Industri Otomotif Kian Maju, Indonesia Sebaiknya Memiliki Regulasi Uji Tabrak Sendiri

Industri Otomotif Kian Maju, Indonesia Sebaiknya Memiliki Regulasi Uji Tabrak Sendiri

493
0
BERBAGI
Honda HR-V saat diuji tabrak di Malaysia (Foto: ASEAN NCAP)

Berkaca pada dua kali gelaran terakhir Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang menampilkan world premiere debut dari mobil seperti Honda BR-V (GIIAS 2015) dan Mitsubishi XM Concept (GIIAS 2016), maka bolehlah jika kita katakan bahwa industri otomotif dalam negeri kian diperhitungkan oleh para produsen otomotif dunia.

Perkembangan ini membuat pemerintah seharusnya tak lagi sekedar berfokus pada kegiatan produksi saja, namun juga hingga tahap pengembangan produk dengan cara mengeluarkan regulasi yang mempermudah produsen otomotif dunia untuk melakukan riset dan pengembangan di Indonesia.

Regulasi Keamanan dengan Uji Tabrak

Salah satu poin penting dalam hal pengembangan produk adalah pengaturan regulasi mengenai keamanan produk dengan melaksanakan program uji tabrak pada kendaraan yang diproduksi di Indonesia.

Regulasi uji tabrak diperlukan untuk mengetahui seberapa kuat mobil melindungi penumpang dan pengendara dari kecelakaan (Foto: EURO NCAP)
Regulasi uji tabrak diperlukan untuk mengetahui seberapa kuat mobil melindungi penumpang dan pengendara dari kecelakaan (Foto: EURO NCAP)

Dengan melakukan uji tabrak berstandar internasional, dapat diketahui dengan jelas seberapa kuat daya tahan kendaraan dalam melindungi pengemudi dan penumpang depan saat terjadi kecelakaan. Kalau pemerintah telah menerapkan regulasi uji tabrak di Indonesia, maka ini dapat memaksa produsen otomotif untuk mengembangkan produknya di dalam negeri agar meningkatkan efisiensi biaya.

Mencontoh Negara Maju yang Sudah Menerapkan Regulasi Uji Tabrak

Sejauh ini, sejumlah negara dengan industri otomotif besar seperti Amerika dan Eropa telah menerapkan regulasi uji tabrak yang bersifat global. Akibatnya, setiap produsen otomotif yang akan bermain di pasar otomotif negara terkait akan mengembangkan produknya di sana. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada perkembangan industri di negara terkait.

BMW Seri 3 saat diuji tabrak berstandar Eropa (Foto: EURO NCAP)
BMW Seri 3 saat diuji tabrak berstandar Eropa (Foto: EURO NCAP)

Untuk kawasan Asia Tenggara, uji tabrak terhadap mobil-mobil baru sejauh ini dilakukan oleh ASEAN New Car Assessment Program (NCAP) yang dilakukan di Malaysia. Mengingat Malaysia telah memiliki industri otomotif dalam negeri yang cukup berjaya di negaranya sendiri, pengujian ASEAN NCAP rasanya wajar jika dilakukan di Malaysia.

Dengan adanya pengujian tabrak di Indonesia, maka produsen otomotif akan memilih untuk melakukan pengembangan di Indonesia yang berdampak positif bagi industri otomotif dalam negeri (Foto: Telegraph)
Dengan adanya pengujian tabrak di Indonesia, maka produsen otomotif akan memilih untuk melakukan pengembangan di Indonesia yang berdampak positif bagi industri otomotif dalam negeri (Foto: Telegraph)

Indonesia yang memiliki pasar otomotif menjanjikan rasa-rasanya sudah harus memiliki regulasi NCAP tersendiri, apalagi karakteristik konsumen otomotif di Indonesia dapat dibilang cukup unik dan berbeda dari negara-negara lainnya. Pertanyaannya, kapan pemerintah siap membuat regulasi tersebut?

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY