Jangan Takut Naik Mobil Matic! Begini Cara Merawatnya

Jangan Takut Naik Mobil Matic! Begini Cara Merawatnya

2426
0
BERBAGI

Faktor kemacetan di jalanan kota menjadi pertimbangan utama dalam memilih jenis mobil. Bagi pengendara mobil yang aktif di kota-kota besar seperti Jakarta, mobil dengan transmisi otomatis menjadi pilihan utama. Kinerjanya yang praktis dan efisien membuat mobil matic menjadi pilihan yang pas untuk menghadapi kemacetan yang biasa terjadi di kota-kota besar. Tidak hanya untuk kaum perempuan, saat ini kaum laki-laki pun lebih banyak memilih mobil matic sebagai kendaraan harian, karena dengan mengendarai mobil matic tidak membuat pengendara cepat lelah.

Walaupun mobil matic sudah banyak sekali beredar di pasaran, masih banyak konsumen dan calon konsumen takut untuk merawat mobil matic. Transmisi matic berbeda dengan transmisi manual. Transmisi matic membutuhkan perlakuan yang sedikit berbeda agar tetap awet dan terjaga. Berikut kami sajikan beberapa tips sederhana untuk memperlakukan mobil matic anda supaya lebih awet.

1. Memeriksa Kondisi Oli Transmisi Otomatis

Sebelum melakukan pemeriksaan, pastikan mobil berada di area bidang yang rata. Sehingga Anda bisa mengetahui volume oli dengan tepat. Anda bisa melihat kondisi oli transmisi dari dipstick. Penggantian bisa dilakukan jika oli berubah warna menjadi kehitaman.

 

transmisi mobil otomatis (sumber : cariteautorepairs.com.au)
transmisi mobil otomatis (sumber : cariteautorepairs.com.au)

Jika Anda melihat warna cokelat susu, ada kemungkinan oli bercampur dengan air. Segera ganti untuk mencegah karat dan kerusakan komponen lainnya. Jika Anda menemukannya di bawah garis oli rendah, itu berarti ada kebocoran dan harus segera ditanggulangi.

2. Mengganti Oli Tranmisi Otomatis

Penggantian oli secara umum dihitung dari durasi atau waktu lamanya pemakaian. Idealnya oli transmisi diganti tiap 50 ribu kilometer. Namun, jika pengguna mobil memiliki mobilitas tinggi atau sering melewati wilayah stop and go alias macet, sebaiknya jadwal penggantian dilakukan lebih cepat.

Ganti oli (Foto: mobilku)
Gantilah oli transmisi secara rutin (Foto: mobilku)

Gantilah oli transmisi secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan mobil dan gunakan oli transmisi yang sesuai.

3. Posisikan Transmisi Secara Tepat

Biasakan untuk memposisikan tuas tranmisi ke posisi Neutral (N) saat mobil Anda berhenti. Contohnya saat terjebak kemacetan maupun di lampu merah.

(Foto: Kebutuhanpria)
Menahan transmisi di D saat berhenti atau macet berimbas buruk bagi mobil matic anda (Foto: Kebutuhanpria)

Jika Anda sering membiarkan tuas di posisi Drive (D) sama saja dengan membiarkan kanvas kopling terus bergesekan. Kanvas yang cepat aus akan membuat kinerja tranmisi otomatis tidak optimal.

4. Hindari Menginjak Gas dengan Spontan

Jangan langsung menginjak pedal gas dalam-dalam saat akan mulai berjalan karena dapat mengganggu kualitas katup solenoid.

Jangan asal menginjak gas secara mendadak (Foto: Okezone)
Jangan asal menginjak gas secara mendadak (Foto: Okezone)

Sistem di perangkat transmisi mobil matic membutuhkan beberapa detik untuk menghasilkan tekanan dari oli ke konverter torsi. Jika proses itu belum selesai dan terlanjur ada tekanan besar, akibatnya dapat membuat katup solenoid rusak.

5. Jangan Jadikan Transmisi Matic Sebagai Pengganti Rem

Kondisi yang kami maksud adalah memanfaatkan kerja transmisi untuk menggantikan rem saat mobil berada di tanjakan dalam kondisi macet, sistem transmisi dipaksa menahan mobil supaya tidak merosot mundur.

Hindari menggunakan transmisi otomatis sebagai pengganti rem (Foto: Renault)
Hindari menggunakan transmisi otomatis sebagai pengganti rem (Foto: Renault)

Driver tidak memindahkan posisi tuas dari D ke N saat berhenti di depan lampu merah atau saat kemacetan, transmisi akan bisa lebih cepat mengalami kerusakan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY