Wow, Bos Google Diam-Diam Persiapkan Mobil Terbang!

Wow, Bos Google Diam-Diam Persiapkan Mobil Terbang!

862
0
BERBAGI
Proyek pribadi Larry Page atau Google/Alphabet? (Foto: Engadget)

Beberapa tahun terakhir ini Google diketahui tengah mencoba peruntungannya di dunia otomotif dengan membuat mobil autonomous alias mobil yang dapat berjalan tanpa campur tangan aktif seorang pengemudi. Google bukan satu-satunya perusahaan non-otomotif yang terjun dalam segmen mobil autonomous ini, karena Apple juga tergiur untuk menjajal peruntungannya pada proyek mobil autonomous.

Proyek ambisius ini memang belum tuntas. Baik Google maupun perusahaan lain yang tertarik pada mobil tanpa sopir masih terus melakukan pengujian dan pengkajian ulang. Menariknya, salah seorang pendiri Google yang kini didapuk menjadi CEO Alphabet, Larry Page, dikabarkan tengah mengembangkan mobil terbang. Wow! Apakah ini akan menjadi proyek terbaru Google?

Berinvestasi Pada Dua Start-Up Sekaligus dan Dikembangkan Secara Diam-Diam

Larry Page nampak serius dengan proyek mobil terbangnya ini. Page bahkan dikabarkan telah berinvestasi pada dua startup sekaligus yang bernama Zee.Aero dan Kitty Hawk. Informasi terkini, Page bahkan sudah menghabiskan dana sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun untuk Zee.Aero. Masih belum diketahui berapa nilai investasi yang dikeluarkan oleh Page untuk Kitty Hawk. Tentunya, megaproyek ini masih akan terus menyedot dana besar hingga terealisasi.

Mobil terbang seperti apakah yang akan dibuat oleh Larry Page dan timnya? (Foto: Rediff)
Mobil terbang seperti apakah yang akan dibuat oleh Larry Page dan timnya? (Foto: Rediff)

Melalui investasi yang ditanamkan oleh Larry Page, Zee.Aero kini memiliki fasilitas riset di NASA Ames Research Center campus, Mountain View, California, dan telah melakukan penerbangan prototipe di hanggar bandara di Hollister, California, Amerika Serikat.

Larry Page, CEO Alphabet dan Co-Founder Google, orang yang berada dibalik proyek mobil terbang Zee.Aero dan Kitty Hawk (Foto: Getty Images)
Larry Page, CEO Alphabet dan Co-Founder Google sekaligus orang yang berada dibalik proyek mobil terbang Zee.Aero dan Kitty Hawk (Foto: Getty Images)

Sebelum proyek ini bocor, Page dikabarkan mengubah lantai dua di kantor Zee.Aero sebagai ruang pribadinya dan menolak keterlibatannya diketahui secara spesifik. Bahkan Page hanya dikenal sebagai ‘penghuni ruang atas’ atau The Guy Upstairs (disingkat GUS). Hal ini dikarenakan ketertarikan Page pada proyek mobil terbang tersebut merupakan ambisi pribadi yang tidak terkait dengan Alphabet atau Google. Berhubung menjadi ambisi pribadi, maka masih belum diketahui apakah ketertarikn Page ini berlatar belakang keseriusan pada bidang transportasi masa depan atau hanya sebagai proyek senang-senang sang miliuner semata.

Pengujian Prototipe Telah Dilakukan Serta Melibatkan Desainer dan Teknisi Berpengalaman

Seperti yang telah disampaikan di atas, Zee.Aero telah melakukan pengujian pada prototipe mobil terbangnya. Model yang diuji terdiri dari dua buah mobil terbang model single seater berbentuk pesawat ukuran kecil dengan baling-baling menghadap bawah. Untuk keperluan ini, Zee.Aero juga menyewa jasa desainer serta teknisi dari berbagai organisasi, termasuk NASA, Boeing, dan SpaceX.

Paten mobil terbang milik Zee.Aero (Foto: The Verge)
Paten mobil terbang milik Zee.Aero (Foto: The Verge)

Sedangkan Kitty Hawk yang merupakan salah satu startup lainnya, disebut telah membuat mobil terbang sendiri dengan bentuk mirip drone quad copter tetapi dalam versi raksasa. Kitty Hawk dikenal sebagai perusahaan yang lebih kecil dari Zee.Aero dan memiliki sejumlah teknisi jebolan AeroVelo, perusahaan yang pernah memenangkan penghargaan Sikorsky senilai USD 250.000 atau setara Rp 3,3 miliar pada tahun 2013 atas keberhasilannya membuat sebuah helikopter bertenaga manusia yang bisa melayang selama lebih dari satu menit.

Aerovelo saat memenangkan Sikorsky Prize (Foto: thisiscolossal)
Helikopter bertenaga manusia buatan Aerovelo (Foto: thisiscolossal)

Jika mobil terbang ini akhirnya diproduksi massal, bagaimana pendapat Anda? Apakah kemacetan lalu lintas di darat akan berpindah ke udara?

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY