Bahaya! Jangan Menelepon Menggunakan Handsfree saat Mengemudi

Bahaya! Jangan Menelepon Menggunakan Handsfree saat Mengemudi

1155
0
BERBAGI

Selama ini kita kadang menyepelekan penggunaan telepon saat mengemudi. Kita sendiri sudah tahu bahwa mengoperasikan handphone (telepon atau sms) saat mengemudi bisa menimbulkan resiko bahaya yang sangat tinggi. Sebuah penelitian yang dilakukan Fakultas Psikologi Utah University, Amerika Serikat (AS), pada tahun 2003 menyatakan bahwa mengemudikan mobil sambil menelepon bahkan lebih berbahaya ketimbang mengemudi sambli mabuk di atas ambang batas alkohol nasional AS.

“Tapi kan bisa pakai handsfree kak?”

Jangan salah, menelepon saat mengemudi walaupun menggunakan handsfree tetap saja berbahaya. Sebuah riset baru menemukan bahwa mengemudi sambil menelepon menggunakan handsfree sama bahayanya dengan menelepon langsung. Penelitian ini sekaligus membantah klaim yang menyebut fitur handsfree membuat menelepon di mobil lebih aman.

Pakai Handsfree Tetap Bahaya

Banyak yang menganggap bahwa menggunakan handsfree saat menelepon (sambil menyetir) bisa lebih aman, karena kedua tangan tidak terganggu dengan handphone. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Transportation Research University of Sussex (Inggris), menemukan bahwa mereka yang menelepon menggunakan handsfree akan terpicu imajinasi visualnya sehingga lebih lamban dalam mendeteksi bahaya. Penglihatan mereka juga akan memiliki fokus yang lebih sempit, terutama pada sisi-sisi jalan sehingga membuat mereka kurang awas terhadap potensi bahaya yang muncul dari samping.

handsfree bluetooth pun tidak mengurangi resiko bahaya (foto : ebayimg.com)
handsfree bluetooth pun tidak mengurangi resiko bahaya (foto : ebayimg.com)

Menurut para peneliti, percakapan menggunakan telepon membuat otak manusia memproses informasi visual yang lebih besar dibanding yang diketahui sebelumnya. Padahal, kapasitas otak manusia memproses informasi terbatas. Sayangnya, menurut Dr Graham Hole, Dosen Senior Psikologi di University of Sussex, masyarakat telah menganggap menggunakan handsfree cukup aman. “Padahal penelitian kami menunjukkan bahwa hal ini tidak terjadi. Handsfree bisa sama-sama mengganggu karena percakapan membuat pengemudi membayangkan secara visual apa yang mereka bicarakan. Citra visual ini bersaing untuk memproses sumber daya dengan apa yang pengemudi lihat di jalan,” terang Hole.

Sudah Diatur Dalam Regulasi

Beberapa negara sudah menerbitkan regulasi terkait penggunaan perangkat komunikasi bergerak saat berkendaraan. Sebagian kecil negara-negara tersebut (seperti Singapura, Jepang, dan beberapa negara bagian di AS) bahkan mengeluarkan larangan untuk penggunaan perangkat langsung maupun perangkat handsfree-nya. Sementara sisanya hanya larangan penggunaan perangkat langsung.

handfree atau dipegang langsung tetap sama-sama berbahaya (foto : wisegeek.com)
mengemudi sambil menelpon lebih bahaya ketimbang mengemudi sambil mabuk (foto : wisegeek.com)

Di Indonesia sendiri berdasarkan Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penggunaan ponsel saat berkendara termasuk dalam pelanggaran pasal 283 UU no. 22 th 2009 tersebut. Dalam Pasal 283 UU No 22/ 2009 itu disebutkan bahwa pengendara yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi seperti diatur dalam Pasal 106 Ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000. Jadi, “Satu-satunya telepon yang aman saat mengemudi adalah telepon yang dimatikan,” kata Hole.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY