Suzuki Jimny – First Look di GIIAS 2016

1428
0
BERBAGI

Event GIIAS 2016 yang saat ini masih berlangsung memang banyak dimanfaatkan oleh para APM untuk memamerkan produk spesialnya, tidak ketinggalan pula dengan Suzuki yang berusaha untuk memenuhi janji untuk menghadirkan Jimny generasi terbaru.

Setelah 11 tahun generasi terakhir Jimny, yaitu Jimny Katana, akhirnya kita semua bisa melihat Jimny generasi terbaru. Fitur-fitur yang disuguhkan oleh mobil ini memang tidak banyak berubah. Untuk ukuran mobil baru, Jimny ini cenderung minim fitur. Perubahan paling besar tampak pada sektor eksterior saja, sedangkan pada bagian interior tidak terlihat banyak perubahan.

Mesin Kecil

Seperti generasi-generasi Jimny sebelumnya, mesin yang dicangkokkan pada mobil ini selalu tergolong kecil, generasi kali ini Jimny menggunakan mesin M13A, 1300 cc. Saat awal melihat mobil ini, terlihat pada bagian kap ada bentuk hood seperti air scoop untuk turbo. Saya sempat kaget, kembali memeriksa referensi dan foto-foto yang banyak beredar di internet, saya kira mesinnya memakai turbo, tetapi tidak satupun dari referensi yang saya baca mengatakan bahwa mobil ini memiliki turbo.

Mencoba mengatasi rasa penasaran saya, akhirnya setelah memita ijin saya membuka kap mesinnya, dan ternyata memang tidak ada turbonya. Jadi apa fungsi hood yang berbentuk seperti air scoop itu? Bahkan jika dilihat dari posisinya, air scoop itu juga tidak berfungsi untuk menangkap angin untuk karburator ataupun throttle injection. Lubang air scoop tersebut hanya mengarah ke bagian head cylinder yang tentu saja tidak berpengaruh apa pun untuk mesin, karena mesin ini berpendingin radiator. Kesimpulan sementara saya, air scoop ini hanyalah hiasan, turbo look istilahnya.

Minim Fitur

Saat pertama kali memasuk kabin driver, perasaan yang timbul adalah sama ketika memasuki Jimny Katana atau bahkan Jimny Super, yak betul mobil ini hampir terasa polos, sepi fitur. Tidak seperti mobil-mobil modern kebanyakan, Jimny generasi terbaru ini memiliki interior yang minim tombol, artinya tidak banyak fitur yang ditawarkan. Dari referensi-referensi yang saya baca, mobil ini memiliki fitur Tire Presure Monitoring System, tetapi saat saya melihat ke deretan speedometer, saya tidak menemukan bentuk indikatornya. Entah memang fitur ini tidak ada, tidak memiliki lampu indikator, atau hanya memang tidak terlihat oleh mata saya?

Perbedaan yang terlihat agak mencolok adalah jika pada generasi-generasi sebelumnya memiliki tongkat pemindah gigi diferensial, Jimny generasi terbaru ini sudah menghadirkan tombol sebagai pemindah gigi diferensialnya. Ada menu 2WD (dua roda belakang saja yang bergerak, 4WB (empat roda bergerak bersamaan), 4WD-L (empat roda bergerak bersamaan, tetapi untuk medan offroad yang lumayan parah). Pemindahannya lumayan simpel, karena dari 2WD ke 4WD bisa dipindahkan saat berjalan, tetapi dengan kecepatan dibawah 100 km/jam, tetapi jika ingin pindah ke 4WD-L harus dilakukan saat berhenti.

Kabin Belakang Sempit

Memasuki kabin driver, ruangannya terasa lumayan terasa lapang, bahkan untuk ukuran badan saya yang luar biasa besar, begitu juga dengan kabin penumpang. Sayangnya, kabin penumpang belakang menjadi lebih sempit, jauh lebih sempit dari Jimny generasi sebelumnya. Saya tidak mencoba kabin belakang karena tidak cukup untuk badan saya, tetapi saya yakin bahwa penumpang yang duduk di belakang tidak akan nyaman. Fitur keselamatan yang disuguhkan oleh mobil ini pun standar, dua airbag untuk pengemudi dan penumpang samping.

Sayangnya, karena harus built-up dari Jepang, mobil ini jadi mempunyai harga yang sangat mahal di Indonesia. Jika lewat Suzuki Indonesia, mungkin nanti akan berharga sekitar Rp 380-450 juta, angka yang lumayan fantastis untuk ukuran mobil yang minim fitur seperti ini. Kita lihat saja nanti jika Suzuki Indonesia memang sudah benar-benar jadi mengimpor mobil ini untuk dijual di Indonesia, apakah animo masyarakat Indonesia tetap tinggi?

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY