Mau Pakai Velg Replika? Baca ini Dulu

Mau Pakai Velg Replika? Baca ini Dulu

6143
0
BERBAGI

Para penggemar otomotif khususnya mobil di Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan beberapa jurus modifikasi ringan yang bisa diaplikasikan pada mobilnya dengan waktu yang cepat dan harga yang relatif murah. Salah satu caranya adalah modifikasi sektor kaki-kaki, dan yang paling mudah dilakukan adalah mengganti velg bawaan pabrik dengan velg variasi. Cara yang simple seperti itu sudah cukup mendongkrak penampilan. Nah, masalahnya adalah, banyak dari penghobi mobil yang tidak berani merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli velg asli. Sebagai gantinya, velg replika pun jadi sasaran pembelian, biasanya sih velg replika buatan Taiwan yang banyak beredar di pasaran.

Velg replika buatan Taiwan memang lebih banyak model dan variasinya, jadi konsumen bisa memilih lebih leluasa. Harga rata-rata velg buatan Taiwan ada di kisaran Rp 3,5 – 4,5 juta. Bisa anda bandingkan dengan velg asli yang rata-rata berharga diatas Rp 10 juta! Selain buatan Taiwan, velg replika yang beredar di pasaran Indonesia juga banyak berasal dari Malaysia, Thailand, dan juga buatan lokal Indonesia sendiri.

Kualitasnya Bagaimana?

Velg replika satu set dengan harga Cuma segitu? Saya rasa tidak usah dipertanyakan lagi deh masalah kualitasnya. Jelas velg itu diproduksi di pabrik kelas rumahan, dengan bahan dasar yang entah didapat dari mana, tanpa didasari riset karena tentu saja industri rumahan macam itu tidak memiliki divisi research & development. Tetapi ya mau bagaimana lagi, kadang-kadang orang kita tidak peduli dengan kualitas, yang penting gaya dulu, masalah kualitas urusan belakangan.

velg replika, bentuknya sih lumayan tapi kualitasnya dipertanyakan (foto : velgmobilmurah.com)
velg replika, bentuknya sih lumayan tapi kualitasnya dipertanyakan (foto : velgmobilmurah.com)

Dalam dunia velg, ada beberapa badan internasional yang bertugas memberikan standarisasi kemanan velg mobil, dua diantaranya adalah Japan Light Alloy Automotive Wheel Testing Council (JWL) dan Japan Vehicle Inspection Association (VIA). Standar keamanan ini bisa dilihat dari kode yang dicetak di bagian dalam atau velgnya, ada kode-kode yang menandakan bahwa velg ini lolos uji standarisasi. Setiap pabrik yang memproduksi velg harus melewati beberapa tahap proses pengecekan sebelum diperbolehkan membubuhi tanda JWL dan VIA sebagai tanda bahwa velg sudah lulus uji. Walaupun biasanya tanda ini ada pada velg-velg standar bawaan mobil dan velg racing orisinal, tetapi ada juga beberapa produsen velg replika yang memasukkan velg produksinya untuk diuji dan terkadang lolos, jadi jangan heran kalau ada juga velg replika yang juga memiliki kode ini.

Cara Merawat Velg Replika

Velg replika jelas tidak dijamin keamanannya, tapi selama dipakai dengan kondisi yang wajar, tidak keseringan menginjak lubang, velg tidak akan ada masalah. Ada beberapa tips lain yang bisa coba anda terapkan jika anda tetap memakai velg replika yang tidak ada kode lolos ujinya. Anda harus teratur melakukan spooringbalancing, misalnya per 10.000 km, dan juga disarankan agar anda tidak mengendarai mobil dengan cara ugal-ugalan. Jika anda menaikkan ukuran velg, anda harus sadar bahwa kaki-kaki mobil anda jadi rentan terbentur keras, dalam hal ini, perhatikan benturan-benturan pada polisi tidur, jalan kereta api yang rusak, trotoar, atau lubang-lubang di aspal.

patuhi juga larangan yang sudah dibuat oleh produsen ban, agar ban anda awet dan tidak merusak velg (foto : canyonchasers.net)
patuhi juga larangan yang sudah dibuat oleh produsen ban, agar ban anda awet dan tidak merusak velg (foto : canyonchasers.net)

Menggunakan ban yang memiliki kualitas baik dan lentur juga bisa membantu menjaga velg replika anda dari benturan-benturan yang keras, profil ban yang tebal juga bisa menjadi pilihan. Paling tidak, jika anda sudah membeli velg murah, belilah ban yang agak mahalan dikit. Tetapi jikalau dana anda memang benar-benar mepet, dan memakai ban second menjadi pilihan anda, pilihlah ban yang tidak jauh tanggal produksinya karena jika umurnya sudah terlalu lama, karet ban bisa menjadi getas dan membuat benturan semakin keras. Yang terakhir, anda harus sering-sering melakukan cek tekanan angin ban agar fungsinya bisa optimal saat dipakai dan mampu meredam benturan, juga membuat ban lebih awet dan tidak benjol.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY