Sudahkah Anda Mengenal Aquaplaning? Ini Cara Mencegahnya

Sudahkah Anda Mengenal Aquaplaning? Ini Cara Mencegahnya

1647
0
BERBAGI

Saat ini di Indonesia masih berlangsung musim hujan yang entah akan sampai kapan. Dengan kondisi jalanan Indonesia yang rata-rata masih belum baik, akan rawan sekali terbentuk genangan air jika terjadi hujan lebat. Genangan air sebenarnya terlihat biasa saja. Sepertinya tidak membahayakan, tetapi dibalik itu genangan air menyimpan potensi yang membahayakan bagi para pengguna jalan terutama pengendara mobil atau motor.

Bahaya yang kami bicarakan di atas bernama Aquaplaning. Sebenarnya apakah aquaplaning itu? Aquaplaning adalah kondisi saat seluruh ban mobil kehilangan traksinya saat melintasi jalan licin atau penuh genangan air, sehingga mobil terangkat dari permukaan. Kondisi ini menyebabkan mobil sulit untuk dikendalikan dan kehilangan kontrol, sangat berpeluang untuk terjadi kecelakaan.

Bagaimana Aquaplaning terjadi?

Aquaplaning biasanya terjadi pada kendaraan yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Ketika melintasi genangan air, jumlah air yang terkumpul di depan mobil melebihi kemampuan ban dalam membuang air ke belakang. Akibatnya, air yang gagal terbuang akan membentuk sebuah lapisan tipis di jalan sehingga membuat ban tidak dapat menapak jalan. Umumnya, mobil keluarga dilengkapi dengan ban bertapak kecil. Ketika terjadi hujan dalam jumlah normal di jalan yang halus dan kecepatan 100km/jam, setiap roda dapat membuang sekitar 1 galon air (3,8 liter) per detik. Masing-masing elemen pada ban hanya mencengkram jalan dalam waktu 1/150 detik dan selama itu mereka harus membuang ke belakang.

ilustrasi terjadinya aquaplaning (vehicletire.blogspot.com)
ilustrasi terjadinya aquaplaning (sumber : vehicletire.blogspot.com)

Kondisi ban yang bagus akan mencegah terjadinya aquaplaning, dan biasanya aquaplaning tidak akan terjadi bila kecepatan mobil tidak lebih dari 88 km/jam. Namun, aquaplaning mungkin saja tetap bisa terjadi bila keadaan tidak sesuai dengan kondisi tersebut, mungkin saja kondisi ban yang sudah berumur dan tidak sanggup membuang air. Bahkan, mobil bisa mengalami aquaplaning meski hanya bergerak dengan kecepatan kurang dari 56 km per jam.

Mencegah Aquaplaning

Setelah kita mengetahui penyebab terjadinya aquaplaning, maka kita pun bisa mencegah hal itu terjadi. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah selalu menjaga ban dalam kondisi yang prima, jangan malas untuk melakukan cek rutin kondisi ban. Kondisi ban yang prima akan selalu menciptakan performa yang baik. Dalam mengendarai mobil, anda sebaiknya juga jangan bersikap tegang karena saat anda tegang, reaksi pertama yang akan muncul ketika terjadi sesuatu adalah panik. Panik hanya akan membuat anda sulit untuk merespon kejadian dengan suatu tindakan yang benar. Sebaiknya anda tetap rileks dalam berkendara, tetap fokus agar bisa merespon segala keadaan dengan baik.

genangan air dengan mudah akan mengurangi traksi ban (vehicletire.blogspot.com)
genangan air dengan mudah akan mengurangi traksi ban (sumber : vehicletire.blogspot.com)

Saat dalam keadaan hujan dan banyak terbentuk genangan, sebaiknya anda menjaga kecepatan mobil anda tidak lebih dari 60 km/jam, karena saat keadaan basah traksi ban anda ke aspal pasti akan berkurang. Kontrol tangan anda terhadap setir kemudi juga penting. Saat melewati genangan, gerakan roda depan akan sedikit kehilangan arah, pegang kemudi anda erat-erat supaya arah mobil tetap bisa terkontrol. Selain itu, selalu ingat untuk tidak langsung menginjak rem saat terjadi aquaplaning, hal ini bisa menjadi hal yang sangat membahayakan. Sebaiknya anda cukup melepas pedal gas dan menunggu kecepatan mobil berkurang, setelah itu baru gunakan rem untuk menghentikan mobil.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY