Review Suzuki Ciaz 2015 Indonesia

1595
0
BERBAGI

Sudah cukup lama sejak Suzuki terakhir kali menghadirkan model di kelas entry level sedan dengan Suzuki Baleno. Kali ini Suzuki kembali bermain di segmen tersebut dengan menghadirkan Ciaz. Keputusan yang cukup berani, mengingat tren sedan di Indonesia mulai bergeser oleh adanya mobil LCGC maupun mobil keluarga atau MPV.

Selain itu, nampaknya Ciaz harus menghadapi persaingan yang cukup ketat mengingat ada dua nama besar yang telah menguasai segmen ini sejak lama, siapa lagi kalau bukan Honda City dan Toyota Vios. Lalu, apa yang ditawarkan Suzuki Ciaz untuk menarik hati konsumen di segmen entry level sedan ini? Mari kita cari tahu.

Bukan Penerus Baleno

Suzuki Ciaz dikenal juga dengan nama Suzuki Alivio di China, dan perlu dicatat bahwa mobil ini bukanlah penerus Baleno karena memang dibuat dengan tujuan untuk menggantikan sepenuhnya SX4 sedan atau Baleno di pasar Asia dan Amerika Latin. Suzuki Baleno sendiri saat ini telah memiliki penerusnya, walaupun dalam bentuk hatchback. 

Suzuki Baleno 2016
Baleno terbaru tak lagi sedan (Foto: Autoexpress)

Untuk pasar Indonesia, Suzuki Ciaz diimpor langsung dari Thailand. Meskipun produk CBU (Completely Built Up), tapi beberapa sepsifikasinya ternyata cukup berbeda, termasuk dengan penggunaan mesinnya yang tidak sama karena di Thailand mobil ini menggunakan mesin 1.250 cc, sementara di Indonesia menggunakan mesin 1.400 cc yang juga dipakai oleh Ertiga dan Swift.

Mesin K14B dipilih sebagai jantung pacu Ciaz versi Indonesia
Mesin K14B dipilih sebagai jantung pacu Ciaz versi Indonesia (foto: Ototaiment)

Tak hanya urusan mesin, nampaknya beberapa fitur menarik yang dimilikinya juga hilang setelah sampai di Indonesia. Padahal fitur-fitur tersebut yang membuat Ciaz menjadi salah satu mobil yang cukup populer di beberapa negara lain, seperti di India misalkan, mengingat disana Ciaz menawarkan fitur-fitur yang cukup menarik untuk kelas entry level sedan.

Eksterior

Melihat desainnya, kita akan mendapati sebuah grill besar dengan empat bilah garis chrome dan juga sepasang headlamp yang sudah menggunakan halogen projector. Turun kebawah, ada sepasang foglamp di sebelah kiri dan kanan.

Sedan ini lebih terlihat elegan ketimbang klaim perusahaan yang menyebutnya sedan sporty (Foto: Ototaiment)
Sedan ini lebih terlihat elegan ketimbang klaim perusahaan yang menyebutnya sedan sporty (Foto: Ototaiment)

Dari samping, dapat kita lihat mobil ini mendapatkan velg berukuran 16 inci yang sudah dibekali rem cakram pada roda depan dan rem tromol pada roda belakang. Selain itu, nampak jelas Suzuki Ciaz memiliki dimensi yang paling panjang dikelasnya (4,490 mm), mengalahkan Honda City (4,442 mm) dan Toyota Vios (4,410 mm). Dengan dimensi yang panjang ini, sudah sewajarnya jika Ciaz akan memiliki ruang kabin dan bagasi yang juga lebih besar dari kompetitornya.

Setujukah anda jika kami bilang ada aura Honda City pada bagian belakang mobil ini? (Foto: Ototaiment)
Setujukah anda jika kami bilang ada aura Honda City pada bagian belakang mobil ini? (Foto: Ototaiment)

Di bagian belakang tampak tak ada hal spesial, apalagi keberadaan kamera mundur. Desain lampu belakangnya kalau dicermati akan mengingatkan kita pada lampu belakang milik Honda City. Wow. Kebetulan? 

Dengan bagasi 495 L, orang dewasa pun masih bisa masuk dengan nyaman (Foto: Ototaiment)
Dengan bagasi 495 L, orang dewasa pun masih bisa masuk dengan nyaman (Foto: Ototaiment)

Saat membuka bagasi, bisa kita lihat bahwa bagasinya sangat luas dan mampu menampung hingga kapasitas 495 L. Saat kami tes dengan ‘memasukkan’ salah seorang kawan kedalamnya, Bagasi inipun masih mampu menampung dengan leluasa. Bukaan pintu bagasinya juga cukup lebar dan tentu saja ini akan sangat memudahkan kita saat memasukkan atau mengeluarkan barang dari bagasi.

Interior

Masuk ke kabin bagian depan kita bisa melihat desain dashboard yang cukup mewah, cukup elegan dengan aksen silver di bagian tengah dashboardnya. Sebenarnya suasana di dalam kabin ini akan jauh lebih terasa mewah ketika kita memilih warna interior two tone, hitam dan cream, seperti milik Maruti Suzuki Ciaz yang beredar di India. Sayangnya yang masuk Indonesia sementara ini hanya yang beraksen all black.

Andaikan mendapat head unit touch screen 7 inci seperti di India, pasti akan lebih menawan (Foto: Ototaiment)
Andaikan mendapat head unit touch screen 7 inci seperti di India, pasti akan lebih menawan (Foto: Ototaiment)

Head unitnya 2din, sayangnya belum touch screen seperti yang ada di luar negeri. Sebagai informasi saja, Ciaz versi India sistem infotaiment-nya sudah menggunakan layar touch screen 7 inchi yang juga dilengkapi dengan navigasi dan view untuk kamera mundur, sementara untuk versi Indonesia belum ada. Setidaknya, head unit versi Indonesia ini sudah ada konektifitas USB, AUX, Bluetooth dan juga sudah terhubung dengan audio switch control yang ada di bagian palang lingkar kemudi. Sementara untuk pengaturan AC-nya sudah dilengkapi dengan AC otomatis. Jok pengemudi memiliki pengatur ketinggian yang pengoperasiannya masih manual.

Kabin belakang Ciaz luas dan lega! (Foto: Ototaiment)
Kabin belakang Ciaz luas dan lega! (Foto: Ototaiment)

Pindah ke kabin bagian belakang, kursinya cukup nyaman walaupun hanya dilapisi dengan kain atau material fabric, bukan kulit. Keunggulan utama di kabin belakang ini adalah kelapangan kabinnya yang mampu memberikan ruang kaki cukup lega walaupun ruang kepala cukup mentok. Tiga orang dewasa pun masih bisa duduk dengan nyaman di kabin belakang, apalagi lantai tengahnya lumayan rata, alias tidak terpisah sekat di lantai. Kalau mencermati konsol tengahnya, sebenarnya di luar negeri ada ventilasi AC dan port 12 volt untuk mengisi ulang daya gadget. Sayangnya fitur tersebut tak ada di Indonesia.

Impresi Berkendara

 

Suzuki Ciaz telah dibekali dengan keyless entry dan start stop button untuk menyalakan mesinnya. Ini tentunya cukup memudahkan. Saat pertama berakselerasi ringan, feel-nya terasa cukup familiar. Mungkin karena dia menggunakan mesin K14B seperti Ertiga dan Swift maka tak perlu banyak adaptasi. Perlu dicatat, meskipun berbagi mesin dengan Ertiga, bobot Ciaz lebih ringan sekitar 180 kg. Ini tentu memberikan imbas baik pada performanya. Pemilihan mesin K14B sebagai mesin Ciaz juga pastinya melalui sejumlah pertimbangan, termasuk dengan kebandelan mesin yang terkenal efisien ini.

Ciaz saat muncul di GIIAS 2015 (Foto: Ototaiment)
Ciaz saat muncul di GIIAS 2015 (Foto: Ototaiment)

Tipe yang kami uji adalah varian tertinggi dengan transmisi otomatis 4 percepatan. Perpindahan gigi terasa cukup lembut dan nyaman. Suspensi mobil ini juga tergolong cukup empuk, sehingga jika didukung kelegaan kabin belakangnya, maka tak heran jika banyak perusahaan taxi yang tertarik untuk meminang mobil ini sebagai armadanya. Salah satu catatan yang kami tekankan adalah body roll yang cukup terasa pada mobil ini kala diajak bermanuver maupun menikung secara mendadak. Sebagai mobil sedan yang tidak bongsor dan tak mempunyai ground clearance tinggi, hal semacam ini seharusnya dapat diminimalisir. Urusan kekedapan kabin menjadi salah satu poin plus mobil ini karena mampu meredam suara dari luar cukup baik.

Kesimpulan

Jika Anda mencari sedan yang memiliki nilai fun to drive, kami tidak mendapati hal tersebut dari Suzuki Ciaz. Tetapi jika Anda mencari sedan dengan kabin yang nyaman dan lapang serta mesin yang telah terbukti kualitasnya, maka Ciaz layak menjadi pertimbangan. Untuk harganya, varian tertinggi mobil ini dijual seharga Rp 306.600.000 on the road Yogyakarta. Harga berbeda-beda tergantung area.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY