Setelah Mobil LCGC, Pemerintah Akan Keluarkan Program Mobil LCE?

Setelah Mobil LCGC, Pemerintah Akan Keluarkan Program Mobil LCE?

1175
0
BERBAGI
Mobil LCGC akan mendapat saudara baru: mobil LCE (Foto: halloriau)

Keberadaan mobil berstatus Low Cost Green Car (LCGC) yang telah muncul sejak tahun 2013 silam masih menyisakan beberapa polemik hingga saat ini. Merujuk namanya, wajar jika khalayak akan menganggap penyebab murahnya mobil LCGC adalah karena tingkat efisiensi bahan bakarnya atau karena adanya teknologi ramah lingkungan yang bisa membuatnya menjadi murah.

Namun, pada kenyataannya ‘Low Cost’ disini lebih dikarenakan adanya penghapusan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) oleh Pemerintah Pusat ketimbang karena keiritannya. Masalah lain juga timbul karena mobil berharga murah ini justru menambah populasi mobil di jalanan, sehingga kemacetan nampaknya masih akan menjadi momok hingga anak-cucu kita nantinya. Terlepas dari itu semua, kabarnya Pemerintah tengah mempersiapkan program mobil LCE sebagai kelanjutan LCGC. Wah, apa lagi itu?

Mobil Rendah Emisi

Mobil LCE, atau Low Car Emission, adalah sebuah program yang sudah santer diperbincangkan sejak tahun lalu. Boleh dibilang, mobil jenis ini meminjam spirit yang sama dengan mobil LCGC. Bahkan menurut Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, Pemerintah berkeinginan untuk memanfaatkan mobil LCGC yang sudah ada. Saat ini Pemerintah masih meraba-raba, apakah dari LCGC ke LCE akan menggunakan fuel consumption atau karbon.

Mobil rendah emisi dengan harga yang murah? Menarik. Tapi bagaimana dengan peningkatan populasi kendaraan bermotor nantinya? (Foto: lanesschoolofdriving)
Mobil rendah emisi dengan harga yang murah? Menarik. Tapi bagaimana dengan peningkatan populasi kendaraan bermotor nantinya? (Foto: lanesschoolofdriving)

Meski belum ada regulasi baku, namun yang dapat dikategorikan sebagai mobil LCE adalah kendaraan bermotor dengan teknologi advance diesel/petrol, petrol gas yang menggunakan konverter CNG/LGV, biofuel, hingga hybrid. Nantinya Pemerintah menginginkan agar konsumsi bahan bakar pada mobil jenis ini dapat mencapai 20 km/liter – 28 km/liter.

Mobil LCE nantinya diharapkan mempunyai nilai jual juga di negara tetangga (Foto: mustangworld)
Mobil LCE nantinya diharapkan mempunyai nilai jual juga di negara tetangga. Masalahnya, maukah negara tetangga menerima ‘mobil murah’ Indonesia? (Foto: mustangworld)

Berhubung masih senada dengan mobil LCGC, maka Putu menjelaskan bahwa masih ada hal lain yang perlu dipikirkan, termasuk mengenai insentif untuk program mobil LCE yang membuat pihaknya masih harus berbicara terlebih dahulu dengan Menteri Keuangan. Selain itu, program ini juga membutuhkan dukungan dan kesiapan produsen mobil di Indonesia, karena Pemerintah ingin agar mobil LCE nantinya juga dapat dijual ke negara tetangga.

Bakal Lebih Murah dari LCGC?

Mobil LCE digadang-gadang menjadi mobil yang lebih irit serta lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan mobil LCGC. Untuk saat ini peraturan terkait mobil LCE masih dalam tahap perencanaan, sehingga detail mengenai mobil LCE juga masih belum jelas. Wacana mengenai program LCE ini juga mendapat respon dari kalangan masyarakat, terutama mengenai harganya. Pemerintah sendiri mengharapkan harga mobil LCE tidak lebih dari Rp 100 juta. Jika demikian adanya, maka mobil LCE bisa dikatakan akan lebih murah dari mobil jenis LCGC yang kisarannya Rp 100 jutaan.

Jika jumlah mobil murah meningkat, logisnya tingkat kemacetan juga akan meningkat karena masyarakat akan semakin mudah membeli kendaraan bermotor (Foto: Beritatrans)
Jika jumlah mobil murah meningkat, apakah tingkat kemacetan juga akan meningkat? (Foto: Beritatrans)

Jika benar demikian, bukankah ini justru akan mendorong masyarakat untuk makin membeli kendaraan bermotor dan beresiko menambah tingkat kemacetan? Bagaimana pendapat Anda? Silahkan tuliskan di kolom komentar ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY