Mobil Ditinggal Mudik dan Aki Dilepas, Amankah?

Mobil Ditinggal Mudik dan Aki Dilepas, Amankah?

1238
0
BERBAGI

Musim mudik seperti ini, biasanya ada saja pemilik mobil yang meninggalkan kendaraannya di rumah. Hal ini dikarenakan pemilik mobil lebih senang bepergian menggunakan transportasi umum atau karena hal-hal lain.

Uniknya, bagi mereka yang meninggalkan mobilnya di rumah saat mudik, kebanyakan orang bahkan sampai melepas kabel aki dengan maksud supaya masa pakainya awet, apalagi jika mobil ditinggal lebih dari seminggu. Namun, urusan lepas aki rupanya punya untung-rugi. Apa saja?

Beda Asal Mobil, Beda Penanganannya

Jika Anda pergi lebih dari satu minggu, terminal baterainya sebaiknya dilepas, karena biarpun mobil berhenti, mobil tetap mengkonsumsi arus listrik. Jika tetap terpasang, daya aki biasanya akan melemah atau kerap disebut tekor. Aki yang terpasang sekalipun mobil tidak dijalankan tetap akan menyuplai listrik untuk alarm, immobilizer, hingga GPS untuk mengetahui posisi mobil.

Beda mobil beda penanganannya (Foto: Carmudi)
Beda mobil beda penanganannya (Foto: Carmudi)

Tetapi jika mobil Anda adalah mobil buatan Eropa, melepas aki seperti ini sangatlah tidak disarankan. Kalau mobil Jepang memang akinya bisa dilepas dan tidak akan menimbulkan efek, tetapi untuk mobil Eropa, itu tidak kami rekomendasikan. Kalau aki dilepas, sistem mobil itu harus di reset, dan biasanya sih biaya untuk itu tidak murah. Lagipula, jika aki tetap terpasang akan membantu si empunya untuk menjaga keselamatan mobil karena alarm, immobilizer, dan GPS akan tetap menyala sehingga bisa meredam jika ada tindak kejahatan pada mobil.

Hati-hati Aki Tekor di Jalan

Kalau mobil yang Anda tinggal dirumah yang mengalami tekor aki, maka tidak akan masalah. Tetapi bagaimana jika mobil yang Anda kendarai untuk mudik yang tekor? Bisa repot! Jika tiba-tiba starter mobil Anda ngadat karena kehabisan daya aki saat berada di wilayah yang tidak dikenali ketika dalam perjalanan jauh, tentu bisa jadi cerita horor tersendiri. Padahal, saat mobil berjalan daya listrik akan mengisi ulang asalkan pemakaiannya seimbang. Tetapi penyebab aki tidak bekerja semestinya adalah karena beban kerjanya yang berlebihan. Waktu untuk pengisian baterai saat mesin bekerja itu kembali berkurang, malah tekor karena lebih banyak arus listrik yang keluar daripada yang terisi kembali.

men-jumper aki adalah salah satu solusi untuk aki yang tekor (foto : nsbattery.com)
men-jumper aki adalah salah satu solusi untuk aki yang tekor (foto : nsbattery.com)

Apa saja yang tanpa disadari membuat arus listrik aki tekor pada mobil? Ada berbagai perangkat yang harus diperhatikan. Pada saat jalan normal, pengisian arus listrik normal. Namun, saat macet, fungsi kerja mesin menjadi dobel. Mobil butuh arus listrik yang lebih banyak, ini karena extra fan langsung berputar dan butuh arus listrik sendiri.

Fasilitas socket power outlet (Foto : Ototaiment)
Fasilitas socket power outlet (Foto : Ototaiment)

Beban pun makin bertambah karena perangkat elektrik di dalam mobil juga menyala, dan bahkan juga digunakan untuk mengisi daya baterai di gadget, dalam masa yang lama karena perjalanan yang jauh. Belum lagi perangkat audio, segala macam perangkat elektronik, dan beban yang lainnya. Sebaiknya, pemakaian listrik tambahan di mobil seperlunya saja, bahkan kalau perlu dibatasi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY