NHTSA Akan Mulai Gunakan Boneka Uji Tabrak di Jok Belakang Saat Pengujian

NHTSA Akan Mulai Gunakan Boneka Uji Tabrak di Jok Belakang Saat Pengujian

857
0
BERBAGI
jenis airbag pada samping penumpang (Foto: Autoweb)

Metode uji tabrak (crash test) yang telah berlaku selama ini memang masih terus disempurnakan. Selain faktor keselamatan pengemudi dan penumpang di bagian depan yang menjadi perhatian, pengujian juga mulai memperhatikan faktor keselamatan pejalan kaki dan perlindungan terhadap anak untuk terus mendapatkan rating keselamatan yang tinggi.

Seiring menjamurnya layanan ride-sharing Lyft dan Uber, maka pihak National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di Amerika Serikat mulai menambahkan lagi standar pengujian dengan menempatkan crash test dummies (boneka yang digunakan untuk uji tabrak) di jok belakang sebagai bagian dari program penilaian keselamatan bintang limanya di tahun 2019.

Sebagai Tanggapan Atas Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Penumpang di Bagian Belakang

Penambahan standar pengujian ini memang sudah sepatutnya dilakukan, mengingat penumpang kendaraan ride-sharing biasanya memilih untuk duduk di bangku belakang. Anak-anak maupun bayi yang juga ditempatkan pada bangku belakang turut membuat NHTSA memantapkan niat untuk memperbaiki standar pengujiannya.

Bayi dan anak yang menjadi penumpang di bagian belakang kerap kurang mendapat perhatian dari segi keselamatan maupun perlindungannya (Foto: beauty)
Bayi dan anak yang menjadi penumpang di bagian belakang kerap kurang mendapat perhatian dari segi keselamatan maupun perlindungannya (Foto: beauty)

Salah satu hal yang ikut menginspirasi NHTSA untuk menambahkan crash test dummies di bangku belakang untuk menguji tingkat perlindungan dan keamanannya terhadap penumpang adalah adanya sejumlah kasus kematian penumpang belakang. Dilansir dari Bloomberg, pernah terjadi suatu kasus tragis yang menimpa dua orang tua yang bepergian dengan anak mereka yang berusia 16 bulan. Mobil yang dikendarai oleh keluarga ini menabrak sebuah minivan dalam kecepatan 88 Km/jam.

Crash Test Dummies yang dipasangkan di jok belakang berfungsi untuk mengetahui sejauh mana mobil dapat melindungi penumpang di bagian belakang jika terjadi kecelakaan (Foto: Trucktrend)
Crash Test Dummies yang dipasangkan di jok belakang berfungsi untuk mengetahui sejauh mana mobil dapat melindungi penumpang di bagian belakang jika terjadi kecelakaan (Foto: Trucktrend)

Fokus pabrikan yang lebih mengutamakan keselamatan penumpang depan membuat sebagian jok depan dirancang untuk rusak agar tidak terjadi cedera whiplash (cedera leher yang dapat terjadi pada saat tabrakan mobil ketika kepala Anda tiba-tiba bergerak mundur dan kemudian maju atau sebaliknya) bagi penghuninya. Pada kecelakaan ini, salah satu jok justru tidak sengaja memukul anak berusia 16 bulan tersebut tepat di kepala dan membuatnya meninggal seketika.

Beberapa pabrikan otomotif merancang kursi depan yang bisa rusak seketika saat terjadi kecelakaan agar tak terjadi cedera whiplash (Foto: schultzmyers)
Beberapa pabrikan otomotif merancang kursi depan yang bisa rusak seketika saat terjadi kecelakaan agar tak terjadi cedera whiplash (Foto: schultzmyers)

Akibat kasus ini, NHTSA berharap pembenahan standar pengujian akan mengarahkan fokus baru pada keamanan penumpang belakang. Pabrikan otomotif diharapkan akan segera menambah airbag untuk penumpang di bagian belakang dan memberikan seatbelt pretensioner belakang yang berfungsi untuk mengencangkan sabuk ketika kecelakaan sudah sangat dekat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY