Tata Motors Indonesia Seleksi Ketat Pengajuan Kredit

Tata Motors Indonesia Seleksi Ketat Pengajuan Kredit

1153
0
BERBAGI

Jika diibaratkan seperti umur manusia, Tata Motors di Indonesia adalah bayi yang belum lama lahir. Dibawah naungan Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), penjualan Tata Motors yang dimulai pada bulan September 2013 akhir-akhir mulai perlahan merangkak naik. Selain itu, produk yang ditawarkan oleh TMDI pun mulai beragam.

TMDI akhirnya mencatatkan total penjualan hingga 3.000 unit per Mei 2016. Peristiwa bersejarah ini dicapai setelah TMDI masuk ke Indonesia sejak 2012 lalu. Biswadev, Presiden Direktur TMDI mengatakan, “Kami sudah di sini selama empat tahun. Milestone terbaik yaitu 3.000 unit penjualan. Saya senang dan bangga, tiap hari pemiliknya (mobil Tata Motors) semakin banyak.” Padahal total penjualan pada bulan November 2015 lalu baru mencapai 2.000 unit, lalu terjadi peningkatan 500 unit pada bulan Februari 2016.

Memberatkan Diri pada Segmen Kendaraan Niaga

Saat awal masuknya Tata, TMDI mencoba peruntungan di Indonesia dengan menawarkan mobil penumpang, kemudian berlanjut ke mobil komersial. Belakangan ini, pihak TMDI menyadari bahwa ternyata bermain di bisnis mobil komersial lebih masuk akal, sehingga mulai tahun ini TMDI tidak lagi menawarkan mobil penumpang. “Dalam enam bulan sampai setahun kedepan kita akan melihat makin banyak produk Tata yang masuk. Karena kami merasa Indonesia punya ekonomi besar, perkembangan besar dan membutuhkan kendaraan komersial yang terjangkau, kuat, dapat diandalkan, dan yang terpenting menghemat uang. Mobil komersial Tata memenuhi syarat-syarat itu,” kata Biswadev. Saat ini, stok mobil penumpang di TMDI sudah habis, dan belum membuka lagi untuk impor.

Tata Ace 1400cc Diesel (foto : tatamotorspekanbaru.com)
Tata Ace 1400cc Diesel (foto : tatamotorspekanbaru.com)

Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Data penjualan menunjukkan bahwa memang kendaraan niaga Tata lebih banyak diminati. Dari total 3.000 penjualan Tata di Indonesia, dominasi penjualan masih dipegang oleh Tata Ace. Mobil Pick Up bermesin diesel 1400 cc ini mendominasi bahkan hingga 70-80 persen dari total penjualan. “Sejak kami memulai perjalanan kami, dua setengah tahun ke belakang, kami hanya punya tiga produk. Sekarang kami punya komplet kendaraan komersial. Ada sembilan kendaraan komersial yang kami tawarkan sekarang di Indonesia,” ujar Biswadev.

Lebih Selektif dalam Menerima Pengajuan Kredit

Jual-beli kendaraan tentu saja mempunyai keterkaitan yang erat dengan kredit. Banyak terjadi kredit macet. Di Indonesia, kredit bermasalah atau non performing loan pada kuartal I 2016 naik 0,1 persen menjadi 2,8 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, hal ini juga terjadi di sektor otomotif. Salah satu perusahaan yang merasakan dampaknya adalah Tata Motors Distribusi Indonesia. Kredit macet disebabkan oleh kondisi perekonomian, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2016 hanya sebesar 4,92 persen dari target di atas 5 persen.

Tata Motors Distribusi Indonesia berhati-hati dalam memilih pengajuan kredit (foto : tata-mobil.blogspot.com)
Tata Motors Distribusi Indonesia berhati-hati dalam memilih pengajuan kredit (foto : tata-mobil.blogspot.com)

Mengantisipasi hal ini, pihak TMDI akan melakukan screening atau seleksi ketat untuk calon konsumen Tata Motors. Hal ini karena tingginya permintaan kepada Tata Motors, tetapi tidak diimbangi oleh naiknya kemampuan bayar. TMDI akan menyeleksi konsumen mana yang benar-benar bisa membayar, jadi Tata Motors juga tidak ingin menyusahkan perusahaan rekanan, yaitu penyedia jasa pembayaran.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY