Teknologi Mobil Harian yang Diadaptasi dari Mobil Balap

570
0
BERBAGI

Perkembangan teknologi pada mobil harian memang kian maju. Beberapa fitur yang ada bahkan terbukti meningkatkan efisiensi dalam berkendara. Namun tahukah anda jika Saat ini banyak sekali teknologi pada mobil harian yang terinspirasi dari teknologi tinggi yang ada pada mobil balap? Berikut ini kami rangkum 6 teknologi mobil harian yang diadaptasi dari mobil balap.

Paddle Shift

Tuas yang terletak tepat di belakang lingkar kemudi ini memang diadopsi langsung dari ruang kabin mobil Formula 1. Alasan perancang mobil Formula 1 menggunakan fitur paddle shift di jet darat tersebut tentu saja untuk kepentingan fungsional, agar pebalap mudah memindahkan posisi gigi tanpa perlu melakukan banyak gerakan. Fitur ini kemudian diaplikasikan juga pada mobil-mobil harian seperti Honda Jazz, Mazda2 GT, atau Mitsubishi All New Pajero Sport. Adanya fitur paddle shift pada mobil harian bertransmisi otomatis mampu menghadirkan sensasi berkendara seperti layaknya mobil bertransmisi manual. Sayangnya, banyak pengguna mobil harian yang tidak terlalu paham ataupun familiar dengan cara menggunakan paddle shift sehingga fitur ini seringkali dianggap lebih berfungsi sebagai pemanis atau sekedar ‘gaya-gayaan’ saja.

Lingkar Kemudi dengan Tombol Multifungsi

Apakah di setir mobil anda ada tombol untuk pengaturan audio? Atau bahkan ada tombol lain untuk mengatur cruise control atau multi information display? Fitur itu diadaptasi dari setir di mobil F1 yang merupakan satu-satunya perangkat untuk mengontrol mobil. Semua perintah untuk mengendalikan pengaturan di mobil  F1 hanya bisa diakses dari setir ini. Prinsip yang sama diadopsi oleh para pabrikan agar pengemudi bisa mengontrol banyak hal seperti audio, telepon, maupun multimedia dari lingkar kemudi saja dan tidak mengganggu fokus mengemudi.

 

Aerodinamika

Hampir semua model mobil yang saat ini dijual dirancang dengan struktur bodi yang memiliki unsur aerodinamika. Mobil-mobil harian mulai terpengaruh oleh bentuk streamline yang diambil dari mobil-mobil yang turun di arena balapan. Saat ini berbagai perkembangan aerodinamika di dunia balap, khususnya F1, terus diusahakan untuk diadaptasi ke mobil di jalanan. Tujuannya kurang lebih sama, meringankan koefisien drag, meningkatkan downforce, dan menstabilkan kendaraan.

Active Suspension

Jika anda adalah salah satu pengendara mobil mewah dengan pengaturan mode berkendara yang bisa mengontrol kekerasan suspensi, maka anda harus tahu bahwa teknologi ini merupakan salah satu batu loncatan besar yang ditemukan dari dunia balap F1. Tahun 1980-an, tim Lotus Formula One mengembangkan teknologi Active Suspension untuk mendukung performa mobil balap tunggangan Ayrton Senna ketika melibas tikungan. Sistem suspensi ini bisa menyesuaikan kekerasan dan kelembutannya sesuai dengan medan yang dihadapi mobil. Biasanya memang mobil-mobil mewah yang memiliki fitur ini, misalnya saja, BMW M3, MINI JCW, dan Mercedes-Benz.

Disc Brake

Ketika drum brake atau tromol sudah tak mampu meredam cepatnya laju mobil balap, maka diciptakanlah rem cakram sebagai penggantinya. Teknologi rem cakram memang bukan ditumbuhkan lewat ajang Formula 1, melainkan melalui balap ketangguhan mobil, Le Mans. Pada perkembangannya, banyak yang mengadaptasi teknologi cakram yang digunakan di lintasan balap, yakni piringan cakram dengan komposit karbon. Perangkat rem ini biasanya hanya digunakan mobil-mobil mewah atau performa tinggi seperti Ferrari, Lamborghini, dan mobil-mobil kencang lainnya.

Material Ringan

Pernah dengar prinsip power to weight ratio, atau Perbandingan bobot dan tenaga? Ini adalah prinsip dasar mekanikal fisika yang menjadi perhatian utama di lintasan balap. Seiring bertambahnya teknologi dan perangkat, salah satu cara untuk membuat mobil tetap kompetitif selain menaikkan tenaga, adalah dengan menurunkan bobot. Caranya adalah dengan menggunakan material untuk menyusun aneka perangkat yang berbobot ringan. Misalnya saja bodi material aluminium alloy, atau bahkan menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer. material yang mengombinasikan plastik dan karbon ini memungkinkan struktur kuat, fleksibel, namun juga ringan.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY