Bersiaplah Kecewa Karena Honda Jazz Turbo Nampaknya Tak Masuk Indonesia

Bersiaplah Kecewa Karena Honda Jazz Turbo Nampaknya Tak Masuk Indonesia

1728
0
BERBAGI
Honda Jazz bermesin turbo hanya tinggal impian saja di Indonesia? (Foto: Paultan)

Masih segar di ingatan kita, kabar kemunculan Honda Jazz facelift yang gosipnya akan kebagian mesin turbo. Rumor tersebut telah beredar luas di Jepang dan membuat banyak kalangan antusias. Pasalnya, Honda diprediksi akan menyuguhkan mesin 1.000 cc turbo yang sama dengan milik Honda Civic pasar Jepang.

Jika Jazz facelift ini masuk ke Indonesia dan mendapatkan mesin serupa, tentunya ini akan menjadi kabar baik. Mesin berkapasitas kecil namun tenaganya besar. Siapa yang tak tergiur? Sayangnya, peluang Jazz turbo ini masuk ke Indonesia tipis. Jadi, lebih baik tak usah berharap terlalu banyak ya!

Dinilai Tak Ada Benefitnya

Penyebab tipisnya peluang Jazz facelift bermesin turbo masuk ke Indonesia tak lain karena pihak Honda Prospect Motor (HPM) menilai tidak ada untungnya memasukkan Jazz bermesin 1.000 cc turbo ke Indonesia. Loh? Kenapa tidak menguntungkan? Jika Civic terbaru saja kini hadir dalam mesin 1.500 cc turbo, kenapa Jazz terbaru tidak bisa?

Honda Jazz yang beredar di Indonesia saat ini (Foto: Honda)

Menurut HPM, Honda Jazz masuk golongan kena Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) 10 persen untuk kapasitas mesin kurang dari 1.500 cc. Ini berarti, meski mengusung mesin 1.000 cc, beban pajaknya tidak berubah. Harga jualnyalah yang bakal berubah drastis karena teknologi turbo lebih mahal dari mesin konvensional. Inilah yang membuat HPM merasa tak ada untungnya membawa Jazz turbo ke Indonesia karena dinilai prospek penjualannya bakal rendah.

Lalu Bagaimana Dengan Civic Turbo? Apa Bedanya?

Menurut HPM, kasus Jazz turbo tak bisa disamakan dengan Civic terbaru yang ditawarkan dalam satu pilihan mesin, yakni 1.500 cc turbo. Masuknya Civic turbo justru disebut keputusan baik dan menguntungkan karena Civic 1.500 cc masuk golongan kena PPnBM sebesar 30 persen.

Honda membuka selubung Civic generasi kesepuluh di IIMS 2016 (Foto: Ototaiment)
Honda membuka selubung Civic generasi kesepuluh di IIMS 2016 (Foto: Ototaiment)

Jika HPM memasukkan Civic bermesin 1.800 cc naturally aspirated, mobil ini akan masuk golongan kena PPnBM 40 persen. Selain pajak yang lebih besar dan harga jual yang akan lebih mahal, Civic 1.800 cc juga masih kalah bertenaga jika dibandingkan dengan Civic 1.500 cc turbo. Wajar jika kemudian HPM emoh membawa Civic 1.800 cc karena tidak menguntungkan.

Wah, kalau sudah terbentur peraturan pajak dan tetek-bengeknya, sesuatu yang menyenangkan bisa jadi tak mengenakkan ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY