Setelah Mitsubishi, Kali Ini Giliran Suzuki yang Mengaku Telah Lakukan Kesalahan Uji...

Setelah Mitsubishi, Kali Ini Giliran Suzuki yang Mengaku Telah Lakukan Kesalahan Uji Efisiensi BBM

782
0
BERBAGI
Suzuki susul Mitsubishi terlibat skandal uji BBM (Foto: motortrend)

Belum tuntas skandal manipulasi uji konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menimpa pabrikan Mitsubishi, kali ini muncul lagi berita mengejutkan bernada serupa dari Suzuki. Automaker yang bermarkas di Hamamatsu, Jepang ini mengaku telah melakukan kesalahan dalam pengetesan emisi dan efisiensi BBM. Satu yang ditegaskan oleh Suzuki, pihaknya emoh disebut curang atau memanipulasi, karena menurutnya hal yang mereka alami adalah murni keteledoran. Lalu, keteledoran seperti apa yang dimaksud?

Suzuki disebut telah melakukan pengujian yang tidak sesuai dengan standar baku yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Jepang. Tercatat, Suzuki telah melakukan hal itu sejak tahun 2010 dengan melibatkan 2,1 juta unit kendaraan Suzuki untuk pasar Jepang yang tidak sesuai standar. Hingga saat ini Suzuki masih berani menjamin bahwa kendaraan yang bermasalah tersebut tidak ada masalah di luar Jepang. Artinya, kalau Anda memiliki mobil keluaran Suzuki semacam Ertiga, Swift, Ciaz dan sebagainya, tidak usah khawatir. Kalaupun ikut bermasalah, masalahnya adalah pada hasil klaim uji BBM yang dianggap tidak sesuai hasil di lapangan.

Peraturan Pemerintah VS Pengujian Independen

Mencermati kasus yang dialami Mitsubishi sebelum ini, semua berawal dari kebijakan pemerintah Jepang yang tidak membentuk badan khusus untuk melakukan pengawasan. Pemerintah hanya mengatur regulasinya saja, kemudian setiap pabrikan dipersilahkan untuk melakukan pengujian mandiri. Jika sudah ada badan pengawas saja masih bisa kecolongan, (seperti kasus dieselgate yang menimpa Volkswagen) maka tidak heran jika yang tanpa badan pengawas khusus bisa mencari celah untuk melakukan manipulasi

CEO Suzuki, Osamu SUzuki saat konferensi pers (Foxnews)
CEO Suzuki, Osamu SUzuki saat konferensi pers (Foxnews)

Pada kasus Suzuki, pengujian dilakukan dengan mengukur semua data yang berhubungan dengan ban, rem dan transmisi. Pengujian dilakukan per item terlebih dahulu baru setelah itu hasil pengujian masing-masing item digabungkan. Sampai sejauh ini tidak ada masalah. Masalah baru timbul saat pengujian hambatan udara mobil karena Suzuki melakukan pengujian dengan menggunakan terowongan angin. Menurut regulasi, seharusnya pengujian dilakukan di jalanan di luar pabrik. Mungkin bagi beberapa kalangan ini adalah hal yang aneh, karena pengetesan di terowongan angin adalah sesuatu hal yang lumrah.

Perakitan mobil Suzuki (Foto: sports247)
Perakitan mobil Suzuki (Foto: sports247)

Bagaimanapun juga, peraturan tetaplah peraturan. Begitu juga dalam kasus ini yang otomatis membuat Suzuki dianggap melanggar kebijakan. Suzuki punya alasan sendiri untuk melakukan pengujian melalui terowongan angin. Menurut mereka, fasilitas pengetesan outdoor milik Suzuki di Sagara punya intensitas angin dan frekuensinya yang tinggi. Terowongan angin akhirnya dipilih sebagai alternatif lain untuk mengatasi hal tersebut. Entah salah atau tidak, nampaknya perlu ada revisi kebijakan terkait hal ini. Meskipun terdengar sepele, namun kenyataannya Suzuki harus merelakan nilai sahamnya turun hingga 15 persen akibat adanya kasus ini.

Fasilitas pengujian Suzuki di Sagara Plant (Foto: responsejp)
Fasilitas pengujian Suzuki di Sagara Plant (Foto: responsejp)

Kalau menurut Anda bagaimana? Apakah Suzuki memang salah karena tidak menuruti peraturan, ataukah pemerintah Jepang yang sudah perlu meninjau ulang peraturan lawasnya dengan yang baru? Sampaikan di kolom komentar ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY