Jika Masuk Indonesia, Mesin Mana yang Cocok Untuk Toyota C-HR?

Jika Masuk Indonesia, Mesin Mana yang Cocok Untuk Toyota C-HR?

928
0
BERBAGI
Toyota C-HR Hybrid Concept di GIIAS 2016 (Foto: Ototaiment)

Sebagai salah satu booth terbesar di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, Toyota tak hanya menyajikan deretan line up mobil produksi yang sudah mengaspal di Indonesia, namun juga membawa sejumlah mobil konsep.

Adapun mobil yang dimaksud adalah Toyota C-HR, FCV Plus dan Mirai. Uniknya, ketiga mobil yang dibawa Toyota tersebut hadir dalam pilihan mesin yang ramah lingkungan. Dari ketiganya, Toyota C-HR paling menarik perhatian kami, terutama karena versi produksinya telah rilis dan bukan tak mungkin untuk hadir juga di Indonesia.

Tiga Pilihan Mesin

Sebagai informasi Anda, Toyota C-HR ditawarkan dalam tiga pilihan mesin, yakni 1.2 L turbo, 1.8 L hybrid dan 2.0 naturally aspirated. Untuk saat ini, varian hybrid telah lebih dahulu diperkenalkan sebagai kendaraan produksi.

Interior Toyota C-HR telah resmi diungkap (Foto: caranddriver)
Interior Toyota C-HR varian hybrid (Foto: caranddriver)

Di Indonesia, Toyota C-HR sewajarnya menjadi lawan bagi Honda HR-V ataupun Nissan Juke. Jika demikian halnya, maka harus ada pilihan mesin yang logis untuk membuatnya tetap kompetitif di pasar dalam negeri. Mesin 1.8 hybrid agaknya cukup susah jika dimasukkan, karena harganya bisa melambung tinggi dan tak kompetitif akibat dinilai bermesin ganda sehingga kena pajak ganda.

Multi Information Display Toyota C-HR versi produksi (Foto: caranddriver)
Multi Information Display Toyota C-HR versi produksi (Foto: caranddriver)

“Memang sampai saat ini belum ada keputusan pasti, mesin apa yang akan dimasukkan. Kita semua berdoa saja kalau yang turbocharger-nya, itu yang paling asik. Namun kembali lagi, semua tergantung studi, mesin apa yang akan cocok di Indonesia,” ujar Gandhi Ahimsaputra selaku Product Knowledge Head Toyota Astra Motor (TAM) di hadapan awak media.

Material kabin didominasi warna gelap (Foto: caranddriver)
Material kabin C-HR versi produksi didominasi warna gelap (Foto: caranddriver)

Kami sendiri sepakat jika mesin 1.2 L turbo adalah pilihan mesin yang paling logis, mengingat mesin 1.2 L turbo punya beban biaya yang lebih kecil, sehingga total harga keseluruhan bisa kompetitif. Ini tentu menyenangkan jika benar diaplikasikan pada C-HR versi Indonesia, ketimbang Toyota menggunakan mesin “yang sudah terbukti keampuhannya” dengan kapasitas di luar yang sudah ada saat ini. Bagaimana kalau menurut Anda?

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY