BMW Keluhkan Standar Kaca Mobil di Indonesia

BMW Keluhkan Standar Kaca Mobil di Indonesia

812
0
BERBAGI
BMW Pavilion IIMS 2016 (Foto : Ototaiment)

Untuk urusan regulasi hukum, kita sama-sama tahu bahwa Indonesia adalah negara yang kerap memberlakukan peraturan-peraturan aneh. Aneh disini dapat diartikan dengan adanya peraturan yang tidak relevan namun masih digunakan tanpa adanya pembaruan.

BMW adalah satu produsen yang terkena imbas adanya regulasi ketinggalan jaman. Automaker asal Jerman ini bahkan sampai menyambangi Kementerian Perindustrian Indonesia (Kemenperin) untuk menyampaikan keluhannya terkait peraturan pemerintah yang dianggap sudah tidak relevan. Peraturan apakah yang dimaksud oleh BMW?

Standar BMW yang Lebih Tinggi dari Standar Nasional Indonesia

Kedatangan BMW ke Kemenperin terkait dengan sulitnya mengurus izin masuk komponen mobil ke Indonesia. Lebih spesifik, kali ini BMW mengeluhkan susahnya memasukkan kaca mobil BMW ke Indonesia karena terganjal aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang membuatnya dianggap tak memenuhi aturan. BMW tidak memenuhi aturan? Loh, kok bisa?

Ilustrasi komponen pada mobil yang harus sesuai standar SNI (Foto: Kompas)
Ilustrasi komponen pada mobil yang harus sesuai standar SNI (Foto: Kompas)

Ternyata ini justru terkait dengan masih rendahnya SNI yang berlaku. Untuk urusan kaca mobil, SNI yang diterapkan nilainya antara 1-5. Sementara kaca mobil BMW yang didatangkan dari Eropa memiliki nilai di atas 5. Artinya, BMW terpaksa harus menurunkan kualitas kacanya ke angka yang diperbolehkan untuk bisa masuk ke dalam ketetapan aturan SNI.

Melalui Jodie, BMW nyatakan keluhannya terhadap SNI yang memberatkan (Foto: Kompas)
Melalui Jodie, BMW nyatakan keluhannya terhadap SNI yang memberatkan (Foto: Kompas)

Head of Corporate Communication BMW Indonesia, Jodie O’tania, mengatakan bahwa standar komponen BMW saat ini memang tinggi. Oleh sebab itu, pihaknya berharap segera ada jalan keluar yang diberikan oleh pemerintah terkait standar nasional penerapan kaca. Lebih lanjut, dirinya menyatakan keinginan BMW agar aneka komponen yang nilai kualitasnya di atas SNI dapat dimudahkan masuk ke Indonesia.

Dari Perkara SNI Hingga ke Alasan BMW Belum Mau Bangun Pabrik di Indonesia

Terkait hal ini, rasanya memang Indonesia perlu merevisi SNI yang ditetapkan. Apalagi pasar otomotif dalam negeri terus berkembang, sehingga amat disayangkan jika kemajuan teknologi harus terganjal dengan peraturan jaman batu. Kembali ke soal kaca BMW, selama ini pihaknya terpaksa mendatangkan kaca dengan kualitas yang disesuaikan menurut SNI.

Kaca belakang BMW (Foto: BMW)
Kaca belakang BMW (Foto: BMW)

Hal ini dikarenakan BMW belum menemukan perusahaan lokal yang bisa memproduksi kaca sesuai dengan kualitas yang diinginkan BMW. Kalaupun ada, dapat dipastikan harganya mahal. Alasan inilah yang membuat BMW masih enggan mendirikan pabrik di Indonesia meskipun konsumen BMW di Indonesia terbilang besar. Untuk saat ini, BMW hanya memiliki fasilitas perakitan saja di Indonesia dan masih harus mendatangkan komponennya dari luar negeri.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY