Fitur Kemudi Autopilot Tesla Telah Memakan Korban

Fitur Kemudi Autopilot Tesla Telah Memakan Korban

991
0
BERBAGI
Tesla adalah salah satu pabrikan yang telah menjual mobil dengan teknologi otonom (Foto: Electrek)

Perkembangan teknologi di dunia otomotif memang kian menunju ke arah yang menggembirakan. Mulai dari mobil otonom yang dapat beroperasi tanpa pengemudi hingga lusinan riset yang mencari peluang kemungkinan sebuah mobil dapat terbang seperti pada film-film science fiction.

Khusus untuk mobil berteknologi otonom atau autopilot, mayoritas pabrikan otomotif amat optimis dan meyakini bahwa di masa mendatang semua kendaraan akan memiliki fitur otonom, setidaknya mulai tahun 2020-2025. Tesla sebagai salah satu pabrikan yang bergerak di kendaraan listrik juga tertarik menggunakan teknologi ini dan menerapkannya pada sejumlah mobil, seperti Tesla Model S. Sayangnya, sebuah kabar buruk baru saja menghantam Tesla terkait dengan Model S yang berfitur otonom ini.

Kecelakaan Pertama pada Mobil Otonom yang Berakibat Kematian

Kabar buruk yang dimaksud adalah meninggalnya Joshua Brown, salah seorang pengguna Tesla Model S lansiran 2015 yang mengalami kecelakaan hingga tewas saat mengendarai mobilnya dalam mode otonom di Florida, Amerika Serikat, 7 Mei 2016 lalu. Kasus ini sekaligus menjadi kasus kematian pertama akibat kecelakaan pada mobil otonom Tesla. Pihak Tesla Motors dalam rilisnya mengungkapkan bahwa ini merupakan kasus kecelakaan yang menyebabkan korban tewas pertama setelah 209 juta kilometer sejak fitur otonom digunakan.

Kronologi kecelakaan yang menimpa Joshua Brown (Foto: Dailymail)
Kronologi kecelakaan yang menimpa Joshua Brown (Foto: Dailymail)

Kecelakaan yang merenggut nyawa Joshua Brown tersebut terjadi saat ada sebuah truk trailer yang tiba-tiba berbelok ke kiri di depan mobilnya. Sistem otonom pada mobil Brown nampaknya kurang sigap merespons pergerakan truk sehingga benturan tidak bisa dihindari. Pasca kecelakaan tersebut, diketahui bahwa Brown tengah menonton film Harry Potter saat mobil yang dikendarainya menabrak truk trailer. Hal ini diketahui dari keterangan saksi mata, Robert Van Kavelaar, yang menyebutkan bahwa 15 menit setelah kecelakaan terjadi ia mendengar DVD player-nya masih berfungsi berjalan dan memutar film Harry Potter.

Fitur Otonom Masih Belum Siap?

Terkait kecelakaan ini, pihak Tesla mengatakan bahwa sistem kamera pada mobil semi-otonomnya tidak dapat mendeteksi trailer putih yang ditabrak oleh Brown akibat cuaca yang terlalu cerah. Tesla Motors menegaskan bahwa sistem semi-otonom sebenarnya lebih dimaksudkan untuk membantu pengemudi. Artinya, pengemudi tetap disarankan untuk tetap berjaga pada kemudi agar dapat mengambil alih kendaraan setiap saat jika ada kondisi tertentu.

Joshua Brown saat memamerkan fitur otonom mobilnya di akun YouTube (Foto: Washington Times)
Joshua Brown saat memamerkan fitur otonom mobilnya di akun YouTube (Foto: Washington Times)

Kembali pada apa yang telah kami ungkapkan di paragraf pembuka artikel ini, rata-rata pabrikan mengaku baru bisa melepas mobil otonom sepenuhnya pada tahun 2020 hingga 2025. Pasalnya, sejumlah regulasi yang mengatur tata-cara kepemilikan dan penggunaan mobil otonom belum sepenuhnya siap, begitu juga teknologi otonom itu sendiri.

Fitur otonom masih belum sempurna? (Foto: Istimewa)
Fitur otonom masih belum sempurna? (Foto: Istimewa)

Mengambil contoh kasus kecelakaan yang menimpa Joshua Brown, pihak NHTSA (Badan Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Amerika Serikat) menyebutkan bahwa teknologi otonom yang ada saat ini masih memerlukan banyak penyempurnaan, termasuk belum dapat sepenuhnya dioperasikan tanpa campur tangan pengemudi, karena pengemudi tetap perlu waspada dan mengamati keadaan di sekitarnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY