aliansi Nissan-Renault dengan terbuka juga mengakui bahwa mereka tidak memiliki beberapa teknologi lain yang dipunyai oleh Mitsubishi. Dengan berkongsinya Nissan dengan Mitsubishi, maka Nissan berencana mengembangkan teknologi PHEV untuk digunakan pada produk Nissan-Renault dan diproduksi bersama guna mengurangi ongkos produksi namun jumlah produksi lebih besar.

Nissan-Mitsubishi Akan Kembangkan Mobil di Segmen Compact Hybrid

Selain pengembangan teknologi PHEV untuk keperluan model mobil keluaran Nissan-Renault, Nissan juga punya rencana lain dengan Mitsubishi. Rencana yang dimaksud adalah niatan untuk memproduksi sebuah kendaraan satu platform di segmen compact hybrid yang rencananya bakal diluncurkan tahun ini. Sebagai informasi, hal ini memang menjadi salah satu poin kerjasama yang disepakati kedua belah pihak saat Nissan membeli saham Mitsubishi.

Aliansi Nissan-Mitsubishi akan produksi model compact hybrid yang seirit Nissan Leaf (Foto:
Aliansi Nissan-Mitsubishi akan produksi model compact hybrid yang seirit Nissan Leaf (Foto: autopeople)

Model terbaru ini disebut akan menggunakan teknologi e-Power terbaru dan rencananya akan dikembangkan khusus untuk pasar Jepang saja (walaupun bisa jadi masih ada kemungkinan untuk pasar negara lain juga jika penjualannya sukses). Nissan mengatakan bahwa mobil ini akan diproduksi untuk konsumen yang menginginkan jarak jelajah yang lebih jauh dengan konsumsi bahan bakar yang setara dengan Nissan Leaf. Mobil tersebut juga memiliki tingkat kenyamanan yang baik dengan kabin yang lebih senyap dan performa dengan akselerasi lebih bagus.

Nissan-Mitsubishi Akan Perkenalkan Teknologi Pro Pilot

Selain pengembangan teknologi PHEV dan keinginan membuat mobil baru di segmen compact hybrid, aliansi Nissan-Mitsubishi juga berencana untuk memproduksi teknologi autonomus driving lewat Pro Pilot. Teknologi tersebut berfungsi dengan menambahkan sistem pada pengereman otomatis yang ada saat ini dan dilengkapi dengan fungsi berkendara di satu jalur yang lebih aman. Nissan-Mitsubishi rencananya akan memperkenalkan teknologi tersebut pertama kali di Jepang, kemudian di Amerika Serikat, Eropa, dan China.

CEO Nissan dan CEO Mitsubishi saat konferensi pers pembelian saham Mitsubishi oleh Nissan (Foto: Autos.Winniefreepress)
CEO Nissan dan CEO Mitsubishi saat konferensi pers pembelian saham Mitsubishi oleh Nissan (Foto: Autos.Winniefreepress)

Nissan-Mitsubishi terlihat sudah memiliki banyak rencana jangka panjang. Nampaknya, aliansi kedua pabrikan ini akan berkembang ke arah yang lebih baik dan bukan tak mungkin akan membuat keduanya menjadi salah satu raksasa di dunia otomotif seperti Toyota atau VW Groups. Bagaimana menurut Anda? Sampaikan di kolom komentar ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY