Toyota Calya 2016 – First Impression Review

3523
0
BERBAGI

Setelah sebelumnya kita dihujani bocoran informasi mengenai Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, akhirnya kedua mobil tersebut telah resmi diluncurkan pada hari Selasa, 2 Agustus 2016 lalu. Harus diakui, baik Toyota maupun Daihatsu cukup cerdas dalam menjaga flow informasi sehingga kedua mobil ini terus menarik rasa penasaran masyarakat Indonesia.

Awalnya kami berencana untuk memberikan review atau setidaknya impresi pertama dari kedua mobil ini di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. Namun kabar gembira kami terima di redaksi, bahwa salah satu dari mobil ini, yaitu Toyota Calya, sudah ada di salah satu dealer Toyota di kota yang menjadi markas kami, Yogyakarta. Tak membuang waktu, kami segera mengulasnya untuk Anda.

Eksterior yang Familiar

Saat kami menyambangi dealer Toyota yang dimaksud, nampak sebuah Toyota Calya tipe G berwarna putih terpajang di display. Melihat penampakannya, kami langsung merasa cukup familiar, karena beberapa bagian dari mobil ini terlihat menyerupai beberapa mobil Toyota lainnya.

Tampak depan Toyota Calya (Foto: Ototaiment)
Tampak depan Toyota Calya mirip Grand New Veloz (Foto: Ototaiment)

Misalkan saja pada wajah depannya yang akan mengingatkan kita pada Grand New Veloz, termasuk dengan desain grille yang juga berbagi rupa dengan saudara-saudaranya. Logo burung Garuda masih menjadi emblem mobil ini. Wajar jika banyak yang beranggapan bahwa Calya adalah Agya versi 7-penumpang gara-gara kesamaan logo. Pada housing foglamp dan bumper depan terdapat aksen krom.

Tampak samping Toyota Calya (Foto: Ototaiment)
Tampak samping Toyota Calya (Foto: Ototaiment)

Pindah ke samping, Toyota Calya terlihat ‘cingkrang’ karena menggunakan velg berukuran 14 inci two-tone. Nampak masih tersisa ruang yang cukup lapang antara ban dengan spakbornya.

Velg yang digunakan oleh Toyota Calya berukuran 14 inci (Foto: Ototaiment)
Velg yang digunakan oleh Toyota Calya berukuran 14 inci (Foto: Ototaiment)

Meski begitu, Calya telah mendapatkan rem cakram di kedua roda depannya dan dilengkapi oleh sistem pengereman ABS. Naik sedikit, terlihat spion dengan turning lamp yang dapat diatur secara elektrik dari kabin dalam, namun pelipatannya masih manual.

Tampak belakang Toyota Calya mirip Innova bukan? (Foto: Ototaiment)
Tampak belakang Toyota Calya mirip Innova bukan? (Foto: Ototaiment)

Desain yang familiar kembali terlihat di bagian belakang mobil ini. Kaca belakang maupun desain lampunya terlihat menyerupai All New Kijang Innova. Bahkan jika desain lampunya dibuat lebih dinamis, kita bisa mendapatkan bentuk lampu yang seperti milik Honda HR-V. Di bagian kaca pojok kanan bawah terdapat tulisan bahwa mobil ini wajib minum bahan bakar beroktan 92 alias Pertamax. Turun ke bawah, kita akan mendapati Toyota Calya telah dilengkapi dua buah sensor parkir.

Ban cadangan Toyota Calya nampaknya bukan model space saver, melainkan full size (Foto: Ototaiment)
Ban cadangan Toyota Calya nampaknya bukan model space saver, melainkan full size (Foto: Ototaiment)

Lebih ke bawah, yakni ke kolong mobil, terdapat sebuah ban serep yang nampaknya bukanlah jenis space saver bervelg kaleng, melainkan ban full size dengan velg two-tone seperti ban standarnya.

Ingin membuka bagasi Toyota Calya? Gunakan saja door handlenya. Tidak ada tuas di kursi pengemudi (Foto: Ototaiment)
Ingin membuka bagasi Toyota Calya? Gunakan saja door handlenya. Tidak ada tuas di kursi pengemudi (Foto: Ototaiment)

Untuk membuka bagasi mobil ini, kita hanya dapat membukanya melalui door handle-nya saja karena tidak ada tuas pembuka bagasi yang dapat ditemui pada bagian samping kursi kemudi. Saat dibuka, nampak jelas bahwa kapasitas bagasi memang lebih besar daripada Datsun GO+ Panca, terbukti dengan kemampuannya menampung 3 buah galon air mineral beserta satu buah tas ukuran sedang.

Interior yang Lebih Lega dari Kompetitor

Masuk kedalam kabin Toyota Calya, lingkar kemudi yang digunakan berdesain sama dengan milik Avanza. Bedanya, tidak ada pengaturan apapun pada kemudi seperti audio switch control ataupun MID controller. Setir inipun tak bisa diatur secara tilt maupun telescopic. Jadi kita pasrah saja pada pengaturan bawaan pabrik. Pada layar speedometer, kita akan menemukan bahwa mobil ini juga dilengkapi dengan eco indicator.

Setir Toyota Calya mirip dengan setir Avanza (Foto: Ototaiment)
Setir Toyota Calya mirip dengan setir Avanza, namun tidak dapat diatur secara tilt maupun telescopic (Foto: Ototaiment)

Tidak ada yang spesial dari desain dasbor. Head unit yang digunakan model 2DIN dengan beragam konektifitas. Kenob pengaturan AC model konvensional, dan di sebelahnya ada tuas persneling.

Head unit 2Din, kenob AC dan tuas persneling Toyota Calya (Foto: Ototaiment)
Head unit 2Din, kenob AC dan tuas persneling Toyota Calya (Foto: Ototaiment)

Beruntung tipe yang kami ulas adalah model automatic, sehingga model tuasnya lebih terlihat kokoh dan nyaman digenggam ketimbang model manual yang terlihat seperti tuas milik Daihatsu Gran Max. Turun kebawah, terdapat sebuah power outlet dengan kompartemen kecil untuk menaruh gadget Anda.

Jok depan Toyota Calya model semi bucket dengan head rest menyatu (Foto: Ototaiment)
Jok depan Toyota Calya model semi bucket dengan head rest menyatu (Foto: Ototaiment)

Jok yang digunakan pada bagian depan model semi bucket dengan head rest menyatu. Untuk kenyamanannya, tidak jauh beda dengan jok-jok serupa yang juga digunakan oleh sejumlah mobil lain di Indonesia. Jok ini hanya memiliki pengaturan sliding dan reclining, tanpa ada pengatur ketinggian. Peletakan rem tangan pada mobil ini cukup menarik, karena tidak model tarik seperti yang digunakan oleh Datsun GO+ Panca. Terdapat arm rest juga pada kabin bagian depan mobil ini.

Ini adalah ventilasi air circulator, bukan blower AC (Foto: Ototaiment)
Ini adalah ventilasi air circulator, bukan blower AC (Foto: Ototaiment)

Pindah ke jok baris kedua, salah satu hal yang langsung menarik minat kami adalah adanya air circulator di bagian plafon. Bagi yang kurang paham, mungkin mengira ini adalah blower AC, padahal bukan. Ventilasi yang ada tersebut berfungsi untuk menyedot udara dingin dari AC kabin depan untuk kemudian disalurkan hingga ke belakang.

Jok baris kedua Toyota Calya dilengkapi dengan head rest pada ketiga kursinya (Foto: Ototaiment)
Jok baris kedua Toyota Calya dilengkapi dengan head rest pada ketiga kursinya (Foto: Ototaiment)

Jok baris kedua telah mendapatkan head rest di ketiga joknya. Namun jika Anda memiliki postur tubuh diatas 170 cm, head rest tersebut agak sedikit mengganggu dan mengganjal jika tak segera dinaikkan posisinya agar pas di kepala. Power outlet untuk keperluan pengecasan gadget juga tersedia di baris kedua ini. Saat menutup pintu, kami mendapati bahwa suaranya tidak nyaring, melainkan teredam. Nampaknya Toyota memberikan karet peredaman yang cukup baik pada masing-masing pintu. Semoga saja memang demikian halnya saat dites dijalanan nanti, suara bising dari luar bisa teredam baik. Jika iya, maka itu adalah salah satu hal yang patut diapresiasi.

Jok baris ketiga Toyota Calya (Foto: Ototaiment)
Jok baris ketiga Toyota Calya (Foto: Ototaiment)

Untuk pindah ke baris ketiga cukup mudah, karena Calya mempunyai pengaturan one touch tumble pada jok baris kedua yang memungkinkan kursi terlipat dalam satu tarikan tuas. Duduk di jok baris ketiga sebenarnya cukup membuat kami serba salah. Kami tahu dan yakin bahwa pabrikan pasti sudah menghitung dengan cermat akomodasi di bagian ini. Kami pun setuju bahwa Calya adalah kendaraan murni 7-seater, bukan 5+2 seperti rivalnya. Namun, bagaimanapun juga kami masih tetap tidak merasa nyaman untuk duduk di baris ketiga meskipun bisa. Apalagi, plafon di bagian ini sudah dirancang mempunyai lekuk lebih agar dapat mengakomodasi orang dewasa.

Fitur Keamanan

Toyota Calya memiliki fitur safety yang cukup lengkap seperti: dual SRS airbag, ISOFIX, seatbelt 3 titik (termasuk penumpang tengah di baris kedua), sensor parkir, struktur bodi GOA, serta immoblizer + alarm.

Mesin

Mesin 1.200 cc pada Toyota Calya (Foto: Ototaiment)
Mesin 1.200 cc pada Toyota Calya (Foto: Ototaiment)

Toyota Calya dibekali dengan mesin 1.200 cc dengan teknologi dual VVT-i yang dikembangkan lagi oleh Daihatsu serta mampu mengeluarkan tenaga 88 HP pada 6000 rpm dan torsi 11 kgm pada 4200 rpm.

Kesimpulan

Melihat apa yang ditawarkan oleh Toyota Calya, kami cukup yakin bahwa mobil ini akan menjadi the next volume maker dari Toyota dan menggantikan posisi Avanza yang sudah melambung tinggi harganya. Jika Anda berminat, Toyota Calya dijual dengan rentang harga mulai dari Rp 129 juta – Rp 150 juta on the road DKI Jakarta.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY