Menebus Kesalahan, Bos Besar Suzuki Mundur

Menebus Kesalahan, Bos Besar Suzuki Mundur

747
0
BERBAGI

Sudah termahsyur di dunia bahwa masyarakat Jepang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai displin dalam bekerja dan menjaga etos kerja sebaik mungkin. Begitu juga dengan kejujuran dan sportifitas. Baru saja, Jepang membuat satu contoh lagi tentang sebuah perwujudan dari sportifitas kerja.

Bos besar Suzuki Motor Corporation, Osamu Suzuki dikabarkan telah melakukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai CEO akibat skandal yang menimpa Suzuki terkait pengujian konsumsi bahan bakar. Pengunduran diri dari jabatan seperti ini sudah menjadi hal yang biasa di Jepang, jika seseorang melakukan kesalah besar dan sudah membuat malu perusahaan atau institusi, maka jalan untuk menebus kesalahannya adalah harus siap mengundurkan diri dari jabatan.

Para Petinggi dipotong Gaji

Terungkapnya kasus ini berakibat bonus para petinggi Suzuki harus dipotong. Pengurangan bonus dan kompensasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab manajemen terhadap skandal konsumsi BBM mobil Suzuki. Untuk bonus tahun keuangan 2015, jajaran representative directors and director Suzuki Motor Corporation ditiadakan sepenuhnya. Sementara bonus manajemen di level senior managing officer dan managing officer dipotong 50 persen. Selain itu, kompensasi bulanan beberapa jajaran eksekutif Suzuki juga dipotong berlaku setelah Juli 2016. Besaran potongan kompensasi bulanan itu tergantung pada jabatannya.

semua jajaran petinggi Suzuki mendapatkan ganjaran pemotongan gaji (foto : voanews.com)
semua jajaran petinggi Suzuki mendapatkan ganjaran pemotongan gaji (foto : voanews.com)

Untuk representative director dan chairman dipotong 40 persen selama 6 bulan. Representative director dan presiden dipotong 30 persen selama 6 bulan. Representative director dan vice chairman dipotong 25 persen selama 6 bulan. Director dan Managing Officer yang bertanggung jawab langsung dipotong 20 persen selama 6 bulan. Selain itu, kompensasi bulanan Outside Company Director, auditor–kecuali auditor yang baru ditugaskan, serta Senior Managing Officer and Managing Officer dipotong 10 persen selama 3 bulan.

Skandal Pengujian Konsumsi bahan Bakar

Suzuki Motor Corporation memang mengakui menggunakan metode yang tidak sesuai peraturan pemerintah Jepang pada pengujian konsumsi bahan bakar mobil sejak 2010. Osamu Suzuki memang akan mengundurkan diri dari jabatan CEO, tapi akan tetap bertindak sebagai chairman dan masih harus bertanggungjawab terhadap skandal ini. Sebagai chairman, Osamu Suzuki akan mengawasi upaya untuk memperkuat kepatuhan peraturan dan meningkatkan pelatihan untuk insinyur. Suzuki bakal menguji ulang mobil-mobil yang terkena dampak skandal. Selain Osamu Suzuki, Wakil Presiden Eksekutif SMC, Osamu Honda yang juga menjabat sebagai Kepala Petugas Teknis kini sudah memasuki masa pensiunnya.

Osamu Suzuki (kanan) mundur, Osamu Honda (kiri) pensiun (foto : okezone.com)
Osamu Suzuki (kanan) mundur, Osamu Honda (kiri) pensiun (foto : okezone.com)

Osamu Suzuki yang sudah memimpin perusahan selama hampir empat dekade ini menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya karena sudah turut berkontribusi pada insiden terbaru yang dialami oleh Suzuki itu. Menurutnya, beberapa tahun terakhir ini menjadi sangat sulit untuk mengawasi semua operasi perusahaan sendiri. CEO baru yang akan menggantikan Osamu Suzuki baru akan dipilih pada akhir bulan Juni 2016 pada saat rapat pemegang saham tahunan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY