First Impression – Volkswagen Scirocco 1.4 TSI

First Impression – Volkswagen Scirocco 1.4 TSI

1370
0
BERBAGI

Judul artikel dan judul videonya kok beda? Iya betul, karena pendapat dan komentar-komentar yang saya lontarkan adalah sebuah kesan pertama saya tentang mobil ini. Jadi sebaiknya, sebelum melihat video ini anda memahami beberapa hal, yang pertama : Jika ada perntanyaan, “kok subjektif banget?” “kok tidak objektif?”, ya memang, karena ini adalah kesan pertama saya, jadi saya memang tidak berniat untuk me-review. Saya tidak akan mengkalibrasi selera saya agar sama dengan selera banyak orang, ini adalah murni komentar saya pada pandangan pertama. Yang kedua : badan saya jauh lebih besar daripada ukuran rata-rata badan orang Indonesia, jadi wajar dong jikalau saya berkomentar “kabinnya sempit, jarak setirnya kurang nyaman, dan lain sebagainya,” anda tidak perlu menimpali dengan balasan “tapi saya nyaman-nyaman aja kok,” ya iyalah, ukuran badan kita aja beda jauh. Tetapi sudahlah, mari kita nikmati bersama-sama impresi pertama saya ketika menaiki mobil ini.

Sejujurnya, ini adalah kali pertama saya menaiki mobil modern dengan kondisi standart pabrikan dengan teknologi yang lumayan. Kenapa saya ingin sekali mencoba Scirocco ini? Pertama, karena saya memang penggemar berat VW tua, jadi saya ingin mencoba VW modern. Kedua, saya adalah seseorang yang lumayan tergila-gila dengan ‘tenaga kuda’, dan mobil ini menjanjikan ‘tenaga kuda’ yang lumayan, jadi saya semakin penasaran. Biasanya, unit test drive untuk mobil-mobil yang tergolong mewah memang diprioritaskan untuk para potential buyer, tetapi ketika mengutarakan keinginan saya untuk meliput mobil ini, niat saya ini disambut baik oleh bapak Widhi Nugroho, selaku Area Control dari PT Wangsa Indra Permana (Volkswagen Indonesia). Jadilah saya diantar dan dipinjami kunci Scirocco ini untuk melakukan test drive.

Mesin Kecil Tenaga Besar

Awalnya saya sangsi dengan kemampuan mesin Scirocco 1.4 ini. Masak sih mesin 1400 cc bisa menghasilkan hingga 160 Hp? Karena di VW tua, untuk mencapai power senilai kurang lebih 160 Hp tersebut harus melakukan bore-up hingga 1800 cc atau 2000 cc, disertai beberapa ubahan pada karburator dan pengapian. Tetapi saya kemudian ingat, “ini kan mesin modern?! ya jelas gampanglah bikin power gede pake cc kecil,” hehehe, maklum otak saya otak mobil lawas.

Walaupun cuma 1400 cc, menurut saya mesin ini cukup responsif, apalagi jika transmisinya dipindah ke mode manual. Saya sendiri belum mencoba memindah transmisi ke mode ‘Sport’ karena keterbatasan area test drive. Mencapai kecepatan 120 Km/jam bukanlah hal yang sulit, sangat mudah dilakukan, dan yang jelas hampir tidak terasa gejala mobil limbung. Pengereman pun bisa dilakukan dengan singkat, tidak perlu mengambil jarak yang terlalu jauh. Sayangnya, ketika dipindah ke mode otomatis, tarikannya jadi malah terasa lamban, untuk mendapatkan putaran atas rasanya membutuhkan waktu yang lumayan lama.

Interior Simpel

Ketika pertama kali memasuki kabin pengemudi, kesan pertama yang langsung terasa adalah “nah ini bener-bener VW ni,” karena menurut saya, interiornya sangat sederhana, simpel tidak jauh berbeda dengan VW generasi lawas. Semua indikatornya sangat mudah diawasi oleh mata. Semua tombol dan pengendalinya juga sangat mudah untuk diraih tangan. Seat nya pun punya kemiripan karakter dengan VW generasi lawas, ‘tipis’ dan rendah, jadi ketika badan saya yang besar ini masuk ke kabin, tidak terasa terlalu sempit.

Sayangnya, ketika saya mencoba menata posisi antara posisi duduk – kemudi – pedal gas / rem, ada sedikit ketidaknyamanan. Posisi duduk dan pedal sudah pas, tetapi sayangnya tidak bisa diikuti dengan posisi kendali setir yang nyaman, karena jika saya mundurkan setirnya, akan mentok di pahan saya. Maklum, ukurannya jumbo, hehehe. Untuk kabin penumpang belakangnya, saya rasa itu terlalu sempit. Akan sangat tidak nyaman sekali jika ada penumpang di situ, apalagi dua orang. Saya pribadi akan lebih nyaman jika mengendarai mobil ini sendirian, atau maksimal ditemani oleh satu orang di samping, dan biarkan jok belakang selalu kosong.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY