Apakah Brexit Akan Mempengaruhi Industri Otomotif Dunia?

Apakah Brexit Akan Mempengaruhi Industri Otomotif Dunia?

708
0
BERBAGI

Seperti yang sama-sama kita ketahui, saat ini sedang ada sebuah isu besar di dunia politik Eropa yang sedang ramai diperbincangkan. Ya, betul sekali, isu tersebut adalah Brexit atau British Exit. Sebuah referendum telah dilakukan oleh Inggris beberapa hari yang lalu untuk mengambil suara terbanyak yang akan memutuskan Inggris akan keluar dari Uni Eropa atau tetap di dalam lingkaran Uni Eropa. Lalu, bagaimana hasilnya? Suara terbanyak mengatakan bahwa Inggris harus keluar dari lingkaran Uni Eropa. Hasil referendum Brexit yang membuat pernyataan apakah Inggris akan tetap di Uni Eropa atau keluar dari Uni Eropa dimenangkan oleh pilihan bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa (51,9 %) dan sisanya (48,1 %) menginginkan Inggris untuk tetap berada di Uni Eropa.

Tentu saja keputusan ini banyak ditanggapi oleh berbagai pihak termasuk para pemain industri otomotif, karena mau tidak mau kita harus mengakui bahwa Inggris menjadi salah satu kiblat industri otomotif dunia. Aston Martin, Jaguar, McLaren, Mini dan Rolls Royce adalah sedikit dari beberapa merek mobil terkemuka dunia yang lahir dan besar di Inggris. Dinamika politik ini diyakini akan mempengaruhi arah kebijakan ekonomi Inggris untuk masa mendatang, dan tentu saja akan mempengaruhi perkembangan bisnis mereka.

Pabrikan Berharap Inggris Kembali Masuk Uni Eropa

Kedua pabrikan mobil yang sudah membuat pernyataan resmi tentang Brexit adalah Nissan dan Toyota, juga diikuti beberapa pabrikan lainnya mendukung Inggris tetap berada di dalam Uni Eropa. Nissan melalui keterangan resminya menyatakan bahwa Uni Eropa membuat banyak lapangan kerja, perdagangan, dan biaya produksi di Eropa menjadi terkendali. Kemudian Toyota juga berkomentar bahwa keikutsertaan Inggris di Uni Eropa membuat operasi mereka akan memiliki jangka waktu yang panjang dan kompetitif.

Nissan dan Toyota adalah beberapa perusahaan yang logonya dicatut dalam kampanye pro-Brexit (sumber : money.cnn.com)
Nissan dan Toyota adalah beberapa perusahaan yang logonya dicatut dalam kampanye pro-Brexit (sumber : money.cnn.com)

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa kampanye pro-Brexit ini pernah mencatut nama Toyota dan Nissan. Hal ini berbuntut panjang karena Toyota dan Nissan bersiap menempuh jalur hukum untuk menuntut masalah pencatutan logo mereka yang ada di dalam kampanye pro-Brexit. Selain itu, Toyota dan Nissan juga dikabarkan akan menunda investasi mereka di Inggris. Sementara itu pabrikan mobil mewah Inggris, Jaguar Land Rover mengatakan bahwa laba tahunan mereka dapat berkurang sebanyak 1,47 miliar Euro di akhir dekade sebagai hasil dari Brexit.

Khawatir Harga Mobil Dunia Naik Drastis

Hasil Brexit ini dikhawatirkan dapat membuat harga mobil di dunia mengalami kenaikan yang lumayan besar. Hal ini disebabkan karena banyaknya pabrikan otomotif yang menempatkan produksinya di Inggris, dengan nilai 80% hasil produksinya diekspor ke Uni Eropa. Dengan keluarnya Inggris, bea-bea produksi dan ekspor impor akan dapat naik mencapai 10%, padahal selama ini tarifnnya 0%. Industri otomotif di Inggris tercatat mempekerjakan 161 ribu pekerja dengan nilai transaksi mencapai GBP 64,1 bilion. Pangsa pasar otomotif Inggris sebanyak 77% merupakan pasar ekspor, di mana 57,5% diantaranya dikirim ke negara-negara anggota Uni Eropa.

apakah harga mobil-mobil ini akan naik secara drastis? (sumber : carbrandnames.com)
apakah harga mobil-mobil ini akan naik secara drastis? (sumber : carbrandnames.com)

Tentu saja keanggotaan Inggris di Uni Eropa sangat terasa bagi kelancaran bisnis industri otomotif. Time menyatakan bahwa bebasnya mobilitas warga negara yang tergabung dengan Uni Eropa dan pasar tunggal Uni Eropa menjadi iming-iming dari sekian banyak keuntungan bergabung dengan Inggris. Prinsip kunci dari Uni Eropa adalah pegerakan bebas warga negaranya, dimana warga negara Inggris dapat hidup dan bekerja dimana saja, dan begitu juga sebaliknya. Kebijakan ini bagi industri otomotif dimanfaatkan untuk mendapatkan pekerja dengan lebih leluasa dan upah yang lebih rendah. Kemudian akses kepada pasar tunggal Uni Eropa juga menjadi iming-iming kepada pabrikan otomotif berinvestasi di negara Inggris ini. Perdagangan bebas di negara-negara yang tergabung Uni Eropa membuat secara pajak akan lebih murah dan memudahkan proses administrasi. Lalu, jika Brexit bisa mempengaruhi harga jual Mobil di Eropa, apakah Brexit juga akan mempengaruhi harga jual mobil di dunia? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY