Cerita di Balik Desain Mobil Isuzu yang Monoton

Cerita di Balik Desain Mobil Isuzu yang Monoton

1097
0
BERBAGI
Isuzu pernah sukses membentuk mindset bahwa diesel adalah mesin yang ekonomis lewat model Panther nya (Foto: Isuzu)

Masih ingat salah satu pabrikan yang terkenal dengan tagline “Rajanya Diesel”? Yak, Anda benar, yang kami maksud adalah Isuzu. Pabrikan yang sempat melejit namanya di pasar MPV Indonesia dengan Isuzu Panther ini juga populer lewat produk kendaraan komersialnya seperti Elf. Di segmen mobil penumpang, selain Panther mereka juga memiliki sport utility vehicle, Isuzu Mu-X yang baru saja mendapat penyegaran dan tambahan berbagai macam fitur.

Tetapi jika kita perhatikan, dari tahun ke tahun bentuk dan desain mobil penumpang milik Isuzu tak beda jauh dengan model terdahulunya. Modelnya hanya begitu-begitu saja, tidak banyak perubahan. Jika dibandingkan dengan merek lain, varian SUV yang baru-baru saja diluncurkan pasti memiliki desain yang lebih futuristis dan modern, seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, sedangkan Panther dan Mu-X masih bertahan dengan bentuknya yang mungkin bisa dibilang konservatif.

Sengaja Mempertahankan Bentuk Konvensional

Mengenai bentuk mobil-mobil Isuzu yang terkesan konvensional dan monoton, Direktur Pemasaran PT Isuzu Astra Motor Indonesia Joen Budiputra bahkan mengakui jika karakter rancangan produk Isuzu jarang berubah drastis. “Ambil contoh Panther yang sejak dulu begitu-begitu saja,” katanya, “Tapi orang tetap banyak yang suka,” lanjut Joen. Memang mau tidak mau harus kita akui bahwa di Indonesia ada banyak sekali penggemar Isuzu Panther, dengan bentuknya yang begitu-begitu saja. Mesinnya yang terkenal tangguh dan irit, bisa muat banyak penumpang tanpa merasa kesempitan, harganya yang terjangkau, sepertinya pada masanya hanya Toyota Kijang yang menjadi saingan utama.

minim garis lengkung, dominasi garis tegas (sumber : paultan.org)
minim garis lengkung, dominasi garis tegas (sumber : paultan.org)

Joen berkata bahwa Isuzu memang mempertahankan desain mobil konvensional karena mengedepankan nilai fungsionalitas. “Seperti desain bodi Mu-X, bumpernya tetap besar dan tebal, supaya melindungi pilar dan lampu mobil saat terjadi benturan,” katanya. “Ini menjadi nilai tambah buat konsumen karena biaya perbaikan juga lebih murah,” lanjutnya. Memang tak banyak perubahan pada eksterior Mu-X. Hal baru di mobil ini hanyalah desain grille bermotif karbon, dan body kit untuk menambah kesan sporty. Selebihnya, bentuk fender dan garis bodi Mu-X masih berkarakter kaku dan tegas. Menurut kami, desain seperti ini terlihat gagah.

Tidak Mau Musiman

Saat ini, terlahir beberapa SUV varian terbaru dari beberapa pabrikan, desain yang diusung pun hampir sama. SUV masa kini kebanyakan memakai sudut lancip dan mempunyai banyak garis lengkung. Menurut Joen, desain dengan kesan futuristis seperti ini tak akan bertahan lama, “Kalau trennya lewat ya orang akan bosan,” katanya. Menurut pendapat Joen, walaupun produk Isuzu memakai desain yang tidak trendy dan futuristik tapi awet dan bertahan lama.

kedua SUV ini memang mempunyai kemiripan bentuk, garis-garis dan lengkungan dinamis jadi cirikhas (ilustrasi : ototaiment)
kedua SUV ini memang mempunyai kemiripan bentuk, garis-garis dan lengkungan dinamis jadi cirikhas (ilustrasi : ototaiment)

Mungkin secara tak langsung, Joen ingin mengatakan bahwa karakter produk Isuzu itu bisa membentuk pasarnya sendiri, “Banyak konsumen kami yang berkali-kali beli Panther, hanya untuk meremajakan mobilnya jadi tahun yang lebih muda,” alasannya. Kata Joen, para konsumen menyukai bentuk dan desain Panther yang tak lekang oleh zaman, “Begitu juga pada mu-X,” tutupnya. Bagaimana pendapat anda? Apakah Mu-X akan bisa mengikuti jejak penjualan para saingannya? Sampaikan pendapat anda di kolom komentar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY